Your Spiritual Number is Eight |
You bring inspiration and success into people's lives. You understand how the world works, and you have a knack for money. Right now, your life is all about goals and progress. This is nothing new though - you're always moving forward. You have a lot of perspective in life. You are able to remove your emotions and see the big picture. You usually bet right in life. You have are intuitive and win often. |
Wednesday, January 05, 2011
eight....
Tuesday, December 28, 2010
am I?
You are Extroverted, Conscientious, Agreeable and Open |
Extroversion: You have high extroversion. You are outgoing and engaging, with both strangers and friends. You truly enjoy being with people and bring energy into any situation. Enthusiastic and fun, you're the first to say "let's go"! Conscientiousness: You have high conscientiousness. Intelligent and reliable, you tend to succeed in life. Most things in your life are organized and planned well. But you borderline on being a total perfectionist. Agreeableness: You have medium agreeableness. You're generally a friendly and trusting person. But you also have a healthy dose of cynicism. You get along well with others, as long as they play fair. Neuroticism: You have low neuroticism. You are very emotionally stable and mentally together. Only the greatest setbacks upset you, and you bounce back quickly. Overall, you are typically calm and relaxed - making others feel secure. Openness to experience: Your openness to new experiences is medium. You are generally broad minded when it come to new things. But if something crosses a moral line, there's no way you'll approve of it. You are suspicious of anything too wacky, though you do still consider creativity a virtue. |
Thursday, December 23, 2010
nightmare
aku terbangun karena bermimpi
tentangmu yang menjauhiku, bahkan meninggalkanku begitu saja
dan waktu itu aku sedang membawa potret-potret kematian
seseorang yang kukenal..... mukanya begitu jelas
seorang seniorku yang masih hidup, tapi dalam potret itu digambarkan dia sudah mati
aku menangis... karena kamu yang meninggalkanku dalam keadaan sedih
dan tidak tahu apa yang harus kubuat.
Kamu memang tega sekali.....
baiklah kalau memang itu maumu
aku akan diam dan pergi, tak mengganggumu lagi
memang benar mungkin kata orang,
kamu sedang puber kedua
well, aku harus melindungi hatiku sendiri
tentangmu yang menjauhiku, bahkan meninggalkanku begitu saja
dan waktu itu aku sedang membawa potret-potret kematian
seseorang yang kukenal..... mukanya begitu jelas
seorang seniorku yang masih hidup, tapi dalam potret itu digambarkan dia sudah mati
aku menangis... karena kamu yang meninggalkanku dalam keadaan sedih
dan tidak tahu apa yang harus kubuat.
Kamu memang tega sekali.....
baiklah kalau memang itu maumu
aku akan diam dan pergi, tak mengganggumu lagi
memang benar mungkin kata orang,
kamu sedang puber kedua
well, aku harus melindungi hatiku sendiri
Wednesday, December 22, 2010
Bukannya aku
Bukannya aku tidak mau berterima kasih pada Mama
Bukannya aku tidak mau mengenang jasanya
tapi kurasa biarlah kusimpan sendiri dalam hati
dan semoga bisikanku sampai ke telinganya
Mama... I Love You
(dan aku percaya telepati!)
Hari ini semua memasang status untuk hari Ibu
well, memang tidak salah. Karena itu mungkin suatu ekspresi hati.
tapi hari ini aku memilih untuk diam
dan menjadi pendengar yang baik untuk mereka.
Mungkin aku akan mengubah tindakanku mulai hari ini.
Dan memupuk sebuah mimpi yang mulai mewujud dalam kehidupanku.
Blog bukan lagi segalanya untukku, tapi menulis memang harus.
Apalagi mengajar.....
Semoga aku bisa mengingat mimpiku ini setiap aku down.
Dan menjadi semangat lagi menghadapi hidup.
Hidup yang tinggal sedikit......
ah... waktu.... siapa yang mempunyai standarnya?
Bukannya aku tidak mau mengenang jasanya
tapi kurasa biarlah kusimpan sendiri dalam hati
dan semoga bisikanku sampai ke telinganya
Mama... I Love You
(dan aku percaya telepati!)
Hari ini semua memasang status untuk hari Ibu
well, memang tidak salah. Karena itu mungkin suatu ekspresi hati.
tapi hari ini aku memilih untuk diam
dan menjadi pendengar yang baik untuk mereka.
Mungkin aku akan mengubah tindakanku mulai hari ini.
Dan memupuk sebuah mimpi yang mulai mewujud dalam kehidupanku.
Blog bukan lagi segalanya untukku, tapi menulis memang harus.
Apalagi mengajar.....
Semoga aku bisa mengingat mimpiku ini setiap aku down.
Dan menjadi semangat lagi menghadapi hidup.
Hidup yang tinggal sedikit......
ah... waktu.... siapa yang mempunyai standarnya?
Thursday, December 09, 2010
payah deh
pas lagi mau nulis, servernya down
pas ada waktu, ngga mood nulis
nyebelin....
padahal emang ngga ada waktu utk nulis
kalem deh mel
pas ada waktu, ngga mood nulis
nyebelin....
padahal emang ngga ada waktu utk nulis
kalem deh mel
Monday, November 08, 2010
good bye
Yes, I will say good bye to you
to other me
dan lagu yang cocok untukku saat ini memang lagunya si Hannah Montana. Lagi cari liriknya nih...
EM
I always knew this day would come
We’d be standing one by one
With our future in our hands
So many dreams so many plans
Always knew after all these years
There’d be laughter there’d be tears
But never thought that I’d walk away
with so much join but so much pain
And it’s so hard to say goodbye
But yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you
Nanananana
Another chapter in the book cant go back but you can look
And there we are on every page
Memories I’ll always save
Up ahead on the open doors
Who knows what were heading towards?
I wish you love I wish you luck
For you the world just opens up
But it’s so hard to say goodbye
Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you
Everyday that we had all the good all the bad
I’ll keep them here inside
All the times we shared every place everywhere
You touched my life
Yeah one day we’ll look back we’ll smile and we’ll laugh
But right now we just cry
Cause it’s so hard to say goodbye
Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you
Nanananana
I’ll always remember you
I’ll always remember you
haduhhhhh
jucelinoluz Jucelino da Luz
UM TERREMOTO DE 7.0 NA ESCALA RICHTER (REGIÃO DE KOBE E /OU OSAKA ) PODERÁ ATINGIR O JAPÃO EM 25 DE JANEIRO DE 2011
to other me
dan lagu yang cocok untukku saat ini memang lagunya si Hannah Montana. Lagi cari liriknya nih...
EM
I always knew this day would come
We’d be standing one by one
With our future in our hands
So many dreams so many plans
Always knew after all these years
There’d be laughter there’d be tears
But never thought that I’d walk away
with so much join but so much pain
And it’s so hard to say goodbye
But yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you
Nanananana
Another chapter in the book cant go back but you can look
And there we are on every page
Memories I’ll always save
Up ahead on the open doors
Who knows what were heading towards?
I wish you love I wish you luck
For you the world just opens up
But it’s so hard to say goodbye
Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you
Everyday that we had all the good all the bad
I’ll keep them here inside
All the times we shared every place everywhere
You touched my life
Yeah one day we’ll look back we’ll smile and we’ll laugh
But right now we just cry
Cause it’s so hard to say goodbye
Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you
Nanananana
I’ll always remember you
I’ll always remember you
haduhhhhh
jucelinoluz Jucelino da Luz
UM TERREMOTO DE 7.0 NA ESCALA RICHTER (REGIÃO DE KOBE E /OU OSAKA ) PODERÁ ATINGIR O JAPÃO EM 25 DE JANEIRO DE 2011
Thursday, November 04, 2010
Saturday, October 16, 2010
Obat
Happening deh. Aku sudah siap mengajar. Tiba-tiba sebelum pukul 8, Riku lapor ke aku bahwa perut kanan bawahnya sakit. Batuknya memang kelihatan tambah hebat, tapi masih tolerable. Aku tanya, mau ke dokter? Mau, katanya.
Kalau Riku sampai mau ke dokter, berarti memang benar sakit. bukan pura-pura, meskipun memang dia tidak takut dokter. Aku cuma teringat saat aku umur 13 tahun dan harus menderita karena usus buntu. Jangan deh, aku tidak mau anakku menderita menahan sakit. Kalau bisa jnagan dioperasi, pakai obat saja. Jadi aku sepakat mengantar dia ke dokter. Bolos deh ngajarnya..... (demi anak)
Tapi karena dia mengharapkan dapat penghargaan tanpa absen seharipun, maunya dia ambil absensi dulu, baru ke dokter. Jadi aku ikut bersama dia ke sekolah dan lapor ke gurunya bahwa dia mau ke dokter. Gurunya juga bilang lebih baik ke dokter, dan karena hari ini penerimaan raport, jadi tidak terlalu sulit pelajarannya.
Kami langsung ke RS. Waktu itu masih pukul 9:10 pagi. Biasanya dokter anak itu banyak yang antri, jadi aku siap-siap saja tunggu lama di situ. Eh tau-tau sepiiii banget, sehingga kami bisa langsung dilayani. Sepertinya dokter saat itu hanya sebagai dokter pengganti, jadi tidak ada yang membuat komitment pagi itu.
Tapi lumayan baik dokternya dan dia memberikan obat untuk Riku berbentuk tablet, karena berat badannya sudah cukup dianggap anak besar. Ada 4 tablet dan 1 bubuk. Riku minum tablet itu tanpa tersedak, muntah. Hebat emang si Riku kalau urusan dokter, RS dan obat.
Yang senang tentu Kai, karena dia bisa bermain di rumah bersama mama tercinta...hahaha.
Kalau Riku sampai mau ke dokter, berarti memang benar sakit. bukan pura-pura, meskipun memang dia tidak takut dokter. Aku cuma teringat saat aku umur 13 tahun dan harus menderita karena usus buntu. Jangan deh, aku tidak mau anakku menderita menahan sakit. Kalau bisa jnagan dioperasi, pakai obat saja. Jadi aku sepakat mengantar dia ke dokter. Bolos deh ngajarnya..... (demi anak)
Tapi karena dia mengharapkan dapat penghargaan tanpa absen seharipun, maunya dia ambil absensi dulu, baru ke dokter. Jadi aku ikut bersama dia ke sekolah dan lapor ke gurunya bahwa dia mau ke dokter. Gurunya juga bilang lebih baik ke dokter, dan karena hari ini penerimaan raport, jadi tidak terlalu sulit pelajarannya.
Kami langsung ke RS. Waktu itu masih pukul 9:10 pagi. Biasanya dokter anak itu banyak yang antri, jadi aku siap-siap saja tunggu lama di situ. Eh tau-tau sepiiii banget, sehingga kami bisa langsung dilayani. Sepertinya dokter saat itu hanya sebagai dokter pengganti, jadi tidak ada yang membuat komitment pagi itu.
Tapi lumayan baik dokternya dan dia memberikan obat untuk Riku berbentuk tablet, karena berat badannya sudah cukup dianggap anak besar. Ada 4 tablet dan 1 bubuk. Riku minum tablet itu tanpa tersedak, muntah. Hebat emang si Riku kalau urusan dokter, RS dan obat.
Yang senang tentu Kai, karena dia bisa bermain di rumah bersama mama tercinta...hahaha.
Excursion
Kamis, 14 Okt. Aku musti mengajar di Waseda. Ya memang aku terlambat membangunkan Kai. Riku dna papanya sudah pergi (sekitar jam 8) jadi waktu persiapannya pendek. Padahal hari itu Kai harus sudah berada di Penitipan Himawari pukul 9 pagi. Karena mereka akan mengadakan excursion, perjalanan kecil untuk memanen ubi kayu. Untuk ke ladangnya mereka harus naik kereta dan berjalan kurang lebih 15 menit dari Stasiun. Untuk anak-anak sekecil itu sudah merupakan perjalanan yang melelahkan.
MasalahnyaKai tidak mau berangkat, biarpun aku sudah bribe dengan coklat segala. Tetap mau tinggal di rumah denganku. Wah aku bingung, dan menangis, merajuk tidak mau bicara dengan dia. Tiba-tiba dia bilang mau pergi. Tapi aku lihat jam sudah pukul 9, jadi kita sudah terlambat. Aku telepon gurunya dan bilang bahwa Kai tidak ikut excursion itu. Tapi gurunya bilang, kalau bisa sampai dalam 10 menit, biar kami tunggu. Ternyata waktu aku mau menyuruh Kai pakai sepatu, dia mulai merajuk lagi dan tidak mau pergi. Duh susah deh.
Akhirnya kami sampai pukul 9:20. Di kejauhan aku lihat kepala Himawari ada di bawah dan seakan mencari kami. Ternyata mereka terus menunggu kami datang... duh kasian deh. Padahal aku sudah hopeless dan meninggalkan ransel dan botol minuman Kai di rumah, karena tahu pasti tidak bisa ikut. Setelah dibujuk dan dijemput oleh Take-chan, teman akrabnya Kai, akhirnya dia mau juga berjalan ke barisan yang sedang menuju ke stasiun.
Untung sekali aku tidak perlu ke stasiun yang sama untuk pergi ke Waseda. Cepat-cepat aku parkir sepeda, dan naik bus. Untung Waseda dekat, sehingga bisa sampai dalam 1 jam, tanpa harus terlambat.
Selesai mengajar aku mampir ke toko 100 yen di St Takadanobaba membeli mainan pesanan Riku. Persis pukul 2:45 aku mendapat telepon dari Riku masuk ke inbox aku , katanya,"Mama aku sudah di rumah. sekarang jam 2:45. Jangan khawatir ya" Duuuh begitu mendengar "Jangan khawatirnya" itu aku jadi terharu. Ah, anakku ini sudah besar dan tahu bahwa mamanya khawatir akan dirinya.
Cepat-cepat aku pulang, sambil belanja-belanja. Akhirnya sampai di rumah jam 4:30 juga. Kai membawakan ubi kayu hasil galiannya. Kata gurunya, banyak anak balita yang takut bermain tanah, tapi Kai tidak, jadi Kai banyak membantu menggali tanah dan menemukan ubi kayu itu. Duh itu satsuma imo (ubi kayu) besaar euy.
Hari ini akhirnya berakhir dengan damai. Aku juga tidak masak karena Gen tidak makan di rumah. Anak-anak aku belikan mac donalds.
MasalahnyaKai tidak mau berangkat, biarpun aku sudah bribe dengan coklat segala. Tetap mau tinggal di rumah denganku. Wah aku bingung, dan menangis, merajuk tidak mau bicara dengan dia. Tiba-tiba dia bilang mau pergi. Tapi aku lihat jam sudah pukul 9, jadi kita sudah terlambat. Aku telepon gurunya dan bilang bahwa Kai tidak ikut excursion itu. Tapi gurunya bilang, kalau bisa sampai dalam 10 menit, biar kami tunggu. Ternyata waktu aku mau menyuruh Kai pakai sepatu, dia mulai merajuk lagi dan tidak mau pergi. Duh susah deh.
Akhirnya kami sampai pukul 9:20. Di kejauhan aku lihat kepala Himawari ada di bawah dan seakan mencari kami. Ternyata mereka terus menunggu kami datang... duh kasian deh. Padahal aku sudah hopeless dan meninggalkan ransel dan botol minuman Kai di rumah, karena tahu pasti tidak bisa ikut. Setelah dibujuk dan dijemput oleh Take-chan, teman akrabnya Kai, akhirnya dia mau juga berjalan ke barisan yang sedang menuju ke stasiun.
Untung sekali aku tidak perlu ke stasiun yang sama untuk pergi ke Waseda. Cepat-cepat aku parkir sepeda, dan naik bus. Untung Waseda dekat, sehingga bisa sampai dalam 1 jam, tanpa harus terlambat.
Selesai mengajar aku mampir ke toko 100 yen di St Takadanobaba membeli mainan pesanan Riku. Persis pukul 2:45 aku mendapat telepon dari Riku masuk ke inbox aku , katanya,"Mama aku sudah di rumah. sekarang jam 2:45. Jangan khawatir ya" Duuuh begitu mendengar "Jangan khawatirnya" itu aku jadi terharu. Ah, anakku ini sudah besar dan tahu bahwa mamanya khawatir akan dirinya.
Cepat-cepat aku pulang, sambil belanja-belanja. Akhirnya sampai di rumah jam 4:30 juga. Kai membawakan ubi kayu hasil galiannya. Kata gurunya, banyak anak balita yang takut bermain tanah, tapi Kai tidak, jadi Kai banyak membantu menggali tanah dan menemukan ubi kayu itu. Duh itu satsuma imo (ubi kayu) besaar euy.
Hari ini akhirnya berakhir dengan damai. Aku juga tidak masak karena Gen tidak makan di rumah. Anak-anak aku belikan mac donalds.
Saturday, October 09, 2010
the sound will never vanished
一度鳴らした音は永遠に消えない。
Black Jack.... naik pesawat bersama seorang violist terkenal. Pesawat jatuh dan penumpang semua panik. Kemudian violist itu memainkan lagu dengan biolanya, dan menenangkan penumpang dengan lagunya.
Penumpang diminta keluar pesawat tanpa membawa barang. Mereka jatuh di daerah pegunungan waktu fubuki, salju bertiup dasyat. Si Violist tetap bersikeras membawa biolanya. Namun akibat keteledoran seorang penumpang yang membawa minuman keras dalam wadah aluminium yang terlepas dan mengenai Piko-chan asisten si Black Jack. Piko-chan jatuh dan tergelinding menuju lembah. Violist menolong Piko-chan tapi akibatnya bilanya terlepas dari ikatan di badannya. Hilang!
Piko chan tertolong tapi violist itu kehilangan biola yang sama juga dengan separuh nyawanya. Dia bersikeras mencari biolanya dalam hujan salju, yang akibatnya tangannya bengkak membeku. Black Jack yang dokter bedah mau menolong tapi tidak bisa karena dia tidak mempunyai tas dokternya (tidak boleh dibawa). Black Jack sempat kembali ke pesawat untuk mengambil tasnya tapi akibatnya malah pesawat itu masuk ke dalam jurang.
Jari-jari violist terpaksa dipotong dan sudah pasti dia tidak bisa memainkan biolanya lagi. Saat ini dia mengatakan: "Dokter tidak bisa menyembuhkan saya krn tidak membawa tas kedokteran, saya juga tidak berarti apa-apa tanpa biola saya. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melepaskan apapun milik penting kita dalam keadaan apapun"
Semua menjadi sedih, tapi seorang Indian yang ikut dalam pesawat mendatangi violist dan mengatakan ini: "Sekali kamu menghasilkan suara, suara itu takkan pernah hilang".
#today's lesson
Black Jack.... naik pesawat bersama seorang violist terkenal. Pesawat jatuh dan penumpang semua panik. Kemudian violist itu memainkan lagu dengan biolanya, dan menenangkan penumpang dengan lagunya.
Penumpang diminta keluar pesawat tanpa membawa barang. Mereka jatuh di daerah pegunungan waktu fubuki, salju bertiup dasyat. Si Violist tetap bersikeras membawa biolanya. Namun akibat keteledoran seorang penumpang yang membawa minuman keras dalam wadah aluminium yang terlepas dan mengenai Piko-chan asisten si Black Jack. Piko-chan jatuh dan tergelinding menuju lembah. Violist menolong Piko-chan tapi akibatnya bilanya terlepas dari ikatan di badannya. Hilang!
Piko chan tertolong tapi violist itu kehilangan biola yang sama juga dengan separuh nyawanya. Dia bersikeras mencari biolanya dalam hujan salju, yang akibatnya tangannya bengkak membeku. Black Jack yang dokter bedah mau menolong tapi tidak bisa karena dia tidak mempunyai tas dokternya (tidak boleh dibawa). Black Jack sempat kembali ke pesawat untuk mengambil tasnya tapi akibatnya malah pesawat itu masuk ke dalam jurang.
Jari-jari violist terpaksa dipotong dan sudah pasti dia tidak bisa memainkan biolanya lagi. Saat ini dia mengatakan: "Dokter tidak bisa menyembuhkan saya krn tidak membawa tas kedokteran, saya juga tidak berarti apa-apa tanpa biola saya. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melepaskan apapun milik penting kita dalam keadaan apapun"
Semua menjadi sedih, tapi seorang Indian yang ikut dalam pesawat mendatangi violist dan mengatakan ini: "Sekali kamu menghasilkan suara, suara itu takkan pernah hilang".
#today's lesson
Subscribe to:
Posts (Atom)
