Thursday, August 11, 2005

吹き込みRekaman

Hari ini ada janji untuk bertemu Kepala Bidang Pendidikan KBRI untuk menyerahkan sumbangan pemakaian gedung waktu Kimiyo nikah. Janjinya jam 1 so aku antar Riku jam 11 sekalian aku pergi. Seperti biasa Riku bangun jam 9 dan ngga mau langsung pergi. Maunya nonton dulu. Itu waktu mau keluar jam 11 aja susahnya minta ampun. Akhirnya dengan dibujuk pake coklat baru mau. huh....
Sampai di Meguro udah jam 12:15. Udah lapar jadi aku makan di Kayu Santin. Hmmm ngga enak. Cuman karena cepat saja penyajiannya jadi bisa menghemat waktu. Dari situ jalan ke KBRI, duhhh panas. Bertemu Pak Anggoro, sekalian omongin NHI dan juga kemungkinan untuk mengambil program doktoral jarak jauh.Bapak Anggoro ternyata juga pernah ambil program doktor di UNJ dan DO karena tidak senang dengan sistem di sana. Yah memang di Indonesia faktor akademis lebih dikalahkan faktor embel-embel. Seneng juga bisa berbicara dengan Pak Anggoro yang ternyata juga mempunyai obsesi yang sama.
Dari situ aku lari ke stasiun Meguro untuk naik Mekama line ke Stasiun Senzoku karena janjia bertemu di sana dengan Matsumoto Sensei. Matsumoto Sensei adalah Ketua Nihon Wayang Kyoukai. Hontouni hisashiburi datta. Dulu aku pernah mengajar bahasa Indonesia di rumahnya sebagai arbaito. Di situ aku juga banyak belajar tentang Wayang.
Rekaman lakon wayang asli karya Matsumoto Sensei. Cukup menggembirakan. Rasanya ingin lagi coba mengisi suara dengan gaya sandiwara gitu. Pengen juga dengar waktu diputar di Yogyakarta dalam rangka Kongress Wayang nanti tanggal 15 September.
Pulang bersama Matsumoto Sensei naik Inokashira line. Sepanjang perjalanan kita bicara banyak. Termasuk kritikan atas tugas bidang informasi di KBRI yang tidak bisa menjawab pertanyaan dan tidak bisa menjadi pusat informasi bagi orang yang ingin mengetahui Indonesia lebih dalam.
Sampai di Kichijoji belanja ke toko 100 cari pesenannya yeye tapi ngga ada. Malah jadinya berli yang lain deh. Tau tau udah jam 6:30 jadi lari ke halte bus dan naik bus langsung ke Stasiun Oizumi untuk ambil sepeda dan jemput Riku. Duhhhh capek deh lari-lari terus.
Sampai rumah akhirnya pesen Kentucky untuk makan malam. Aku sambil update dan install program di dua notebook yang aku beli second beberapa waktu lalu. Hebat yah langsung masukin kabel LAN, internet tersambung deh. Cepet lagi. Duh aku bakal kesel nanti dengan koneksi di Indonesia deh. Sementara aku kerja si Riku juga mau ikut kerja. Dia ambil pallete eye shadow dan lipstik aku untuk gambar di kertas. gayanya udah seperti pelukis aja deh. Abis itu main komputer. Waktu aku ketik 宮下陸, dia langsung bisa baca Miyashita RIKU. wow anakku ...hebat
Sebelum bobo sempet buat album fotonya Riku. So much thing to do. Somebody help meeeee. Kasihan gen sakit batuk dan gejala flu.

Wednesday, August 10, 2005

Royal Host lagi

spaghetti

Mumpung lagi ada undian berhadiah sapa tau dapet boneka doraemon yang gede. Dan sebagai GOHOUBI (memanjakan diri sendiri) untuk riku yang hebat ngga nangis. Dan karena mama juga malas mikirin masak apa buat Riku, kita pergi ke Royal Host jam 6 sore untuk makan malam. Aku juga tumben ada nafsu makan. Riku pesen Child menu yang spaghetti sedangkan aku Jambalaya (yiek ngga enak nyesel aku pilih ini) sesudah itu pesen banana split untuk kita berdua. tentu saja es krim coklatnya untuk Riku. hihihi

Pulang sampe rumah aku ajak Riku mandi. Mau dia.... So mandi bersama pas udah selesai, ngga lama lagi gen pulang. Rupanya selama kita di kamar mandi dia udah kirim sms tapi kita ngga denger. Gen mau minum wine. tapi aku enryou deh takut sakit kepalanya membandel. Sambil nonton Water Boys dengan Riku dia makan sedangkan aku balas email dan beresin dokumen seperti biasa. Si Riku terpesona juga nonton Water Boys. Aku juga seneng sih nonton film yang ini, cuman karena masih banyak kerjaan aku males nonton lagi.
water boys

Suberi dai

suberi dai

Pagi bangun masih sakit kepala. Duhhh kenapa sih.... Karena sudah hampir jam 9 aku bangunin Riku yang sedang tidur pules. Tapi susaaaah banget dia bangunnya. Aku pikir ahhh bodo amat deh terlambat. Aku sambil duduk di tempat tidur liat jam sambil bengong.... Riku bangun dan dia bilang
"Mama...doushita no?" Mama kenapa?
"Atama ga itai no"Sakit Kepala
"Daijoubu?" Ngga apa apa?
"Mama byouki nano" Mama sakit
"Kawaisou" Kasihan
................... Duh aku terharu dibilang gitu sama Riku. Gini kali enaknya punya anak yang bisa mengerti atau paling tidak bisa berbagi susah. Riku yang baru 2,5 tahun.... bisa bilang begitu.
Dan memang sesudah itu dia kooperatif tanpa banyak rewel siap-siap ke penitipan.
Pas mau keluar rumah hujan ....balik ambil payung. Waktu aku pulang dari antar Riku belanja sayur dan buah-buahan dulu. Waktu itu hujannya tambah deras. Sampai di rumah sarapan (makan siang) lalu minum obat tidur sampai jam 3. Lumayan bisa ilang dikit sakit kepalanya. Kayaknya sih emang Reibobyou. Buktinya kalo aku keluar naik sepeda bisa kurangan sakitnya.
Jam 4 aku naik sepeda ke penitipan jemput Riku lalu ke RS untuk imunisasi DPT. Yappari Riku erakatta. Hebat si riku ngga nangis disuntik. Sesudah itu dia ajak ke suberi dai (perosotan). Aku juga lagi santai so aku ajak ke taman kecil dekat RS. Di situ duduk di taman sambil liatin Riku main. Sempet telepon ibunya gen untuk atur penjemputan hari minggu karena kita akan berangkat dari Yokohama hari senin ke naritanya.

Pembersihan

Hari ini pagi-pagi bersihin buku alamat email. Yang masih mau diseimpen aku hubungi lagi. trus udah lama juga ngga kirim ke Djoni di Osaka. Dibalas gini sama dia;

Beberapa hari yl aku inget kamu tp gak sempet kirim kabar - selagi suntuk dan bingung tiba2 aku teringat lagu "di tengah ombak dan arus pencobaan, ... , bagaikan kapal yang selalu diombang ambingkan seolah2 .... tiada henti... Yesus perhatikan kehidupan tiap orang Dia mengenal hatimu yang penuh penyesalan dosa..."Jadi inget masa2 di Meguro, kan lagu ini kamu yang ngajarin... thanks karena waktu itu benar2 aku merasa dikuatkan setelah menyendungkannya sambil mandi pagi :)

Iya yah masa di Meguro dulu menyenangkan. banyak muda mudi katoliknya dan kebetulan semua juga bisa akrab. Inget drama Natal yang aku jadi Toeti Galatama (bukan Tuti Adhitama). Entah kenapa sejak itu aku mulai bekerja di dunia jurnalism. I miss you all.

Satu lagi email dari anggota Meguro, meskipun berlainan angkatan dgn Djoni

Kita ada di Surabaya sih! Setelah dari Jepang, kita pindah ke Shanghai. Rencana di sana mau tinggal lama, tapi karena aku tabrakan di sana sampai tulang tangan kananku patah, kita kembali lagi ke Surabaya.
Si Linda sekarang lagi bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Sidoarjo. Sedangkan anak kita (Emily) sudah mulai sekolah playgroup.
Tahun lalu aku mampir ke Tokyo lho! Tapi si Linda tidak bisa ikut karena ada kerja. Kita juga berencana mau jalan-jalan ke Jepang lagi ama si kecil, tapi mungkin 2 atau 3 tahun lagi. Soalnya kita lagi sibuk ngembangkan usaha baru.Ceritain mengenai kabar di sana dan kabar mengenai gereja di Meguro! Kadang-kadang kangen ingin tinggal di sana lho! :)

Henry &Linda

Tachigui Soba


Secara harafiah artinya Soba yang dimakan sambil berdiri. Saya pikir bagus juga sistem ini. hemat waktu, tenaga dan yang pasti murah. Cara membayar ada yang dengan memeli tiket di mesin sebelumnya atau bayar langsung waktu menerima pesanan. Yang pasti bayar dulu baru makan.
Dulu, waktu tahun tahun pertama saya di Jepang, jangankan makan di tempat makan seperti ini. Untuk makan di restoran sendirian saja rasanya risih sekali. Akibtanya saya selalu masuk ke toko yang sama, dan biasanya restoran Italia (memesan spaghetti) dan budgetnya 1000 yen. Duh kalau dipikir-pikir kaya sekali saya waktu datang ke Jepang pertama kali. Maklum ojosama (putri.... semacam putri bangsawan deh) kata teman-teman.
Saya seharusnya malu dengan adik saya Tina, yang datang 5 tahun sesudah saya. Dia langsung bisa dengan cueknya masuk ke tachigui soba dan makan sambil berdiri. Saya untuk makan di yatai (warung) ramen saja masih takut-takut ketika itu. Tapi dia berkata,"ya kamu kan kaya sudah bekerja waktu itu, aku masih pelajar tidak ada uang ekstra".
Kini saya merasa biasa saja jika makan di tachigui soba. Yang penting kenyang dan hemat waktu. Cuma biasanya saya pesan kalau soba adalah Zaru Soba (soba dingin) , dan kalau udon Tanuki Udon/Tempura Udon, apalagi kalau udon panas ini dengan kuah ala Kansai...wahhhhh

Tuesday, August 09, 2005

tempura soba
tachigui soba

Capek

Pagi-pagi udah berkutet dengan terjemahan dan buat skript berita untuk 2 minggu. Mana ada tambahan berita untuk EXPO2005. Terus terjemahan sedikit dari praia. Selesai tepat jam 12. Laper sih tapi buru buru pergi sebelum terlambat. Sampai di Stasiun Tamachi jam 2 persis. Ah masih ada waktu 10 menit untuk makan. So aku pergi ke Tachigui Soba, dan makan tempura udon seharga 330 yen. murah meriah. Meskipun dibilang Tachigui (Standing while eating) masih ada beberapa kursi disini. Dengan perut kenyang ke InterFM.
Selesai rekaman udah jam 4. Padahal masih mau ke Keio dan Akihabara. Duhhh gimana yah. Naik taxi ke Keio tau tau perpustakaan nya tutup sampe tanggal 15 Agustus. Bagaimana cara kembalikan bukunya yah???
Setelah itu ke Stasiun Tamachi lagi jalan kaki, terus ke Akihabara. Beli Digital camera Canon Power Shot G6. Tinggal satu satunya. Sesudah itu cari titipan Yeye...sekalian aku beli oleh-oleh untuk keponakan-keponakan. Pas mau bayar liat jam udah jam 6. Wahhhh kudu buru-buru supaya bisa jemput Riku tepat waktu. So biar berdiri aku tancap aja naik kereta dengan bawaan yg banyak dan berat. Sampe di Stasiun ooizumi udah jam 7 kurang 8 menit. Langsung kebut sepeda ke rumah taruh barang lalu balik lagi jemput Riku. Telat 15 menit tapi moga-moga ngga usah bayar tambahan waktu.
Sampai di Himawari tidak apa-apa. malah berlambat-lambat karena temannya Riku yang namanya Risa belum dijemput ibunya dan menangis. Jadi sambil menghibur dia, kita ngobrol sama sensei di depan pintu. Jam 7:30 liat ada sms dari gen yang bertuliskan dia sakit batuk dan sudah di Tokorozawa. So kita janjian makan di BLDY supaya bisa langsung tidur sampai di rumah. Fffffff capek. kerasa deh badan udah semakin tua ngga bisa diajak kompromi lagi. Belum lagi sakit kepalanya belum ilang-ilang. Sannou sensei bilang lebih baik diperiksa. Hmmmm smoga gpp deh. Riku dan Gen udah bobo. Aku?? habis ini amsih mau print album, liat DVD wayang untuk rekaman hari kamis, dan masih ada editing Nipponia. Kapan habisnya ya kerjaanku ini? Mungkin kalo aku udah mati baru bisa habis yah hihihi...hush jangan gitu ah. Aku masih mau liat Riku kawin ahhhhh heuheueheuehue.
Canon powerShot G6