Wednesday, March 09, 2011

Terharu

Ok. sudah sejak seminggu lalu Kai bisa pergi BAB sendiri. Rasanya senang tapi juga sedih. Merasa senang karena tidak perlu selalu menemani dia kalau BAB, tapi juga sedih karena  bayiku sudah beranjak besar.

Peristiwa yang paling mengharukan malam ini adalah, kami berdoa bersama. Biasanya Kai tidak memperhatikan kata-kataku, dia "ngedumel" sendiri. Tapi malam ini, dia mengulang semua perkataanku. aku senang sekali, dan aku puji dia. Aku katakan, "Kai, Tuhan senang mendengar suara kamu, apapun doanya".
"Gitu ya? dan dia memelukku kesenangan.


Dia agak sulit tidur, jadi meskipun lampu sudah dimatikan dia masih gelisah bolak balik saja. Aku sedang memeriksa HP ku, waktu kemudian aku dengar dia berdoa, berbisik. Mengulang doaku tadi, terutama, "Tuhan tolong papa supaya bisa pulang dengan selamat"... AMIN

aku ingin menangis.... gembira dan terharu. Karena aku katakan "Tuhan senang mendengar suara Kai apa pun doanya" dia melakukan hal itu. Ah Kai, dia terlalu cepat besar,
dia selalu mau bisa seperti kakaknya, padahal belum waktunya. Tapi dia masih bermanja padaku... dan aku enjoy, karena entah sampai kapan kehangatan ini bisa aku alami.

Malam ini Riku juga membaca cerita baru yang cukup ilmiah. Dia bisa membaca cukup lancar. Ahh padahal tahun lalu dia masih terbata-bata membaca hiragana. Sekarang sudah cepat.
Tuhan terima kasih atas dua anak yang baik... aku tahu mereka sering nakal. yang juga menguji kesabaranku. Tapi aku tahu juga bhwa kenakalan adalah sumber kreatifitas. Biarkan anak-anakku mengalami perkembangan semestinya Tuhan. Dan semoga aku tetap bisa sehat mendampingi mereka.

Kebimbangan akan masa depan satu hari ini terhapus oleh kelakuan anak-anakku. Permataku