世界人口の1%が個人総資産の4割、2%が半分以上を所有する一方、全体の半分の貧困層は総資産の1%しか持っていない-。国連大学世界経済開発研究所(ヘルシンキ)は5日、世界の個人資産に関する研究結果を発表した。調査では、日米独などの最富裕層が世界の富を独占、国際社会に激しい格差があることが改めて浮き彫りとなった。
それによると、2000年の世界の個人資産は125兆ドル(1京4375兆円)で、世界の国内総生産(GDP)の合計値の約3倍。生活費の格差を調整して算出した世界平均は、1人当たり2万6000ドルだが、日本は18万1000ドル、米国も14万4000ドルでずばぬけて高く、インドの1000ドルなどと大きな格差があった。
[時事通信社]
Wednesday, December 06, 2006
Tuesday, December 05, 2006
Hal yang mengharukan
ada 2 hal yang mengharukan hari ini:
1. Riku bilang "Daripada bermain, aku merasa belajar jauh lebih menyenangkan"
Seperti biasa hari selasa aku antar dia ke Kumon. dan hari ini aku mau biasakan dia untuk belajar sendiri, tidak aku temanin. Jadi aku tinggal dia, dan kembali ke rumah untuk melanjutkan ngprint undangan dan juga mengisi formulir Kumon nya. Ternyata 30 menit itu attoiuma ...sebentar banget. Kayaknya baru aja bisa nge print 5 -10 biji undangan udah harus pergi lagi. Waktu aku jemput riku di kelasnya. Dia sedang menyusun bulatan plastik bertuliskan angka dari 1 sampai 30 ke kertas yang ada tulisan angkanya. Jadi hanya mencocokkan angka saja. tapi riku kelihatan enjoy sekali dan dia bisa cepat sekali. Memang kelihatan dia suka berhitung. semua yang bisa dihitung dia hitung. Waktu aku pake sepatu di depan pintu, tiba-tiba dia hitung kancing baju aku ....satu dua tiga.... lalu aku bilang, kancingnya riku berapa? satu...dua...tiga...empat... empat orang...heheheh oioi bukan empat orang...empat buah. Susah emang bahasa jepang. Tapi begitu riku liat aku di dalam kelas, dia jadi manja dan malu-malu, ngga mau ngomong ke gurunya sendiri. dan dia masih mau belajar terus, padahal udah lewat waktunya..hihihi
2. dapat surat dari adik jepangku di kagoshima yang isinya juga membuat aku menitik air mata. Memang aku tahu, aku tidak sendiri.....
Ime-chan, udah genki ?
Aku baca kabar di blog dan ikut sedih karena acara inter FM mau selesai,
dan juga aku ikut kangen sama papa mama di Jakarta..
Kalau aku di dekat situ, pasti aku datang dan ikut/bagi perasaan sama2,
tapi jauh banget apa boleh buat ya.
Dan pasti Gen-san yang baiiiiik dan Riku yang manis bikin Ime-chan rasa bahagia lagi.^0^
Tapi jangan lupa, ada juga adik di Kagoshima yang selalu doakan kebahagiaan kakak lho !
Hari ini seharian aku nge -print undangan natal KMKI untuk KBRI dan BUMN. duh udah kerjaan banyak, masih dipanggil-panggil riku suruh nemenin dia, dan masih ada juga telpon bertele-tele. Rencananya aku mau kirim per pos waktu aku antar Riku belajar kumon, tapi ngga keburu. Selesai printnya udah jam 6 sore. padahal aku masih harus masak. Mau keluar dan nyetir mobil ke kantor pos besar yang di deket Taman besar juga malas. Kalau disitu pake pos biasa pun bisa sampe besok. Tapi kalau mau masukinnya malam sebelum jam 12 harus bayar ekstra untuk ekspress. Hmmm malas juga ya. Cuman kalo ngga dikirim berarti aku harus antar sendiri ke sana besok. Liat nanti deh apa kata gen. Kali-kali aja dia baik mau anterin ke kantor pos.
Gen pulang jam 9:30. Aku minta tolong kalo dia mau ke kantor pos gede. Dan ternyata dia mau, mumpung belum ganti baju katanya...hehhehe untung deh, jadinya bisa sampe besok sesuai dengan rencana.
1. Riku bilang "Daripada bermain, aku merasa belajar jauh lebih menyenangkan"
Seperti biasa hari selasa aku antar dia ke Kumon. dan hari ini aku mau biasakan dia untuk belajar sendiri, tidak aku temanin. Jadi aku tinggal dia, dan kembali ke rumah untuk melanjutkan ngprint undangan dan juga mengisi formulir Kumon nya. Ternyata 30 menit itu attoiuma ...sebentar banget. Kayaknya baru aja bisa nge print 5 -10 biji undangan udah harus pergi lagi. Waktu aku jemput riku di kelasnya. Dia sedang menyusun bulatan plastik bertuliskan angka dari 1 sampai 30 ke kertas yang ada tulisan angkanya. Jadi hanya mencocokkan angka saja. tapi riku kelihatan enjoy sekali dan dia bisa cepat sekali. Memang kelihatan dia suka berhitung. semua yang bisa dihitung dia hitung. Waktu aku pake sepatu di depan pintu, tiba-tiba dia hitung kancing baju aku ....satu dua tiga.... lalu aku bilang, kancingnya riku berapa? satu...dua...tiga...empat... empat orang...heheheh oioi bukan empat orang...empat buah. Susah emang bahasa jepang. Tapi begitu riku liat aku di dalam kelas, dia jadi manja dan malu-malu, ngga mau ngomong ke gurunya sendiri. dan dia masih mau belajar terus, padahal udah lewat waktunya..hihihi
2. dapat surat dari adik jepangku di kagoshima yang isinya juga membuat aku menitik air mata. Memang aku tahu, aku tidak sendiri.....
Ime-chan, udah genki ?
Aku baca kabar di blog dan ikut sedih karena acara inter FM mau selesai,
dan juga aku ikut kangen sama papa mama di Jakarta..
Kalau aku di dekat situ, pasti aku datang dan ikut/bagi perasaan sama2,
tapi jauh banget apa boleh buat ya.
Dan pasti Gen-san yang baiiiiik dan Riku yang manis bikin Ime-chan rasa bahagia lagi.^0^
Tapi jangan lupa, ada juga adik di Kagoshima yang selalu doakan kebahagiaan kakak lho !
Hari ini seharian aku nge -print undangan natal KMKI untuk KBRI dan BUMN. duh udah kerjaan banyak, masih dipanggil-panggil riku suruh nemenin dia, dan masih ada juga telpon bertele-tele. Rencananya aku mau kirim per pos waktu aku antar Riku belajar kumon, tapi ngga keburu. Selesai printnya udah jam 6 sore. padahal aku masih harus masak. Mau keluar dan nyetir mobil ke kantor pos besar yang di deket Taman besar juga malas. Kalau disitu pake pos biasa pun bisa sampe besok. Tapi kalau mau masukinnya malam sebelum jam 12 harus bayar ekstra untuk ekspress. Hmmm malas juga ya. Cuman kalo ngga dikirim berarti aku harus antar sendiri ke sana besok. Liat nanti deh apa kata gen. Kali-kali aja dia baik mau anterin ke kantor pos.
Gen pulang jam 9:30. Aku minta tolong kalo dia mau ke kantor pos gede. Dan ternyata dia mau, mumpung belum ganti baju katanya...hehhehe untung deh, jadinya bisa sampe besok sesuai dengan rencana.
Monday, December 04, 2006
Mama...mama harus tidur...
Jam 2 pagi aku terbangun, lalu aku ingin menyelesaikan pekerjaan mencetak undangan yang rencananya akan aku bawa ke kbri nanti sore. Masih banyak yang harus dicetak. So sambil nyicil, aku juga sempat menulis email ke Ishii sensei soal ganti hari mengajar di waseda. Belum sempat menekan tombol send, tiba-tiba riku datang dan berkata: 「ママ、寝ないといけないよ」Mama kamu harus tidur... Dia tahu itu dini hari dan aku masih bekerja, sehingga dia bilang begitu. Aduh anakku baik banget. Lalu aku bilang. 「そうね。仕事はどうでもいいわぁ」Iya ya...masa bodoh dengan pekerjaan. Lalu aku gendong dia bawa kembali ke tempat tidur, dan ikut tidur disamping dia. Aku sempat bilang ke dia. Terima kasih Riku. mama sayang riku... and then dia peluk dan cium aku, lalu bobo...ZzzZZz. I am really happy.
Bangun lagi jam 5:50 an. Lalu klik send email.... dan selama itu komputerku nyala. Dulu aku ngga pernah pikirin soal bayar listrik. skr mulai masuk dalam pikiranku. mungkin aku bisa berhemat jika aku matikan komputernya. Tapi tadi kan cepet2 karena riku terbangun.
Ngeprint terus sampai aku musti antar riku ke penitipan jam 9. Karena tidak ada sepeda, aku antar naik mobil. lalu kembali lagi untuk lanjut print dan siapkan pelajaran hari ini. Keluar rumah lagi jam 1:30 jalan ke halte yang agak jauh untuk ke stasiun kamishaku. Capek. Tertidur enak di dalam kereta, dan sampai di stasiun tamachi jam 3 kurang 5 menit.... lari deh, terlambat 3 menit, karena aku mustinya ngajar jam 3 teng hehehe.
Selesai ngajar, aku sempat beli tinta printer, kertas dan amplop, baru jalan ke kbri. sesampai di sana, ternyata ada acara di lobbynya, sehingga guardnya sangka aku hadir untuk acara itu. no... aku ngga pernah lagi dapat undangan dari kbri loh hihihi. Ketemu pak yan, kasih liat undangan dan surat-surat, tapi terpaksa harus menelan kecewa karena personil di sana sudah banyak ganti, dan panggilannya sudah banyak yang tidak cocok. Berarti nihil dong kerja aku. terpaksa bawa pulang lagi. Aku janji akan kirim besok, dan sampai hari rabu.
Aku liat di HP ku sudah jam 18:08... so aku harus cepat-cepat jalan kembali ke arah stasiun dan naik bus untuk mengajar di sekolah indonesia. Sampai di sana pas jam 18:30. Sempat kesal juga mendapat email ... abis aku bener-bener sibuk, sampai ngga ada waktu untuk makan. lari sana sini. emangnya aku berleha-leha depan komputer terus.
Aku siapkan rekaman pidato Sukarno dan fotokopi puisi dan referensi penyair puisi terkenal dari indonesia, seperti Chairil Anwar, Sutarjo Calzum, Rendra dengan contoh puisinya. Sempat berbicara sedikit. lalu sisa waktu 20 menit terakhir pakai untuk hearing pidato Sukarno waktu proklamasi kemerdekaan. Mereka harus tulis apa yang mereka dengar. Oh ya, sempat juga menetapkan hari untuk bonenkai, pesta tutup tahun di rumahku, yaitu tanggal 26 Desember. tapi aku bilang aku akan konfirm lagi, karena hari ini adalah hari anniversary perkawinanku. Yang ke tujuh. Meskipun aku pikir ngga apa karena toh kita akan mulai makan-minum jam 11 an ...heheheh siang-siang mabok. yang kumpul peminum semua sih.
Pulang dingin.... biasanya aku pulang ke kichijoji, lalu naik bus. Tapi hari ini aku naik sampai ikebukuro. karena sepeda ada di stasiun oiz sejak hari jumat yang lalu. Dan aku takut selasa besok tidak bisa ambil, padahal rabu aku ngajar pagi. Ngga ada sepeda waktu ngajar pagi means terlambat. Dalam dingin mengayuh sepeda.... sambil ngelantur pikiran, tapi sempat merasa hangat waktu melihat hiasan lampu yang dipasang di rumah-rumah. Mengingatkanku bahwa natal sudah di ambang pintu.
Sampai di rumah, ganti baju, tidak sempat makan, langsung bobo temanin riku. Kita biasakan bertiga tidur bersama, sambil baca buku cerita dia. Dan of course, aku juga tertidur sampai pagi. Aku hanya sempat check email sebelum bobo. Kadang ada email penting yang harus aku balas. Tapi untung tidak ada.
Bangun lagi jam 5:50 an. Lalu klik send email.... dan selama itu komputerku nyala. Dulu aku ngga pernah pikirin soal bayar listrik. skr mulai masuk dalam pikiranku. mungkin aku bisa berhemat jika aku matikan komputernya. Tapi tadi kan cepet2 karena riku terbangun.
Ngeprint terus sampai aku musti antar riku ke penitipan jam 9. Karena tidak ada sepeda, aku antar naik mobil. lalu kembali lagi untuk lanjut print dan siapkan pelajaran hari ini. Keluar rumah lagi jam 1:30 jalan ke halte yang agak jauh untuk ke stasiun kamishaku. Capek. Tertidur enak di dalam kereta, dan sampai di stasiun tamachi jam 3 kurang 5 menit.... lari deh, terlambat 3 menit, karena aku mustinya ngajar jam 3 teng hehehe.
Selesai ngajar, aku sempat beli tinta printer, kertas dan amplop, baru jalan ke kbri. sesampai di sana, ternyata ada acara di lobbynya, sehingga guardnya sangka aku hadir untuk acara itu. no... aku ngga pernah lagi dapat undangan dari kbri loh hihihi. Ketemu pak yan, kasih liat undangan dan surat-surat, tapi terpaksa harus menelan kecewa karena personil di sana sudah banyak ganti, dan panggilannya sudah banyak yang tidak cocok. Berarti nihil dong kerja aku. terpaksa bawa pulang lagi. Aku janji akan kirim besok, dan sampai hari rabu.
Aku liat di HP ku sudah jam 18:08... so aku harus cepat-cepat jalan kembali ke arah stasiun dan naik bus untuk mengajar di sekolah indonesia. Sampai di sana pas jam 18:30. Sempat kesal juga mendapat email ... abis aku bener-bener sibuk, sampai ngga ada waktu untuk makan. lari sana sini. emangnya aku berleha-leha depan komputer terus.
Aku siapkan rekaman pidato Sukarno dan fotokopi puisi dan referensi penyair puisi terkenal dari indonesia, seperti Chairil Anwar, Sutarjo Calzum, Rendra dengan contoh puisinya. Sempat berbicara sedikit. lalu sisa waktu 20 menit terakhir pakai untuk hearing pidato Sukarno waktu proklamasi kemerdekaan. Mereka harus tulis apa yang mereka dengar. Oh ya, sempat juga menetapkan hari untuk bonenkai, pesta tutup tahun di rumahku, yaitu tanggal 26 Desember. tapi aku bilang aku akan konfirm lagi, karena hari ini adalah hari anniversary perkawinanku. Yang ke tujuh. Meskipun aku pikir ngga apa karena toh kita akan mulai makan-minum jam 11 an ...heheheh siang-siang mabok. yang kumpul peminum semua sih.
Pulang dingin.... biasanya aku pulang ke kichijoji, lalu naik bus. Tapi hari ini aku naik sampai ikebukuro. karena sepeda ada di stasiun oiz sejak hari jumat yang lalu. Dan aku takut selasa besok tidak bisa ambil, padahal rabu aku ngajar pagi. Ngga ada sepeda waktu ngajar pagi means terlambat. Dalam dingin mengayuh sepeda.... sambil ngelantur pikiran, tapi sempat merasa hangat waktu melihat hiasan lampu yang dipasang di rumah-rumah. Mengingatkanku bahwa natal sudah di ambang pintu.
Sampai di rumah, ganti baju, tidak sempat makan, langsung bobo temanin riku. Kita biasakan bertiga tidur bersama, sambil baca buku cerita dia. Dan of course, aku juga tertidur sampai pagi. Aku hanya sempat check email sebelum bobo. Kadang ada email penting yang harus aku balas. Tapi untung tidak ada.
Sunday, December 03, 2006
................
Riku sudah bertambah ketrampilan untuk membuat bentuk-bentuk dengan blog nya. kali ini dia buat gunting. Dia buat sendiri loh. lalu ada dua lego bentuk manusia, yang dia bilang itu papa dan mama lagi dansa. hihihi

Hasil karya di penitipan. menempel daun kering yang diambil di taman. Gambar anpanmannya sensei yang gambar tapi riku mulai bisa meniru.

Riku dengan mainannya

Hasil karya di penitipan. menempel daun kering yang diambil di taman. Gambar anpanmannya sensei yang gambar tapi riku mulai bisa meniru.

Riku dengan mainannya
Saturday, December 02, 2006
<流行語大賞>今年は「イナバウアー」と「品格」
今年の「ユーキャン新語・流行語大賞」(現代用語の基礎知識選)に、「国家の品格」の著者で数学者、藤原正彦さん=お茶の水女子大教授=の「品格」と、トリノ五輪フィギュアスケートの金メダリスト、荒川静香さんの「イナバウアー」が選ばれ、1日に東京都内で表彰式があった。
藤原さんは「本のおかげで品格の無いことができなくなった。『流行より伝統の方が大事』と書いたが(流行語大賞の)受賞はうれしい」と笑いを誘った。上半身を反らせる「イナバウアー」の荒川さんはビデオレターで「五輪に出て良かった」と喜んだ。
「たらこ・たらこ・たらこ」でトップ10入りした「キグルミ」の2人は「はやっていると思わなかったのでうれしい」。踊りながら歌い、報道陣のフラッシュを浴びた。
その他のトップ10は以下の通り。(50音順)
エロカッコイイ(倖田來未さん)▽格差社会(山田昌弘・東京学芸大教授)▽シンジラレナ~イ(日本ハムのトレイ・ヒルマン監督)▽脳トレ(川島隆太・東北大教授)▽ハンカチ王子(早稲田実業高野球部、斎藤佑樹投手)▽mixi(ミクシィの笠原健治社長)▽メタボリックシンドローム(日本内科学会)【苅田伸宏】
藤原さんは「本のおかげで品格の無いことができなくなった。『流行より伝統の方が大事』と書いたが(流行語大賞の)受賞はうれしい」と笑いを誘った。上半身を反らせる「イナバウアー」の荒川さんはビデオレターで「五輪に出て良かった」と喜んだ。
「たらこ・たらこ・たらこ」でトップ10入りした「キグルミ」の2人は「はやっていると思わなかったのでうれしい」。踊りながら歌い、報道陣のフラッシュを浴びた。
その他のトップ10は以下の通り。(50音順)
エロカッコイイ(倖田來未さん)▽格差社会(山田昌弘・東京学芸大教授)▽シンジラレナ~イ(日本ハムのトレイ・ヒルマン監督)▽脳トレ(川島隆太・東北大教授)▽ハンカチ王子(早稲田実業高野球部、斎藤佑樹投手)▽mixi(ミクシィの笠原健治社長)▽メタボリックシンドローム(日本内科学会)【苅田伸宏】
Kebiasaan membaca
Ronald McDonald's Reading Corner
Tingkatkan Kegemaran Membaca Anak
JAKARTA, KCM - Tentu menyenangkan mengajak anak usia sekolah peduli pada kegemaran membaca. Pasalnya, menilik laporan Bank Dunia Nomor 16369-IND dan Studi International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA) di Asia Timur pada 2000, Indonesia menempati posisi terendah pada skala kebiasaan membaca.
Ketimbang negara tetangga sekitar, kebiasaan membaca anak Indonesia berada pada skor 51,7. Angka ini tentu tak sebanding dengan Hong Kong yang memiliki skor 75,5 atau Singapura (74,0), maupun Thailand (65,1).
Bahkan, dengan Filipina saja, Indonesia masih kalah. Negeri yang letaknya di utara Nusantara itu berada pada skor 52,6 untuk skala kebiasaan membaca anak.
Bertolak dari situlah, seperti dikatakan Rini T Wardani, Communications Manager McDonald’s Indonesia, kepada pers, Rabu (29/11), dalam peresmian Ronald McDonald’s Reading Corner di gerai McDonald’s Pondok Indah, Jakarta Selatan, pihaknya memberikan penekanan pada kepedulian pendidikan anak Indonesia. Ronald McDonald’s Reading Corner, ungkap Rini, menjadi bagian dari tradisi tahunan World Children’s Day (WCD). "Kami tergerak menjadikan WCD sebagai program sosial kami lebih jangka panjang," katanya.
Ronald McDonald’s Reading Corner, papar Rini, secara prinsip dapat direalisasikan di semua gerai McDonald’s. "Asal tersedia ruangan yang mencukupi pada gerai-gerai kami," kata Rini seraya menambahkan sekitar 60 sampai dengan 70 persen dari 50-an gerai McDonald’s di Jabodetabek bisa menyediakan ruangan untuk Ronald McDonald’s Reading Corner.
Dalam pengamatan di Pondok Indah itu, Ronald McDonald’s Reading Corner berada di lantai dua gerai. Dialasi karpet hijau berikut rak merah penuh berisi buku, ruang baca dimaksud berukuran 3 meter kali 2 meter. Lengkap dengan pengatur suhu udara, ruang baca terasa nyaman untuk anak-anak menyalurkan hasrat membaca mereka.
istimewa
Rini Wardhani (Communication Manager McDonald's Indonesia) bersama anak-anak dari taman bacaan KKS Melati membaca buku bersama di Ronald McDonald's Reading Corner.
Rencananya, hingga April 2007, akan ada sepuluh gerai McDonald’s di Jabodetabek yang memiliki Ronald McDonald’s Reading Corner. Kalau dilihat dari ketersediaan ruangan, jelas Rini, gerai-gerai McDonald’s seperti di Hero Bekasi, Sarinah, Cibubur, dan Graha Cijantung memadai untuk dibuatkan Ronald McDonald’s Reading Corner.
Kendati demikian, Rini mengakui, Ronald McDonald’s Reading Corner terselenggara berkat kerja sama pihaknya dengan kelompok masyarakat yang peduli seperti halnya Forum Indonesia Membaca (FIM). "Kami juga bekerja sama dengan pihak-pihak penerbit buku untuk menyediakan bacaan-bacaan yang baik untuk anak-anak," kata Rini.
WCD 2006 yang merupakan rangkaian program sosial McDonald’s seluruh dunia digelar pertama kali pada 2002. Untuk tahun ini, WCD dimulai serentak pada 20 November.
Di Indonesia, WCD selain Ronald McDonald’s Reading Corner tadi juga berisi kegiatan seperti book drop di sejumlah SD, SMP, dan SMA di Jabodetabek. Tak hanya itu, McDonald’s Indonesia juga menunjuk Vincent dan Desta (keduanya personel band Club 80’s) menjadi "Duta WCD".
Tak hanya itu, penggalangan dana WCD seperti penjualan stiker "Helping Hand", sumbangan buku, dan uang dari kotak donasi pada gerai McDonald’s terus dijalankan. McDonald’s pun masih tetap menyisihkan 2,5 persen hasil penjualan french fries pada November hingga Desember 2006 untuk kegiatan ini. Sementara, target WCD 2006 adalah terkumpulnya dana sebanyak Rp1,5 miliar.
Penulis: primus
Tingkatkan Kegemaran Membaca Anak
JAKARTA, KCM - Tentu menyenangkan mengajak anak usia sekolah peduli pada kegemaran membaca. Pasalnya, menilik laporan Bank Dunia Nomor 16369-IND dan Studi International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA) di Asia Timur pada 2000, Indonesia menempati posisi terendah pada skala kebiasaan membaca.
Ketimbang negara tetangga sekitar, kebiasaan membaca anak Indonesia berada pada skor 51,7. Angka ini tentu tak sebanding dengan Hong Kong yang memiliki skor 75,5 atau Singapura (74,0), maupun Thailand (65,1).
Bahkan, dengan Filipina saja, Indonesia masih kalah. Negeri yang letaknya di utara Nusantara itu berada pada skor 52,6 untuk skala kebiasaan membaca anak.
Bertolak dari situlah, seperti dikatakan Rini T Wardani, Communications Manager McDonald’s Indonesia, kepada pers, Rabu (29/11), dalam peresmian Ronald McDonald’s Reading Corner di gerai McDonald’s Pondok Indah, Jakarta Selatan, pihaknya memberikan penekanan pada kepedulian pendidikan anak Indonesia. Ronald McDonald’s Reading Corner, ungkap Rini, menjadi bagian dari tradisi tahunan World Children’s Day (WCD). "Kami tergerak menjadikan WCD sebagai program sosial kami lebih jangka panjang," katanya.
Ronald McDonald’s Reading Corner, papar Rini, secara prinsip dapat direalisasikan di semua gerai McDonald’s. "Asal tersedia ruangan yang mencukupi pada gerai-gerai kami," kata Rini seraya menambahkan sekitar 60 sampai dengan 70 persen dari 50-an gerai McDonald’s di Jabodetabek bisa menyediakan ruangan untuk Ronald McDonald’s Reading Corner.
Dalam pengamatan di Pondok Indah itu, Ronald McDonald’s Reading Corner berada di lantai dua gerai. Dialasi karpet hijau berikut rak merah penuh berisi buku, ruang baca dimaksud berukuran 3 meter kali 2 meter. Lengkap dengan pengatur suhu udara, ruang baca terasa nyaman untuk anak-anak menyalurkan hasrat membaca mereka.
istimewa
Rini Wardhani (Communication Manager McDonald's Indonesia) bersama anak-anak dari taman bacaan KKS Melati membaca buku bersama di Ronald McDonald's Reading Corner.
Rencananya, hingga April 2007, akan ada sepuluh gerai McDonald’s di Jabodetabek yang memiliki Ronald McDonald’s Reading Corner. Kalau dilihat dari ketersediaan ruangan, jelas Rini, gerai-gerai McDonald’s seperti di Hero Bekasi, Sarinah, Cibubur, dan Graha Cijantung memadai untuk dibuatkan Ronald McDonald’s Reading Corner.
Kendati demikian, Rini mengakui, Ronald McDonald’s Reading Corner terselenggara berkat kerja sama pihaknya dengan kelompok masyarakat yang peduli seperti halnya Forum Indonesia Membaca (FIM). "Kami juga bekerja sama dengan pihak-pihak penerbit buku untuk menyediakan bacaan-bacaan yang baik untuk anak-anak," kata Rini.
WCD 2006 yang merupakan rangkaian program sosial McDonald’s seluruh dunia digelar pertama kali pada 2002. Untuk tahun ini, WCD dimulai serentak pada 20 November.
Di Indonesia, WCD selain Ronald McDonald’s Reading Corner tadi juga berisi kegiatan seperti book drop di sejumlah SD, SMP, dan SMA di Jabodetabek. Tak hanya itu, McDonald’s Indonesia juga menunjuk Vincent dan Desta (keduanya personel band Club 80’s) menjadi "Duta WCD".
Tak hanya itu, penggalangan dana WCD seperti penjualan stiker "Helping Hand", sumbangan buku, dan uang dari kotak donasi pada gerai McDonald’s terus dijalankan. McDonald’s pun masih tetap menyisihkan 2,5 persen hasil penjualan french fries pada November hingga Desember 2006 untuk kegiatan ini. Sementara, target WCD 2006 adalah terkumpulnya dana sebanyak Rp1,5 miliar.
Penulis: primus
UUD45 dalam bahasa daerah
UUD 1945 Diterjemahkan ke Empat Bahasa Daerah
Laporan Wartawan Kompas Yulvianus Harjono
BANDUNG, KOMPAS--Mahkamah Konstitusi bekerjasama dengan sejumlah lembaga pendidikan di daerah menerjemahkan Undang-Undang Dasar 1945 ke sedikitnya empat bahasa daerah, yaitu Jawa, Bali, Arab Melayu, dan Sunda. Produk alih bahasa ini ditujukan ke masyarakat penutur di daerah pelosok, khususnya komunitas adat terpencil.
”Mengacu pada prinsip negara demokrasi, sudah sepantasnya jika konstitusi kita bisa dipahami dan dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat. Persoalannya sekarang, kan masih ada masyarakat penutur di pelosok yang belum memahami Bahasa Indonesia. Inilah yang kemudian menjadi sasaran alih bahasa ini,” ujar Karna Yudibrata, Ketua Tim Penerjemah UUD 1945 versi Bahasa Sunda, Jumat (1/12).
UUD 1945 versi Bahasa Sunda merupakan naskah terjemahan terakhir yang kini tengah digarap serius MK dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Naskah yang disusun selama lima bulan terakhir ini masih berbentuk rancangan. Sehingga, masih harus dikritisi dan disempurnakan oleh ahli bahasa setempat.
Penggarapan naskah UUD 1945 ke versi bahasa sunda ini salah satunya berdasarkan pertimbangan bahwa Bahasa Sunda merupakan bahasa dengan masyarakat penutur kedua terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 27 juta orang. Bahasa daerah ini terutama dipergunakan di wilayah kawasan selatan Provinsi Banten, mayoritas Jawa Barat, bahkan melebar hingga Cilacap dan Brebes di Jawa Tengah.
Laporan Wartawan Kompas Yulvianus Harjono
BANDUNG, KOMPAS--Mahkamah Konstitusi bekerjasama dengan sejumlah lembaga pendidikan di daerah menerjemahkan Undang-Undang Dasar 1945 ke sedikitnya empat bahasa daerah, yaitu Jawa, Bali, Arab Melayu, dan Sunda. Produk alih bahasa ini ditujukan ke masyarakat penutur di daerah pelosok, khususnya komunitas adat terpencil.
”Mengacu pada prinsip negara demokrasi, sudah sepantasnya jika konstitusi kita bisa dipahami dan dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat. Persoalannya sekarang, kan masih ada masyarakat penutur di pelosok yang belum memahami Bahasa Indonesia. Inilah yang kemudian menjadi sasaran alih bahasa ini,” ujar Karna Yudibrata, Ketua Tim Penerjemah UUD 1945 versi Bahasa Sunda, Jumat (1/12).
UUD 1945 versi Bahasa Sunda merupakan naskah terjemahan terakhir yang kini tengah digarap serius MK dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Naskah yang disusun selama lima bulan terakhir ini masih berbentuk rancangan. Sehingga, masih harus dikritisi dan disempurnakan oleh ahli bahasa setempat.
Penggarapan naskah UUD 1945 ke versi bahasa sunda ini salah satunya berdasarkan pertimbangan bahwa Bahasa Sunda merupakan bahasa dengan masyarakat penutur kedua terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 27 juta orang. Bahasa daerah ini terutama dipergunakan di wilayah kawasan selatan Provinsi Banten, mayoritas Jawa Barat, bahkan melebar hingga Cilacap dan Brebes di Jawa Tengah.
Thursday, November 30, 2006
Nice story and sad story
why sad story i called nice story? i will not say it nice, if the person is me.
Woke up in the morning, and i read some emails. I felt iritated because too much junk emails in my inbox. it seems that my email address (or half of it) is very popular so that many advertisement delivered. but i cried when i read this story:
Girl: Slow down, I'm scared.
Guy: No, this is fun.
Girl: No it's not. Please it's too scary!
Guy: Then tell me you love me.
Girl: Fine I love you. Slow down!
Guy: Now give me a BIG hug.
Girl : *hugs him*
Guy: Can you take my helmet off and put
it on yourself? It's bugging me.
Girl: Alright, now slow down
Guy: I love you babe
Girl: I love you too, please just slow down
now! Please...
(in the paper the next day):
A motorcycle had crashed into a building
because of brake failure. Two people were on it,
but only 1 had survived.
The truth was that halfway down the road, the guy
realized that his brakes broke, but he didn't want to
let the girl know. Instead, he had her say she loved
him and felt her hug one last time, then he had her
wear his helmet so that she would live even though
it meant that he would die.
If u love any one this much re-post
this ....and....the love of your life will
realize they feel the same ....
pfff... he gave his soul to the girl. ,,,
May peace prevail on earth.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini dimulai dengan air mata akibat membaca cerita di atas tadi. Tapi akhirnya ditutup juga dengan airmata sampai mata sembab....
Waktu mau antar riku, riku tidak mau pergi ke penitipan. so aku bilang, kamu ngga mau ke taman? "nggak". "OK kalau gitu kita berangkat jam 11, karena mama ada kerja, dan jam 11 kalian makan siang di penitipan"
Tapi waktu mau berangkat riku tidak mau pergi, atau lelet siap-siapnya, sehingga aku jadi kesal. Setiap apa yang aku minta atau tanya dia tidak mau. OK lalu aku bilang "OK terserah riku... tidak mau pergi ok. tapi mama harus pergi kerja. mama juga mau tinggal di rumah tidak kerja sama sekali. duduuuuuk terus sama riku. Tapi dengan begitu mama tidak bisa membelikan riku permen, coklat, ice cream atau mainan. Dan kalau riku memang tidak mau, ya berarti mama tidak usah kerja. Mama juga butuh kerja untuk bisa beli tiket pesawat. Riku tinggal dengan papa mama riku. Papa gen kalau mau ketemu papa mama cukup naik mobil, sampai dan bisa bertemu. Tapi mama kalau mau ketemu papa dan mama, opa dan oma, mama harus naik pesawat. dan biaya pesawat mahal. Mama juga mau ketemu sama papa dan mama.... mama sedih ..." Lalu aku tidak bisa menahan aku nangis tersedu-sedu. Aku juga manusia bisa. aku kangen orang tua. apalagi di saat menjelang natal begini, ingin aku terbang pulang. tapi tidak bisa. Atau aku ingin kirim hadiah natal untuk mereka. itupun aku tidak bisa. karena memang tidak ada dana untuk itu. Masih banyak pengeluaran aku yang tertunda, belum bisa aku bayarkan.
Aku menangis...
Riku menangis...
bukan salah dia membuat aku menangis
bukan salah dia dia mau manja sama aku
dia juga mau peluk aku terus, merasakan kehangatan badanku terutama di musim dingin begini.
Aku juga mau memeluk papa mamaku di saat seperti ini.
kenapa manusia harus menjadi dewasa????
Akhirnya aku bilang riku...."kita pergi yuk,nanti snesei kamu tunggu kamu makan. Mama nanti pulang kerja langsung jemput riku dna kita main bersama ya..." Lalu dia mau ikut dan kita berdua dengan mata merah pergi berangkat naik sepeda.
Sesampai di bawah, ternyata hujan rintik-rintik padahal kita tidak bawa payung. Huh menurut ramalan cuaca tidak hujan hari ini. kenapa tiba-tiba hujan begini?
Lalu aku bilang riku "kita ke atas lagi, mama harus ambil payung."
"Kita naik mobil aja ma..."
"Tidak bisa, selain tidka ada kunci mobil, mama mau langsung berangkat kerja, dan di tempat kerja mama tidak bisa parkir mobil"
so, kita kembali ke atas dan ambil payung.
Ke rekaman.... Sebelumnya di dalam kereta aku melihat iklan mansion dengan sewa rumah bebas 3 bulan gratis. wah ...di mana tuh. apa memang kita harus pindah ya. sewa rumah yang sekarang terlalu mahal. tapi memang dekat kalau mau ke sekolah TK riku nantinya. Mau kemana2 bisa naik bus. Kalau terlalu dekat stasiun malahan sulit kalau mau keluar naik mobil..... pikir-punya-pikir emang tempat yang sekarang masih paling bagus.
sesudah rekaman itulah ada berita buruk. ternyata siaran berita berbahasa asing di radio interfm akan dihentikan. memang kantor ini sudah morat-marit. sponsor banyak yang berkurang, lalu dibeli oleh anak perusahaan TV Tokyo. dan sejak ini saja gaji pegawai udah dipotong 20%. Tinggal tunggu dut nya aja kayaknya. Soalnya tanpa kehadiran bahasa asing-bahasa asing ini, warna internasional dari radio akan berubah. apalagi ijin pendirian stasiun ini karena bertujuan untuk memberikan informasi kepada warga asing jika terjadi gempa bumi besar dalam bahasa masing-masing. Niat emang baik dan mulia, tapi setelah 10 tahun sulit untuk dilanjutkan. Entahlah.
kalau dipikir waktu 10 tahun cukup lama. cukup lama untuk bisa bertahan. tapi kehilanganuatu rutinitas yang dilakukan selama 10 tahun juga cukup membuat panik. Waktu acara musik aku dihentikan setelah 4 tahun, aku sempat menangis dalam rekaman terakhir. Sedih rasanya. Tapi ini, 10 tahun.... aku masih bisa tersenyum waktu diberitahukan production managernya. Aku juga masih bisa mengajar dnegan semangat meskipun awalnya agak lunglai di tppan. dan masih bisa pulang jemput riku dan ajak pulang.
Sesampai di rumah, buka email, hanya untuk membuang junk mail. malas siapkan makan. tapi aku mulai merasa lapar. memang seharian aku tidak makan. sempat merasa lapar sebelum rekaman, lalu aku minum sup jagung. Setelah itu perut rasanya juga mati rasa. Aku masak green curry ala thailand. Pakai ayam dan terong saja. Sambil tunggu gen pulang, kemudian aku baca sms dari gen sekitar jam 8:30 bahwa dia sudah di stasiun. Lalu aku periksa email. dan aku dapat email dari gen , balasan email aku yang mengabarkan soal kerjaan aku di radio ini. Beruntunglah aku mempunyai suami sebaik gen, yang bisa mengerti betapa berartinya pekerjaan ini buatku. dan dia tahu aku pasti sedih, jadi waktu pulang dia belikan aku wine. "Kamu pasti mau minum ya"
Aku sambut dia dengan mata sembab, menangis membaca emailnya yang penuh pengertian.
"ku mau minum. tapi aku belum makan, jadi aku makan nasi dulu ya, baru minum winenya.". Kami bertiga makan diawali dengan doa. Gen bukan katolik, tapi di saat saat aku sedih dan panik seperti ini dia yang mengulang kembali ayat-ayat atau tindakan yang seharusnya aku lakukan. "Even the birds do not worry about tommorow, why should you."Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan esok hari, karena Allah telah menyiapkannya. Memang tapi panik tetaplah panik. meskipun rasanya bisa sedikit lega setelah nangis terus. Dia bilang mungkin Tuhan memang sudah punya rencana untuk kamu. Kamu harus lebih konsentrasi sebagai dosen, atau kamu malah harus belajar lagi di program doktor.....
Masih ada 4 kali rekaman. semoga aku bisa membaca berita terakhir tanpa mengeluarkan airmata.... dan bisa menghadapi esok hari dengan tersenyum.
otsukaresamadeshita....
imelda
Woke up in the morning, and i read some emails. I felt iritated because too much junk emails in my inbox. it seems that my email address (or half of it) is very popular so that many advertisement delivered. but i cried when i read this story:
Girl: Slow down, I'm scared.
Guy: No, this is fun.
Girl: No it's not. Please it's too scary!
Guy: Then tell me you love me.
Girl: Fine I love you. Slow down!
Guy: Now give me a BIG hug.
Girl : *hugs him*
Guy: Can you take my helmet off and put
it on yourself? It's bugging me.
Girl: Alright, now slow down
Guy: I love you babe
Girl: I love you too, please just slow down
now! Please...
(in the paper the next day):
A motorcycle had crashed into a building
because of brake failure. Two people were on it,
but only 1 had survived.
The truth was that halfway down the road, the guy
realized that his brakes broke, but he didn't want to
let the girl know. Instead, he had her say she loved
him and felt her hug one last time, then he had her
wear his helmet so that she would live even though
it meant that he would die.
If u love any one this much re-post
this ....and....the love of your life will
realize they feel the same ....
pfff... he gave his soul to the girl. ,,,
May peace prevail on earth.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini dimulai dengan air mata akibat membaca cerita di atas tadi. Tapi akhirnya ditutup juga dengan airmata sampai mata sembab....
Waktu mau antar riku, riku tidak mau pergi ke penitipan. so aku bilang, kamu ngga mau ke taman? "nggak". "OK kalau gitu kita berangkat jam 11, karena mama ada kerja, dan jam 11 kalian makan siang di penitipan"
Tapi waktu mau berangkat riku tidak mau pergi, atau lelet siap-siapnya, sehingga aku jadi kesal. Setiap apa yang aku minta atau tanya dia tidak mau. OK lalu aku bilang "OK terserah riku... tidak mau pergi ok. tapi mama harus pergi kerja. mama juga mau tinggal di rumah tidak kerja sama sekali. duduuuuuk terus sama riku. Tapi dengan begitu mama tidak bisa membelikan riku permen, coklat, ice cream atau mainan. Dan kalau riku memang tidak mau, ya berarti mama tidak usah kerja. Mama juga butuh kerja untuk bisa beli tiket pesawat. Riku tinggal dengan papa mama riku. Papa gen kalau mau ketemu papa mama cukup naik mobil, sampai dan bisa bertemu. Tapi mama kalau mau ketemu papa dan mama, opa dan oma, mama harus naik pesawat. dan biaya pesawat mahal. Mama juga mau ketemu sama papa dan mama.... mama sedih ..." Lalu aku tidak bisa menahan aku nangis tersedu-sedu. Aku juga manusia bisa. aku kangen orang tua. apalagi di saat menjelang natal begini, ingin aku terbang pulang. tapi tidak bisa. Atau aku ingin kirim hadiah natal untuk mereka. itupun aku tidak bisa. karena memang tidak ada dana untuk itu. Masih banyak pengeluaran aku yang tertunda, belum bisa aku bayarkan.
Aku menangis...
Riku menangis...
bukan salah dia membuat aku menangis
bukan salah dia dia mau manja sama aku
dia juga mau peluk aku terus, merasakan kehangatan badanku terutama di musim dingin begini.
Aku juga mau memeluk papa mamaku di saat seperti ini.
kenapa manusia harus menjadi dewasa????
Akhirnya aku bilang riku...."kita pergi yuk,nanti snesei kamu tunggu kamu makan. Mama nanti pulang kerja langsung jemput riku dna kita main bersama ya..." Lalu dia mau ikut dan kita berdua dengan mata merah pergi berangkat naik sepeda.
Sesampai di bawah, ternyata hujan rintik-rintik padahal kita tidak bawa payung. Huh menurut ramalan cuaca tidak hujan hari ini. kenapa tiba-tiba hujan begini?
Lalu aku bilang riku "kita ke atas lagi, mama harus ambil payung."
"Kita naik mobil aja ma..."
"Tidak bisa, selain tidka ada kunci mobil, mama mau langsung berangkat kerja, dan di tempat kerja mama tidak bisa parkir mobil"
so, kita kembali ke atas dan ambil payung.
Ke rekaman.... Sebelumnya di dalam kereta aku melihat iklan mansion dengan sewa rumah bebas 3 bulan gratis. wah ...di mana tuh. apa memang kita harus pindah ya. sewa rumah yang sekarang terlalu mahal. tapi memang dekat kalau mau ke sekolah TK riku nantinya. Mau kemana2 bisa naik bus. Kalau terlalu dekat stasiun malahan sulit kalau mau keluar naik mobil..... pikir-punya-pikir emang tempat yang sekarang masih paling bagus.
sesudah rekaman itulah ada berita buruk. ternyata siaran berita berbahasa asing di radio interfm akan dihentikan. memang kantor ini sudah morat-marit. sponsor banyak yang berkurang, lalu dibeli oleh anak perusahaan TV Tokyo. dan sejak ini saja gaji pegawai udah dipotong 20%. Tinggal tunggu dut nya aja kayaknya. Soalnya tanpa kehadiran bahasa asing-bahasa asing ini, warna internasional dari radio akan berubah. apalagi ijin pendirian stasiun ini karena bertujuan untuk memberikan informasi kepada warga asing jika terjadi gempa bumi besar dalam bahasa masing-masing. Niat emang baik dan mulia, tapi setelah 10 tahun sulit untuk dilanjutkan. Entahlah.
kalau dipikir waktu 10 tahun cukup lama. cukup lama untuk bisa bertahan. tapi kehilanganuatu rutinitas yang dilakukan selama 10 tahun juga cukup membuat panik. Waktu acara musik aku dihentikan setelah 4 tahun, aku sempat menangis dalam rekaman terakhir. Sedih rasanya. Tapi ini, 10 tahun.... aku masih bisa tersenyum waktu diberitahukan production managernya. Aku juga masih bisa mengajar dnegan semangat meskipun awalnya agak lunglai di tppan. dan masih bisa pulang jemput riku dan ajak pulang.
Sesampai di rumah, buka email, hanya untuk membuang junk mail. malas siapkan makan. tapi aku mulai merasa lapar. memang seharian aku tidak makan. sempat merasa lapar sebelum rekaman, lalu aku minum sup jagung. Setelah itu perut rasanya juga mati rasa. Aku masak green curry ala thailand. Pakai ayam dan terong saja. Sambil tunggu gen pulang, kemudian aku baca sms dari gen sekitar jam 8:30 bahwa dia sudah di stasiun. Lalu aku periksa email. dan aku dapat email dari gen , balasan email aku yang mengabarkan soal kerjaan aku di radio ini. Beruntunglah aku mempunyai suami sebaik gen, yang bisa mengerti betapa berartinya pekerjaan ini buatku. dan dia tahu aku pasti sedih, jadi waktu pulang dia belikan aku wine. "Kamu pasti mau minum ya"
Aku sambut dia dengan mata sembab, menangis membaca emailnya yang penuh pengertian.
"ku mau minum. tapi aku belum makan, jadi aku makan nasi dulu ya, baru minum winenya.". Kami bertiga makan diawali dengan doa. Gen bukan katolik, tapi di saat saat aku sedih dan panik seperti ini dia yang mengulang kembali ayat-ayat atau tindakan yang seharusnya aku lakukan. "Even the birds do not worry about tommorow, why should you."Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan esok hari, karena Allah telah menyiapkannya. Memang tapi panik tetaplah panik. meskipun rasanya bisa sedikit lega setelah nangis terus. Dia bilang mungkin Tuhan memang sudah punya rencana untuk kamu. Kamu harus lebih konsentrasi sebagai dosen, atau kamu malah harus belajar lagi di program doktor.....
Masih ada 4 kali rekaman. semoga aku bisa membaca berita terakhir tanpa mengeluarkan airmata.... dan bisa menghadapi esok hari dengan tersenyum.
otsukaresamadeshita....
imelda
食事抜き「抵抗感じない」20歳代の半数超…読売調査
(読売新聞 - 11月29日 20:01)
読売新聞社の「食生活と食育」に関する全国世論調査(11、12日実施、面接方式)で、食事を抜くことに「抵抗がある」人は、「非常に」「多少は」を合わせて71%だった。
「抵抗はない」は計29%だったが、年代別にみると、20歳代が最も多く、52%と半数を超えた。次いで、30歳代が37%、40歳代が31%。60歳代は20%、70歳以上は18%で、若い世代ほど抵抗感がないとの傾向が明らかになった。
今の自分の食生活に満足しているかでは、「満足している」は「非常に」「多少は」を合わせて86%で、「不満だ」の計13%を大きく上回った。ただ、年代別にみると、20歳代は69%にとどまった。
読売新聞社の「食生活と食育」に関する全国世論調査(11、12日実施、面接方式)で、食事を抜くことに「抵抗がある」人は、「非常に」「多少は」を合わせて71%だった。
「抵抗はない」は計29%だったが、年代別にみると、20歳代が最も多く、52%と半数を超えた。次いで、30歳代が37%、40歳代が31%。60歳代は20%、70歳以上は18%で、若い世代ほど抵抗感がないとの傾向が明らかになった。
今の自分の食生活に満足しているかでは、「満足している」は「非常に」「多少は」を合わせて86%で、「不満だ」の計13%を大きく上回った。ただ、年代別にみると、20歳代は69%にとどまった。
Tuesday, November 28, 2006
berhitung
Subscribe to:
Posts (Atom)
