Wednesday, November 01, 2006

Pendaftaran Taman Kanak-kanak


Hari ini aku harus pergi ke TKK dekat rumah untuk mendaftar dan interview. Terasa deh susahnya jadi ibu. Dan ini akan berlangsung terus sampai Riku Universitas. Pagi jam 6 aku sudah bangun, dan membuat sandal slipper untuk riku. Aku memang lupa bahwa kita disuruh bawa slipper. Kalau untuk aku sih bisa beli (kebetulan aku baru saja buang semua slipper yang ada di rumah karena sudah butut) Tapi untuk riku ngga ada yang jual jam segini. Sambil bobo kemarin aku punya akal untuk buat aja sendiri dari slippernya hotel. Kan terbuat dari kain dan kertas yang agak tebal, sehingga mungkin masih bisa diakalin. Kalau dia hadashi, nanti akan kelihatan sekali. So jadi deh ...

Ok terus aku bangunin Riku. Kita musti ada di sana jam 8:30. Dan pasti harus antri. Kalau kita nomornya melewati batas diterima, maka kita bisa-bisa tidak diterima. Jangan sampai hal ini terjadi. Biasa, orang jepang kan paling suka antri sebelum waktunya. Liat aja tuh toko pachinko, buka jam 10 dari jam 9:30 udah banyak yang antri. Huh dasar...

Riku agak malas bangun, tapi aku bilang kita musti ke sekolah untuk riku. so please. Nanti sesudah itu makan sama-sama di restoran. Aku pikir kita keluar jam 8 aja, santai-santai menuju ke TK itu naik sepeda. Waktu mau pakaikan baju, sempat mikir juga. Pasti yang lain pakai jas. tapi riku ngga punya jas. So pakai aja lengan panjang dan celana panjang yang hitam. Aku juga ngga mau beli jas hanya untuk keperluan satu hari itu saja. Emangnya murah apa?

So, kita sampai di TK itu jam 8:15, dan kita dapat nomor urut 30. So bayangin didepan kita sudah ada minimum 29 orang x2 (ibu dan anak, ada juga yang bertiga dengan bapaknya... duh) Karena masih kepagian kita disuruh tunggu di kelas. Masuk kelas TK, lucu juga semuanya rendah dan kecil-kecil. Tapi yang menakutkan semuanya seragam. bantalan kursi, kantong makanan, kotak untuk alat tulis dan buku, semuanya diberi nama. Hmmm seragam semua. Ini lagi nih salah satu kebudayaan Jepang, ngga ada yang mau menonjol sendiri. But noway, aku adalah aku, aku akan usahakan yang aku bisa, tapi aku juga tidak mau sama seperti mereka jika aku anggap perlu.

Kita dipanggil menurut nomor untuk membayar dulu uang pendaftaran dan menerima badge nomor untuk interview. Karena Riku berumur 4 tahun masuk program 2 nen hoiku. hanya 2 tahun, sedangkan yang berumur 3 tahun masuk program 3 nen hoiku. 3 Tahun mereka di sekolah yang sama. Aku ingat bener dulu aku masuk TK umur 5 tahun jadi cuman 1 tahun di TK. Dan biasanya dulu begitu. Novi, adikku masuk dari umur 4 tahun, bosan dia di TK. Nah...gimana kalo 3 tahun? pasti bosan sekali ya. Ini aja Riku di hoikuen aja udah bosen. padahal kerjanya main terus.

Sambil tunggu giliran kita tunggu lagi di kelas. Kebetulan ada anak yang duduk di sebelah kita namanya Hayashi Riku dan dia juga program 2 th. Lalu aku senyum dan bilang wah namanya sama ya. nanti bisa satu kelas ya... Duh ibunya diam saja, sama sekali ngga ada senyum... Dan aku sadar dia anggap aku rivalnya. Bener deh semua ibu-ibu pasang muka seram. Berkelakuan baiiiik semua, anak-anaknya semua anteng-anteng pake jas, atau dress up deh pokoknya. Duh belum apa-apa udah kayak perang gini. Aku sih cuek aja, kalo sampai riku tidak keterima, ya udah. berarti emang nasib riku harus di hoikuen terus dan main sama mamanya di rumah. Pokoknya TK bukanlah kewajiban di jepang. Aku masih ingat ada guru TK yang tidak memasukkan anaknya ke TK dan bilang buat apa masukin ke TK...hihihi

Begitu nomor kita dipanggil. Riku dibawa masuk ke dalam kelas, lalu disuruh oleh gurunya untuk melompati lingkaran, lalu menepuk tamborin dan lompat, kemudian kembali ke tempat. Aku liat badan Riku yang terbesar diantara semua. Heheheh badan gede hati kecil... Kemudian setelah itu Riku keluar, dan masuk ke kelas interview dengan guru berdua aku. Pertama Riku ditanya soal warna. Waktu ditunjukkan riku bilang orange, heheh maunya si guru merah. Tapi emang bener riku sih soalnya warna vermilion, jadi merah keoranyean. Sesudah itu hijau dan kuning, riku bisa sebutkan tanpa salah. Lalu ditanya soal bentuk. segitiga...Riku bilang shiranai (tidak tahu... padahal dia sering bilang di rumah) lalu oleh gurunya diberitahu dan disuruh ulang. Kemudian bundar, ini dia bisa. lalu persegi , nah ini aku emang ngga pernah ajarin. Shikaku. Untung aja Riku misalnya tidak tahu dia bilang dengan suara yang keras ..shiranai. Jadi itu impress gurunya juga. Kemudian gurunya tanya aku, apa riku ada penyakit, sudah tidak pakai pampers dan apakah ada sodara di TK ini. Duh masa tanyanya kayak gitu yang udah ada di kertas semua. Sebel juga aku, jangan-jangan dia takut tanya yang susah dan aku ngga bisa jawab karena aku gaijin. Bener juga setelah selesai dia bilang, okasan pintar ya bahasa jepangnya. Bah.... (soal ini menjadi topik hangat sesudahnya dalam pembicaraan dengan hoshikawa san)

Kita disuruh kembali lagi setelah jam 13:30. Ceritanya sampai dengan jam 1 kalau ada yang gagal akan ditelepon ke rumah masing-masing. Riku bermain perosotan di taman TK itu sebentar lalu kita pulang. Tadinya mau aku ajak ke Royal Host, tapi waktu liat ada toko sushi dia minta beli sushi. Bagus juga sih, jadi bisa makan di rumah aja. Di rumah kita makan bersama dan nonton tv. Mau dibilang deg degan sih ngga juga, tapi tanggung kalo mau tidur lagi, padahal aku ngantuk sekali.

Jam 1 lewat ngga ada telepon, so berarti lulus, jadi aku siapkan dokumen untuk buat rekening bank untuk pembayaran uang sekolah. Sebelum ke TK aku bikin fotokopi dulu. Begitu sampai di sana..... adzubillah... semua ibu dan anak pakai baju rough, ada yang pake jeans, anak2nya juga. So semua sudah ganti baju dari yang jas (tadi pagi juga ibu-ibunya berjas) menjadi casual. Riku memang aku pakaikan baju yang rough karena aku tahu dia akan diukur untuk baju seragam. Jadi sedapat mungkin yang mengikuti badan. Sedangkan aku pakai baju yang sama dengan tadi, jas, seperti biasanya kalau aku ngajar. Dan cuman aku yang masih pake jas. Dan u know what.... anak-anak yang tadi kalem semua, berubah jadi monster, lari-lari sana sini dan teriak-teriak.... So itu adalah topeng semua.... KAMEN deshou (ini juga jadi topik yang seru dengan hoshikawa san) bah... jangan lah bertopeng kalian nihonjin. ari no mama de iin janai. Tampillah apa adanya. Inilah aku.... sampai kapanpun aku ya seperti ini. Kalau memang baik pasti disaat penting pun akan berkelakuan baik. Untung Riku tidak seperti anak kesetanan gitu hihihi.

Kita harus memesan baju seragam TK itu. Dan kalau mau pesan semua baju dan peralatan sekolah (sampai ke alat tulis yang seragam dengan lambang sekolah yang berupa sakura) semuanya seharga 40.000 yen. Ah buat aku mendokusai, repot musti buat sendiri atau beli sendiri lagi so aku pesan aaj semua. dan pilih ukuran untuk riku. Baju dia ukuran 120 cm. Sesudah pesan seragam itu, kita antri lagi untuk buka rekening bank yang ditunjuk oleh pihak sekolah. Hmmm ini dia lagi komplotan baru. sekolah menunjuk banknya sendiri sehingga kalau tidak punya rekening, kita harus buka rekening di bank itu. pinter juga marketingnya orang jepang. Mau ngga mau kan semua ortu buka di situ. Yah terpaksa deh, padahal aku malas buka baru lagi. Mana kartu ATM nya gabung dengan credit card juga. Dan untuk program dari bank itu, semua bisa pakai internet, jadi tidak ada lagi yang namanya buku tabungan. Nah kalau ini aku setuju karena buku tabungan akhirnya buang-buang kertas aja. Toh ngga dipakai bukunya.

Selesai buat rekening, kita pulang, dan di tangga turun aku menyapa gurunya untuk tanya apakah untuk perpanjangan kelas dari jam 2 sampai jam 5 musti ada pendaftaran sendiri. Tapi dia bilang nanti bulan Maret akan ada pertemuan lagi, jadi nanti di situ dibicarakan. Aku selain meminta perpanjangan kelas, juga mendaftar untuk makan bersama kyushoku, jadi makan siang disediakan pihak sekolah. Buat aku itu lebih baik dan buat riku itu lebih berimbang gizinya, meskipun rasanya mungkin kurang enak. Berkat kebaikan Ishii sensei, aku bisa pindah kelas ngajar di waseda dari hari Rabu ke hari senin. sehingga tidak masalah soal antar jemput. Yang masih harus diatur waktu ngajarnya adalah koi.

Waktu kita ke halaman sekolah, riku seperti biasa mau main perosotan. So aku antar dia, dan sambil menulis email ke a-chan memberitahukan hasil pendaftaran TK, aku mendengar seorang ibu berkata "babi guling". Lalu aku tanya , kenapa babi guling? Lalu dia jawab, ini anak saya... dia orang bali... wah... ketemu deh anak campuran disini, dan setelah ngobrol-ngobrol, tahu bahwa si Agus itu bapaknya orang Bali, ibu Jepang yang pernah 5 tahun tinggal di Bali, jadi dia bisa bicara bahasa Indonesia/ bali, sehingga si Agusnya juga lebih lancar bahasa sono daripada bahasa Jepang. Hmmmm aku sendiri sih tidka begitu senang akan penekanan anak campuran ハーフの子. emangnya dia cuman setengah heheheh. Dan melihat karakter ibunya sepertinya aku tidak begitu bisa akrab dengan dia.

Dari sini kita makan sore di Royal host, karena riku mau piknik katanya. Setelah makan pulang ke rumah. dan rasanya aku lega sekali karena satu tugas sebagai ibu sudah selesai. Emang Juken (proses pendaftaran ke sekolah termasuk bimbingan test) itu merupakan beban bagi para ibu. Dan aku harus menghadapi itu... semoga aku bisa deh.

Monday, October 30, 2006

Tusuk Sate

Hheheheh biasanya kalo di keluarga kita kalo bilang tusuk sate, adalah tidur secara horisontal dari tempat tidur, supaya bisa masuk lebih banyak orang. Jadi sambungan tempat tidur ada di bagian punggung...

Tapi yang aku maksud disini dengan tusuk sate emang bener2 tusuk sate. Ada 600 tusuk yang harus diisi dengan ayam supaya menjadi sate ayam. Murid-murid senshu datang ke rumah untuk bantu potong dan tusuk sate, terus dibakar, untuk kemudian dimasukkan dalam freezer sehingga nanti tinggal dipanaskan saja di daigakusai (festival sekolah).

Kita mulai kerja rodi dari jam 11 lewat. Sasaki sensei juga datang dan seneng sekali rasanya karena sensei orang yang sibuk dan tinggal jauh sekali, sehingga sulit untuk bisa santai dan ngobrol-ngobrol apalagi di rumah aku. I am honoured.

Arisa san juga datang dan untung rumah aku tidak terlalu banyak perbedaan lantai meskipun tidak bisa dikatakan barrier free juga, sehingga dia bisa masuk bersama kursi roda otomatisnya.

Sunday, October 29, 2006

(読売新聞 - 10月29日 19:42)
 読売新聞社の「読書」に関する全国世論調査(14、15日実施、面接方式)で、この1か月間に1冊も本を読まなかった人は49%だった。

 前年調査より3ポイント減ったものの、過去10年、50%前後を推移している。年代別では、20歳代で「読まなかった」が前年より7ポイント増の48%となり、この質問を開始した1980年以降では最多だった。若者の「本離れ」が浮き彫りとなった。一方、50歳代、60歳代で「読まなかった」は、それぞれ49%(前年比6ポイント減)、51%(同10ポイント減)に減少し、「本回帰」となった。

 本離れの歯止め策について聞いたところ、「家庭で読書の習慣を身につけさせる」51%、「学校で読書教育に力を入れる」47%――などが高かった。

Saturday, October 28, 2006

Mimpi

Sial pagi ini aku terbangun jam 3. gara-gara mimpi setan hihihi. Dalam mimpi sih aku ngga takut. Tapi kok lama2 aku malah takut kalo aku menjadi takut kalo terus tidur (nah bingung kan). So, aku bangun dan download lagu-lagu dan video. Aku ketemu satu video yang lucu banget dan aku kirim ke emailnya gen. Kita sampai terbahak-bahak sebelum gen pergi ke kantor.

Hari ini ada ibadat sabda oleh frater dan rapat KMKI. cuman kok aku males yah. Heran tuh perut guruduk2 lagi. kayak kebanyakan gas. Padahal ngga makan apa-apa.
Hari ini aku bebenah kamar deh...tapi kok kayaknya ngga abis abis yah. Pengen rasanya aku buang smeua barang2 tuh biar gampang.

Friday, October 27, 2006

Batal

Membatalkan semua pelajaran hari ini. Gara-gara ramen kemarin, perut aku ngga karuan. Murus ke belakang. Lalu Riku bangun juga bilang perutnya sakit dan ngga mau ke sekolah. Duhhh susah deh. Biar aku bujuk juga dia ngga mau. Dan keliatan sih mukanya agak sembab dan seperti ngga enak badan. agak demam.

Lagian kelas menengah di Senshu mau bicarakan soal bazaar. Ya sudah akhirnya aku telpon ke univ minta batalin kelas. Emang sih sambil bicara aja perutnya gruwak growak... hihihi. Aku pikir tadinya kelas KOI sore, aku naik mobil aja sama Riku. Tapi pikir punya pikir, kalo aku mau batalkan kelas musti secepatnya kasih tahu spy jangan datang, apalagi Ibu Mtd yang tidak punya HP. Akhirnya aku diskusikan ke Shino, dan diputuskan untuk membatalkan kelas KOI juga. kebetulan ada dua orang juga yang sedang tidak enak badan.

So seharian aku ngapain ya?
Buat poster, beresin baju kebaya, lalu tidur siang sama riku 3 jam. Bangun udah jam 4 sore. Tumben banget tuh. Malam nya aku masak spaghetti aja, karena Gen sakit kepala katanya. Padahal aku udah bikin keju mozarella pake tomat untuk tsumaminya wine. Ngga minum wine deh malam ini. But gpp... aku juga cepet tidur, setelah lipatin baju yang sudah kering

Thursday, October 26, 2006

Peristiwa

Huh hari ini ada berita di TV, ada peristiwa heboh di Nerima. Penusukan 3 polisi oleh seorang (kayaknya stress karena dia keluar rumah cuman pake celana dalam aja) laki-laki berumur 29 th. Polisinya sampai luka berat, tapi untung segera dioperasi dan tidak mati. Yang hebohnya, pas jam kejadian aku sedang berjalan di jln Fuji Kaido melihat 5 buah mobil polisi yang lewat sampai aku sempat pikir ada apa. Hihihi untung kejadiannya masih jauh dr rumah kita. Kalau nggak bisa panik deh.

Nggak tau nih dulu aku biasanya ngga panikan, tapi kok sekarang cepet panik ya. Mungkin karena lagi stress aja yah.

Aku berangkat ke studio, sambil dengerin lagu-lagu yang aku masukin ke HP aku. Baru berhasil kemarin malam. Karena sebetulnya HP aku kan bisa untuk simpan lagu-lagu krn HD nya aja 4 GB. Tapi memang ngga bisa dr mp3, harus rip lagi dari CD pake softnya AU. Mayan deh bisa denger Barry Manilow sepanjang perjalanan.

Setelah rekaman, aku ngajar di toppan. Duuhhhh ngantuk euy, muridnya belum bisa lafalin kata2, jadi nyebelin juga. Akhirnya drpd malumaluin aku ketahuan ngantuk, aku ajak bicara tentang hobby, kondisi di Indonesia spt voltage di jkt, lalu masakan dan barang2 jepang. Sambil sesekali kembali ke teks book untuk baca. Dan aku suruh dia hapalin kata2 sifat untuk minggu depan test. hihihi biasanya aku jarang kasih test, tapi kayaknya khusus murid yang satu ini, masih bisa aku suruh belajar krn dia masih muda juga. Kalo udah level tinggi biasanya males2an tuh belajar bahasanya.

And then pulang dari situ jam 5, aku mampir makan ramen di dekat stasiun. Ramen pedas, meskipun bukan yang kaminari. Sebetulnya ngga lapar, tapi terasa dingin, dan aku kan emang belum makan siang. Aku tadi cuman sempat minum Wieder energy aja.

Pulang, jemput riku lalu cepat-cepat goreng ayam ... kita makan ayam, tahu dan natto deh. Aku otomatis ngga makan malam lagi.

Wednesday, October 25, 2006

Belanja

Setelah beberapa hari udara jelek dan hujan terus, hari ini cerah sekali. Sehingga aku pikir kalau bisa pulang cepat dari waseda aku mau pergi belanja bumbu indonesia di tokonya Rusli di musashi koganei.
Waseda kelas dasar biasa aja, tapi masak kelas menengah yang datang cuman 1 orang. Jadi deh cerita-cerita tapi campur pakai bahasa Indonesia. Soalnya Mikako san lumayan bisa bahasa Indonesianya.

Satu hal yang cukup membuat aku panik, sehingga waktu istirahat aku tidak sempat makan siang, adalah soal jawaban yang seharusnya aku berikan ke kantor administrasi paling lambat tgl 20. Padahal aku tahunya hari ini udah tanggal 25 kan. Soalnya mereka rupanya cuman tulis ke email aja. Udah gitu aku juga baru tahu bahwa email waseda berubah sistemnya sehingga email yang masuk ke alamat waseda aku ngga di forward lagi ke email pribadi. Padahal dulu pasti mereka cc kan ke email pribadi. Kayaknya udah ganti orang deh. So, aku cepat-cepat ke kantor admin waktu makan siang, untuk membicarakan soal jawaban itu. Soalnya persis aku juga baru tanya ke Ishii sensei untuk memindahkan hari mengajar dari Rabu ke Senin. Karena TK nya Riku tidak ada penitipan perpanjangan pada hari Rabu. Dan masih tunggu jawaban dari Ishii sensei. Untung aja petugasnya bilang no problem sampai akhir bulan ditunggu. Yang penting tahu bisa ngajar tahun ajaran depan atau tidak. Soal hari belum akan ditanyakan.

So, setelah selesai jam kedua, aku buru-buru pulang ke rumah dengan target jam 4 harus keluar rumah. Soalnya akhir-akhir ini jam 5 setengah 6 an udah gelap. Padahal aku setir sendiri dan masih musti cari alamatnya kan. Setelah mubeng-mubeng tersesat ke sana kemari, akhirnya sampai juga ke tokonya Rusli. Namanya Bumbu ya, Belanja ngamuk sampe bagasi belakang mobil penuh deh. Udah gitu untung banget aku ngga usah belanja ayam lagi, karena mereka juga ada ayam halal. Jadi sekalian aja beli di situ. Gile 24 kg. Pas sampe di rumah bingung nyimpennya. Untung ada kotak gabusnya dari Coop jadi masukin situ deh. Kalau udah mau mencair sedikit, gantian masuk freezer.

Sampai rumah jam 6:30. bongkar barang yang beratnya adjubilah. Tadinya mau sekalian jemput riku naik mobil, tapi males deh udah kecapekan. jadi jemput rikunya naik sepeda. Pas jalan pulang, bisa bareng jalannya sama temennya riku Haru kun dan ibunya. Sambil jalan cerita tentang TK. Dia tidak bisa memasukkan anaknya ke TK akrena dia kerja full di kantor. Padahal dia tinggal dengan ibunya tuh. Kan ibunya bisa jemput cucunya. Tapi menurut dia, ibunya jauh lebih sibuk hihihi.

Karena udah capek aku ngga masak, maaf sama gen dia harus makan masakan sisa kemarin, rendang dan opor.
Langsung bobo...capek pek pek ZZzZZzzZZzZzzZZZ

Tuesday, October 24, 2006

Minal Aidin

Wal Faizin.... hari ini aku masak opor ayam dan rendang. Biar sedikit merasakan suasana indonesia. Sayang ngga ada ketupatnya hihihi.
Hari selasa seperti biasa riku libur, tapi hari ini dia banyak main dan nonton tv sendiri sehingga aku bisa kerja di komputer, yaitu membuat blognya solitaire yang sudah lama terbengkalai dan juga mengisi sedikit di coutrier.com. Hmmm susah deh kalau ngga hapal bahasa html. untung aku ada kamusnya hihihi.
Di situ aku bikin aja link ke macam2 blog yang aku punya.

Monday, October 23, 2006

Idul Fitri? Ternyata besok

wahhh padahal di leafletnya KMII ada tertulis tgl 23. Memang Muhamadiyah biasa lebih cepat katanya.

Anyway, pagi ini aku gembira karena bisa molor sampai jam 7:30. Itu karena aku matikan alarmnya, dan jam 7:30 yang jadi alarm aku adalah Riku. "Mama udah pagi, bangun!!"
Hmmmmm hebat juga nih anak. padahal malamnya kan dia tidurnya laat juga.

Sambil dia nonton tv, aku beberes, dan aku tanya dia, apa dia mau ke sekolah atau libur karena toh hari hujan. Ternyata dengan senangnya dia bilang aku mau ke sekolah. So, setelah gen bangun aku ajak gen sama-sama antar riku ke sekolahnya naik mobil. Jam 9:30 kita antar dia, tapi sempat dia tidak mau turun. karena yang dia bilang mau sekolah itu adalah sekolah beneran, yang dia bisa belajar baca dan tulis. Dia pikir dia bisa sekolah sama dharma. Tapi untung setelah aku bujuk dia mau turun, dan dia bilang nanti mama sama papa jemput ya naik mobil.

Kembali ke rumah, aku update blognya solitaire...sambil baca email, dan ada masuk satu kerjaan. Sempet juga ngobrol sama hkta san ttg kelas di kbri. Jam 12:30 an kita berangkat makan ramen karena aku pengen makan ramen, lalu kemudian aku diantar ke stasiun terdekat untuk pergi ngajar.

Hari ini ngajar kata sifat, agak ngantuk, karena muridku ini agak susah lafalkan kata-kata dengan huruf romawi. Jadi semua kata dia tulis katakananya. padahal udah aku larang sebaiknya jangan. Tapi kasian juga sih, masak karena susah baca dia terus ngga bisa bahasa indonya.

Sepulang dari situ aku mampir di toko mainan di ikebukuro, mau cari bahan-bahan untuk belajar yang cocok untuk riku dan beli juga 3 anggota keluarga Ultra yang baru-baru ini keluar di filmnya. Kasihnya sih nanti-nanti aja.
Sesudah itu aku beli natto dan tahu, karena gen maunya makan natto malam ini. Eeee waktu udah di rumah dia sempat bilang mau minum wine, begitu denger aku beli ham. hihihi emang udah lama kita ngga minum. penghematan....

Yang lucu si riku ngga biasanya ngga mau makan natto. Dia makan nasi dengan ham pake saus tomat. Sesudah selesai dia bilang "Mama lihat pika-pika besih kan. Aku mau cuci sendiri". lalu dia pergi ke dapur dan cuci sendiri. dan keliatan dia tau bahwa dia harus pakaikan sabun ke tapesnya. Aku cepat-cepat ambil kamera untuk bikin video, cuman sayangnya flash cardnya tinggal sedikit jadi tidak bisa semua diambil.


Sambil makan kita nonton tv ttg binatang, dan ada ilustrasi tentang kapal Nuh yang mangangkut hewan berpasangan. lalu Riku bilang "Riku tahu itu Hakobune kan,....""Iya riku kan punya bukunya, nanti mama bacakan yah".
So riku tidur setelah dibacakan buku tentang kapal nuh itu.

Hari ini ada berita tentang anak umur 3 th yang beratnya cuman 7 kg, yang meninggal karena dipukuli ibunya dan tidak dikasih makan. Duuuh bisa dibayangkan anak sebesar riku tapi beratnya waktu riku umur 7 bulan..... kasian sekali.... Semoga anak itu diberi tempat yang nyaman di sisi Tuhan. Duuuh Gusti kalo orang jawa bilang.

Oh ya ada satu lagi kejutan hari ini. Waktu aku turun dari kereta mau naik eskalator di sta Oiz, ketemu sama Watbe sensei, dosennya gen waktu kuliah. Aku tegur dan bilang selamat sudah menerbitkan buku baru. Aku cerita bahwa aku tahu dr Koike san (dia di niigata skr). Kemudian sensei kasih buku baru itu untuk dikasihkan ke gen. hihihi aku baru pertama kali ketemu, padahal tinggalnya di gedung sebelah stasiun. Dan sensei kelihatan lebih kurus. Hmmm jadi kepengen ketemu shiratr sensei cepet-cepet. Nanti tanggal 4, ada ketemuan lagi di YNU. ingin ke sana naik mobil sama riku setelah dari bazaarnya senshu univ.

若年化…ストレスで悩み? 広告代理店調査

パートナーとの性交渉が月1回未満の人が30代男性で28%に上るなど、「セックスレス」の若年化が、医療系広告代理店「電通サドラー・アンド・ヘネシー」のライフスタイル調査で分かった。仕事などで強いストレスを感じ、日常生活の充実感が乏しいなど、「若者の元気のなさ」が表れる結果になったという。

 調査は9月23、24両日、インターネット上の質問に回答した人のうち、首都圏在住の20代~40代の男性各500人を無作為抽出して分析した。

 その結果、セックスレスは20代で16%、40代で38%に上った。「朝目覚めた時、勃起(ぼっき)している」は20代で「まったくない・5日に1回以下」が計25%、「3~4日に1回」が28%。満足な性交ができないほど勃起不全(ED)だと思う人は全体で10%おり、「いつごろから」の回答は平均32歳だった。性的興味が「ほとんどない・ときどきしかない」は20代で計29%、40代で計35%いた。

 日常生活は、ストレスが「非常にある」20%、「多少ある」65%。原因(複数回答)は「仕事・上司」86%が、2位の「家庭・家族」26%などに比べて多かった。

 「ときどき」「かなり」「いつも」感じることの合計では、「何となく疲れる」84%▽「イライラする」83%▽「泣きたい気持ちになる」43%▽「自分が死んだ方が他の者が楽だと思う」27%。逆に「ほとんど」感じないことでは、「朝起きて気分が良い」29%▽「将来に希望がある」23%▽「自分は役に立つ人間だと思う」12%--などの回答が目立った。【山田大輔】