duhhh hujan melulu. Pagi-pagi dapat telepon dari Maeda san tanya jam berapa bisa datang. Aku bilang silakan datang jam 12 sebisanya aja.
sembari beres2, masak dan mandi. Jam 12 lebih Maeda san datang. Kita minum 2 botol wine dan satu botol sake jepang. hihihi. tengah tengah Gen mabok dan muntah katanya. makanya dia tidur 2 jam an. Riku manja sama Maeda san. Kita nonton Ikkyu san. Natsukasiiiiiii. Suki suki suki suki ikkyu san..... Jadi inget film ini yang membuka mataku tentang jepang dan membuat aku mau belajar bahasa Jepang.
Aku masak spagheti untuk makan malam dan Maeda san pulang kira-kira jam 10 malam. Riku sempat muntah, tapi abis itu genki lagi. 結局riku bobo jam 11 malam. aku udah wanti-wanti supaya besok bangun pagi dan sepagi mungkin kita keluar rumah untuk ke yokohama.
Sunday, October 09, 2005
Friday, October 07, 2005
Berat
iyah berat banget bawaan aku hari ini. pulangnya yah.
sesudah ngajar aku mampir ke Toserba seibu untuk beli snack, keju dan apa aja untuk hari minggu. Akhirnya bener deh. Beli wine, sosis, keju. terus ke bagian atas, biasanya ada toko yang jual ham/sosis murah 1000 untuk 3pak. aku pikir mau liat aja sapa tau mereka kasih murah lagi. kan biasanya aku beli malam. tapi ini masih sore. sapa tahu belum turun harga. BUTTTT ternyata mereka selalu jual dengan harga segitu. lagian ada sale karena grup baseball seibu menang, so untuk sosis 4 kotak seharaga 1000. hmmmm imelda....pasti kalo murah jadi belanja banyak deh.
Sampe di stasiun Oizumi sempet mikir mau taruh bawaan dulu di rumah baru ke toko sake. tapi akhirnya langsung aja, toh naik sepeda ini. Dan di toko sake langsung beli 3 botol sake gentei (limited edition) dan satu botol minta dikirim ke Takada untuk peringatan ultah perkawinan ortunya Gen. Jadi deh pulang naik sepeda yang sarat muatannya.
Sampai di rumah nyalain komputer dan sempet chat dengan sinta. dia minta aku sms in andy karena kayaknya adikku yang satu itu agak bete. ok bosss. dan dibales juga sih. cuman pulsa smsnya langsung abis. lagi pula aku musti jemput riku.
Gen pulang dengan badan capek kayaknya, jadi diem terus. aku suruh cepet2 bobo aja. lagian besok dia masih harus kerja.
Oh ya, hari ini ngajar di Senshu Univ. Yappari kawaii. lucu tuh murid2ku. terutama si Takeda dan Sakashita. Takeda ajak pergi ke Zoorasia sama-sama. buset deh mau darmawisata gitu. trus, ajak ke kedutaan, restoran indonesia, gasshuku dan makan di rumahku. tiap bulan adain kegiatan. Aku sih ketawa aja. lalu dia bilang "Boku sabishigariya dakara (aku orang yang kesepian sih)" hahhahaha. Tapi seneng juga kalo punya murid yang seperti itu. Membuat kita merasa dibutuhkan.
Thursday, October 06, 2005
Pules
Bener deh pules tidur hari ini. Si riku bangun pagi aja aku tinggal bobo. tau tau dia juga bobo lagi di sebelahku. Karena terlalu minggir, dia jatuh. dan itu yang membangunkanku....hihihi. Itu udah jam 10 pagi.
lalu aku paksa riku siap-siap sehingga bisa berangkat jam 11 kurang, naik bis, karena sepeda aku tinggal di stasiun.
setelah antar riku, aku ke kantor cabang kelurahan untuk minta dokumen yang diperlukan utk urus perpanjangan visa. Selesai, mampir ke toko 100 yen, toko daging, beli burger di mac d, lalu mau ke toko sake untuk beli sake karena Maeda san akan datang hari Minggu. Tapi ternyata toko sakenya tutup. Ya pulang deh ke rumah.
Itu udah jam 2 an. OL sebentar periksa email, masuk YM tapi boring, jadi aku bobo siang deh..... SIESTA sampe jam 6 sore. wheh 3 jam bobo. itupun masih ngantuk.
Gawat deh. mau jadi beruang kali nih. Kan beruang bobo kalo musim dingin. hihihi
Malam ini papa dan mama ke Israel, yerusalem dsb. dengan rombongan dokter katolik. Karena rombongan dokter yah agak lega sih but tetp aja simpai...kuatir. Tuhan Lindungi mama dan papa dalam perjalan supaya selamat sampai kembali ke Jakarta lagi.
Tapi aku juga merasa bahagia, karena tempat ini merupakan tempat tujuan keinginan mereka yang sudah lama. Alangkah senangnya bisa pergi ke tempat tujuan yang didambakan. terlepas dari tugas/dinas atau karena ada saudara. untuk papa yang hampir satu dunia dikelilingi, pasti perjalanan kali ini lain dari yang lain.
Papa baru belum 5 tahun katolik tapi'kekatolikan' nya kuat sekali. Mungkin ngga ada orang yang seperti papa ya. Udah puluhan kali ke Lourdes.
Oh ya, ini bulan rosario. Mulai hari ini deh aku ..... mumpung belum ngantuk.
Wednesday, October 05, 2005
Tired
hari pertama ngajar di Waseda. Sampe di sana mepet, tapi aku smepetin fotocopy bahan dulu. kemudian cepet-cepet naik ke lantai 7. 719. sial...ternyata kelas yang biasa aku pake untuk bahasa Italia. Tanpa aku tahu, kelasnya berubah. terpaksa aku ke ruang guru dan telpon ke kantornya. Baru tahu kelasnya berubah ke 10-103. Jauhhh lagi. Terpaksa deh ujan-ujan cepet-cepet ke sana.
Masuk kelas ada sekitar 10 murid. dari 33 yang terdaftar, dan 20 org yang ikut ujian sama Ishii sensei. Hmmmm lumayan sih. Kebanyakan dari mereka waktu kecilnya pernah tinggal di Jakarta/Indonesia, tapi karena bersekolah di Nihonjin Gakkou nggak bisa bahasa Indoensia. Perkenalan dan latihan. Langsung kasih tugas bawa foto utk memperkenalkan teman minggu depan. Ada satu yang keliatannya rajin, karena dia langsung pesan kamus sama aku. Semoga deh.
Kelas menengah hanya 4 orang. 2 orang baru yang juga waktu kecil pernah tinggal di jakarta. Membaca, mengartikan lalu berdiskusi soal itu. Bacaannya : studi bahwa TV di kamar anak mempengaruhi nilai akademis anak. Lumayan jalan pembicaraannya. sayang sekali kelas ini ngga pakai kelas Lab bahasa. For the first day, it was good.
Sampai waktu ngajar di Keio ada waktu 4 jam kosong. mau ngapain yah?? tapi karena aku ngantuk banget akhirnya aku bobo deh di kereta Yamate Line, satu puteran jadi 1,5 jam bobo sambil duduk. Lumayan meskipun leher sakit. Turun di Tamachi, beli roti terus langsung ke ruang guru di Keio. bisa minum kopi gratis deh di situ.
kelas keio lumayan. pulang cepet2, tapi karena keretanya ada trouble, tetap saja sampai di oizuminya udah jam 9:20. Riku dan gen tunggu di Mac D. trus kita pulang sama-sama naik taxi.
Tuesday, October 04, 2005
ngantuk
seharian ngantuk. Mungkin karena kemarin aku baru tidur jam 3 pagi. itupun setelah minum segelas sake. tapi harus bangun jam 6 seperti biasa. nggak bisa konsen sama sekali untuk nulis skript berita radio. apa karena aku ngga mau tulis ttg kejadian yang menyebalkan itu yahhh.... ckckckc ngga lah alasan cuman satu... ngantuk.
Diluar sejuk, hujan rintik terus. pengen meluk guling. Aku seneng keadaan seperti ini. mendung, hujan rintik dambil ngebayangin martimbang peluk guling. cuman satu yang kurang...bau rumput basah terkena hujan. i missed it.
untung anakku mau ke sekolah dan dengan gayanya ....ayo mama pergi.... huibat euy.
Cepet2 aku gantiin dia baju. lalu dia bilang " Riku mau yang popeye". OK BOSS
ehhh giliran aku ganti baju dia bilang. "Mama...kuroi no wo kite...pake yang hitam"
YESSSSS SIR. duh baru 2,5 tahun udah ngatur baju ibunya. Gimana ntar kalo gede yah... Pasti............ dicuekin hahahhaha. Cuman bisa bayangin pasti dicerewtin ngga boleh mabok, ngga boleh makan banyak, ngga boleh ini itu....
Ke InterFM rekaman sekali jadi. Trus ke bank urus transfer duit-duit bayaran ke Himawari dan Tini. whaaaa duitnya ngga ada, apa yang musti di tranfer. hikssss.
Bulan ini musti mengencangkan ikat pinggang.
Tapi selalu yah Tuhan itu mendengar. Di Kala aku ngga ada duit biasanya ada tawaran kerjaan. kemarin tiba-tiba ada telepon dari OTS. duh aku sebetulnya ngga pengen kerja di situ. bayarannya kecil dan repot. but I am not at the state who can choose anything now. apa boleh buat kata orang jawa. Trus setelah itu ada tawaran terjemahan dr Praia. Meskipun akhirnya dua-duanya batal, still I can feel God's care for me.
Pulang sampe di Oizumi udah jam 5. ngga sempet urus surat di kantor cabang pemda. Pending lagi deh. Sampe rumah udah jam 5:30. Masak nasi dan beresin cucian. OL ngobrol sama Ida. hihihi primbon tanggal lahir. lucu juga sih.
http://www.primbon.com/tanggal.html"
Tanggal Empat Belas
Lahir pada tanggal empat belas menunjukkan seseorang yang cakap dan berkepribadian rangkap dengan pemikiran logis dan percaya pada ramalan. "Beruntung" dalam permainan dan kontes, Anda adalah seorang petaruh dan penjudi alami. Kesuksesan Anda terletak pada bisnis besar, tetapi Anda membutuhkan ekspresi artistik untuk rekreasi dan "mendinginkan kepala". Sangat emosional, Anda selalu dapat menarik hati melalui perasaan dan simpati Anda. Anda cenderung membutuhkan perubahan konstan - obat-obatan, alkohol, dan bercinta dengan siapa saja dan bentuk pelepasan seksual berlebihan lainnya. Anda bisa juga menjembatani antara dunia fana dengan spiritual, dan memiliki kekuatan besar untuk membangun atau menghancurkan - sesuai dengan pilihan Anda.
nah noh..... jembatan spiritual...ngeri deh ihhhh.ogahhhhh
trus aku jemput riku. sempet OL lagi, tapi somebody makes me angry, so I closed it.
Mandiin Riku lalu manja-manja ama Riku sampe dia bobo. Gen pulang lambat. Jam 10:00 baru dari kantor.
Siapin bahan kuliah buat besok. sambil buangin surat2 yang nggak perlu. tau tau udah jam 2 lagi. whauahahuahuahu. ngantuuuuuuuuuuuuuk
Jurnal Ilmiah
Jurnal Ilmiah Manabu, Studi tentang Jepang
Kolaborasi Peneliti Indonesia dengan Jepang
Jakarta, Kompas - Guna mengoptimalkan sinergi antar-ilmuwan yang menekuni studi tentang Jepang dari sisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik, The Japan Foundation meluncurkan jurnal ilmiah Manabu (dalam bahasa Jepang berarti mempelajari suatu pengalaman).
Dalam acara peluncuran jurnal yang berlangsung Sabtu (1/10) di Jakarta, Direktur The Japan Foundation Jakarta, Kazuo Ando mengatakan, penerbitan jurnal Manabu bertujuan memberi ruang publikasi bagi peneliti-peneliti Indonesia maupun di negara manapun yang serius mendalami studi tentang Jepang dari berbagai sisi.
Ia menilai, setiap tahun selalu saja ada peneliti Indonesia bergelar master dan doktor. Namun, sinergisitas antarpeneliti belum begitu tampak karena belum ada media yang menjembatani topik-topik antarbidang penelitian.
Karena itu, Manabu disebutkan tidak hanya akan memuat karya-karya ilmiah bidang sosial dan budaya, tetapi juga bidang lainnya, termasuk politik dan ekonomi.
Makin banyak penelitian tentang Jepang, makin banyak pula peluang untuk menemukan keunikan bidang-bidang kehidupan masyarakat Jepang yang bisa jadi tidak disadari oleh orang Jepang sendiri, katanya.
Hasil kolaborasi
Manabu yang terbit bulan April dan Agustus merupakan hasil kolaborasi antara ilmuwan Jepang dan peneliti Indonesia yang mendalami tentang Jepang, termasuk pusat-pusat studi Jepang di berbagai universitas.
Menurut pemimpin editor Manabu Bambang Wibawarta, semua naskah yang dimuat jurnal tersebut menggunakan bahasa Inggris agar bisa diakses oleh berbagai kalangan. Asisten editor Manabu, Lili Kristanti mengatakan, dengan terbukanya akses bagi semua kalangan, setidaknya terbuka pula peluang bagi dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk menambah kredit poin.
Peluncuran diisi ceramah oleh Prof Someyo Yoshimichi, antropolog dari International Christian University Jepang) dan Yahya Muhaimin, mantan Menteri Pendidikan Nasional RI.
Yahya menyambut baik terbitnya jurnal ini, karena menunjukkan tumbuhnya minat bangsa Indonesia untuk belajar tentang Jepang, mulai dari budaya, ekonomi, sampai etos kerjanya. Ini bisa dilihat dari munculnya-pusat studi Jepang seperti di Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Semoga kita bisa belajar dari Jepang untuk mempertahankan budaya dalam arus global ini, tambahnya. (NAR)
* Bambang Wibawarta adalah kakak kelas di sastra jepang UI
Kolaborasi Peneliti Indonesia dengan Jepang
Jakarta, Kompas - Guna mengoptimalkan sinergi antar-ilmuwan yang menekuni studi tentang Jepang dari sisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik, The Japan Foundation meluncurkan jurnal ilmiah Manabu (dalam bahasa Jepang berarti mempelajari suatu pengalaman).
Dalam acara peluncuran jurnal yang berlangsung Sabtu (1/10) di Jakarta, Direktur The Japan Foundation Jakarta, Kazuo Ando mengatakan, penerbitan jurnal Manabu bertujuan memberi ruang publikasi bagi peneliti-peneliti Indonesia maupun di negara manapun yang serius mendalami studi tentang Jepang dari berbagai sisi.
Ia menilai, setiap tahun selalu saja ada peneliti Indonesia bergelar master dan doktor. Namun, sinergisitas antarpeneliti belum begitu tampak karena belum ada media yang menjembatani topik-topik antarbidang penelitian.
Karena itu, Manabu disebutkan tidak hanya akan memuat karya-karya ilmiah bidang sosial dan budaya, tetapi juga bidang lainnya, termasuk politik dan ekonomi.
Makin banyak penelitian tentang Jepang, makin banyak pula peluang untuk menemukan keunikan bidang-bidang kehidupan masyarakat Jepang yang bisa jadi tidak disadari oleh orang Jepang sendiri, katanya.
Hasil kolaborasi
Manabu yang terbit bulan April dan Agustus merupakan hasil kolaborasi antara ilmuwan Jepang dan peneliti Indonesia yang mendalami tentang Jepang, termasuk pusat-pusat studi Jepang di berbagai universitas.
Menurut pemimpin editor Manabu Bambang Wibawarta, semua naskah yang dimuat jurnal tersebut menggunakan bahasa Inggris agar bisa diakses oleh berbagai kalangan. Asisten editor Manabu, Lili Kristanti mengatakan, dengan terbukanya akses bagi semua kalangan, setidaknya terbuka pula peluang bagi dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk menambah kredit poin.
Peluncuran diisi ceramah oleh Prof Someyo Yoshimichi, antropolog dari International Christian University Jepang) dan Yahya Muhaimin, mantan Menteri Pendidikan Nasional RI.
Yahya menyambut baik terbitnya jurnal ini, karena menunjukkan tumbuhnya minat bangsa Indonesia untuk belajar tentang Jepang, mulai dari budaya, ekonomi, sampai etos kerjanya. Ini bisa dilihat dari munculnya-pusat studi Jepang seperti di Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Semoga kita bisa belajar dari Jepang untuk mempertahankan budaya dalam arus global ini, tambahnya. (NAR)
* Bambang Wibawarta adalah kakak kelas di sastra jepang UI
Monday, October 03, 2005
............................
Senin... ngapain sih aku seharian?
pagi riku bangun. sekarang dia bangun pagi terus. supaya bisa kasih dadah papanya. udah semacam ritual, jabat tangan, sun pipi papanya lalu tossss. kemudian kasih bye bye depan lift. lalu masuk kembali ke rumah sambil pencet bell. Duduk depan TV nonton Lion king.... iya dia lagi "kesengsem" sama Lion King. Riku no Lion.
Antar Riku ke himawari. lalu ke kantor pos bayar credit card. Pulangnya mampir di Murata, beli cairan pembersih jendela. Si Murata ojisan bilang, anaknya udah gede yah. dan waktu itu dia bilang sayonara sama saya. Chanto siteiru ne.
Lalu aku bilang, dia ngga ada takut sama orang, dan itu buat saya khawatir kalau dia mau sama sembarang orang, kalo dia diculik and so on. Lalu dia bilang ...daijobu yo, jangan dipikirin. Lalu aku bilang , yah selama dia ramah dan sopan sama orang lain, aku udah seneng.
Semoga Riku menjadi anak yang disukai orang sekelilingnya deh.
Ngajar di KOI. ada dua tambahan murid. dua-duanya baru pulang dari Indonesia. satu dari jakarta satu dari Surabaya. Lumayan menyenangkan kelas ini. Melanjutkan baca cerpen "Domino di bawah meja".
Pulang sampe rumah udah jam 10:30. Riku udah bobo. papa juga udah bobo samping riku.
ZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
pagi riku bangun. sekarang dia bangun pagi terus. supaya bisa kasih dadah papanya. udah semacam ritual, jabat tangan, sun pipi papanya lalu tossss. kemudian kasih bye bye depan lift. lalu masuk kembali ke rumah sambil pencet bell. Duduk depan TV nonton Lion king.... iya dia lagi "kesengsem" sama Lion King. Riku no Lion.
Antar Riku ke himawari. lalu ke kantor pos bayar credit card. Pulangnya mampir di Murata, beli cairan pembersih jendela. Si Murata ojisan bilang, anaknya udah gede yah. dan waktu itu dia bilang sayonara sama saya. Chanto siteiru ne.
Lalu aku bilang, dia ngga ada takut sama orang, dan itu buat saya khawatir kalau dia mau sama sembarang orang, kalo dia diculik and so on. Lalu dia bilang ...daijobu yo, jangan dipikirin. Lalu aku bilang , yah selama dia ramah dan sopan sama orang lain, aku udah seneng.
Semoga Riku menjadi anak yang disukai orang sekelilingnya deh.
Ngajar di KOI. ada dua tambahan murid. dua-duanya baru pulang dari Indonesia. satu dari jakarta satu dari Surabaya. Lumayan menyenangkan kelas ini. Melanjutkan baca cerpen "Domino di bawah meja".
Pulang sampe rumah udah jam 10:30. Riku udah bobo. papa juga udah bobo samping riku.
ZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
Sunday, October 02, 2005
Ratih
Ratih Tewas Saat Cari Ikan Bakar untuk Makan Malam
Angelin Cornelia Sumendap - detikcom
Jakarta - Ratih Tedjoyanti bukan sedang asyik makan di Kafe Nyoman atau Kafe Menege, Jimbaran, Bali. Saat itu, dia hanya sedang mencari ikan bakar di dekat Kafe Nyoman.
Tapi, karena sudah mencari suratan takdir, Ratih harus kehilangan nyawanya. Bom yang meledak di Kafe Nyoman, Sabtu (1/10/2005) mengoyak tubuhnya. Dia pun tewas.
Sebenarnya, saat itu Ratih tidak sendiri. Dia mencari ikan bakar ditemani oleh ayahnya, Soekardjo Hardjosoewiryo dan ibunya, Ny Tien Soekardjo.
Ledakan bom tersebut mengejutkan mereka bertiga. Bahkan, menurut Tien Sukardjo, sesaat sebelum ledakan bom terjadi, Ratih sempat menyuruh dirinya untuk segera keluar dari lokasi.
"Suami saya saat itu menjauh dari lokasi karena tidak tahan dengan bau ikan. Kemudian saya disuruh pergi oleh almarhumah untuk menemani suami saya yang sudah keluar duluan, dan setelah keluar terdengar suara ledakan itu," ujar Ny Tien sambil terisak saat ditemyi di rumah duka, Jl Pasir Putih, Ancol, Jakarta, Minggu (2/10/2005).
Menurut dia, 8 anggota keluarganya berangkat ke Bali hari Rabu (28/9/2005) lalu dari Jakarta. Kepergiannya ke Bali untuk mengunjungi salah seorang anggota keluarga yang baru melahirkan.
Saat kejadian, anggota keluarganya yang lain, termasuk putri Ratih, Youri Retno Adhi (8) dan suaminya, Yusuke Matsuda, sedang berada sekitar 50 meter dari lokasi ledakan.
Semuanya selamat dari amukan ledakan bom itu, kecuali Yusuke. Warga Jepang berusia 36 tahun ini terluka karena terkena serpihan akibat ledakan bom. Yusuke kini masih terbaring di ruang ICU RS Sanglah, Denpasar, Bali. (ary)
Keluarga Histeris Saat Jenazah Ratih Dimasukkan Liang Lahat
Angelin Cornelia Sumendap - detikcom
Jakarta - Jenazah Ratih Tedjoyanti, korban ledakan bom Bali II, dikebumikan tepat pukul 14.40 WIB di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (2/10/2005). Saat jenazah almarhumah dimasukkan ke liang lahat, pihak keluarga terlihat histeris.
Namun kedua orang tua dan anaknya Ratih, Youri Retno Adhi yang masih berumur 8 tahun (sebelumnya ditulis 10 tahun-red) terlihat tabah sambil sesekali terlihat mengusap kedua matanya. Bahkan Youri sempat mencium pusara ibunya itu sesaat setelah prosesi penguburan selesai.
Jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 13.30 WIB, dengan diantar sekitar 4 bus besar dan 10 mobil pribadi. Rombongan ini tiba di TPU Tanah Kusir pukul 14.35 WIB.
Tampak sekitar 300 pelayat sudah tiba terlebih dahulu di TPU. Tampak juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Sekretaris FPDIP Jacobus Mayong Padang. (ary)
Angelin Cornelia Sumendap - detikcom
Jakarta - Ratih Tedjoyanti bukan sedang asyik makan di Kafe Nyoman atau Kafe Menege, Jimbaran, Bali. Saat itu, dia hanya sedang mencari ikan bakar di dekat Kafe Nyoman.
Tapi, karena sudah mencari suratan takdir, Ratih harus kehilangan nyawanya. Bom yang meledak di Kafe Nyoman, Sabtu (1/10/2005) mengoyak tubuhnya. Dia pun tewas.
Sebenarnya, saat itu Ratih tidak sendiri. Dia mencari ikan bakar ditemani oleh ayahnya, Soekardjo Hardjosoewiryo dan ibunya, Ny Tien Soekardjo.
Ledakan bom tersebut mengejutkan mereka bertiga. Bahkan, menurut Tien Sukardjo, sesaat sebelum ledakan bom terjadi, Ratih sempat menyuruh dirinya untuk segera keluar dari lokasi.
"Suami saya saat itu menjauh dari lokasi karena tidak tahan dengan bau ikan. Kemudian saya disuruh pergi oleh almarhumah untuk menemani suami saya yang sudah keluar duluan, dan setelah keluar terdengar suara ledakan itu," ujar Ny Tien sambil terisak saat ditemyi di rumah duka, Jl Pasir Putih, Ancol, Jakarta, Minggu (2/10/2005).
Menurut dia, 8 anggota keluarganya berangkat ke Bali hari Rabu (28/9/2005) lalu dari Jakarta. Kepergiannya ke Bali untuk mengunjungi salah seorang anggota keluarga yang baru melahirkan.
Saat kejadian, anggota keluarganya yang lain, termasuk putri Ratih, Youri Retno Adhi (8) dan suaminya, Yusuke Matsuda, sedang berada sekitar 50 meter dari lokasi ledakan.
Semuanya selamat dari amukan ledakan bom itu, kecuali Yusuke. Warga Jepang berusia 36 tahun ini terluka karena terkena serpihan akibat ledakan bom. Yusuke kini masih terbaring di ruang ICU RS Sanglah, Denpasar, Bali. (ary)
Keluarga Histeris Saat Jenazah Ratih Dimasukkan Liang Lahat
Angelin Cornelia Sumendap - detikcom
Jakarta - Jenazah Ratih Tedjoyanti, korban ledakan bom Bali II, dikebumikan tepat pukul 14.40 WIB di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (2/10/2005). Saat jenazah almarhumah dimasukkan ke liang lahat, pihak keluarga terlihat histeris.
Namun kedua orang tua dan anaknya Ratih, Youri Retno Adhi yang masih berumur 8 tahun (sebelumnya ditulis 10 tahun-red) terlihat tabah sambil sesekali terlihat mengusap kedua matanya. Bahkan Youri sempat mencium pusara ibunya itu sesaat setelah prosesi penguburan selesai.
Jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 13.30 WIB, dengan diantar sekitar 4 bus besar dan 10 mobil pribadi. Rombongan ini tiba di TPU Tanah Kusir pukul 14.35 WIB.
Tampak sekitar 300 pelayat sudah tiba terlebih dahulu di TPU. Tampak juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Sekretaris FPDIP Jacobus Mayong Padang. (ary)
Bloody Sunday
or should I say bloody Saturday.
Kejadian BOM lagi di Bali. Dapat sms dari bima soal bom, ada yg meninggal orang jepang bernama emiko kawasaki...dan diralat eiko kawasaki. uhhhhh
sempet bicara sama letty dan marten soal bom itu. bahwa aku harus cari berita s/d selasa utk disiarkan di radio. bla bla bla. tapi berhubung aku capek dan ngantuk (waktu itu jam 2 pagi) so aku bobo.
pagi terbangun, kembali baca koran kompas. dan disitu terbaca Ratih Tejo Yanti (Tedjo janti) 35 th menjadi korban tewas padahal mau menunggui keponakan melahirkan.
Duuuh aku selalu hafal nama orang, dan aku TAHU diaaaaaaaaaa.
Sedih rasanya apalagi anaknya masih kecil2. di koran diberitahu suami dan anak2 bahkan ortunya luka-luka dan dirawat di RS. Tuhan terima Ratih.
Ratih tinggal bersama di rumah Kosugi san menempati kamar sebelahku. Untuk 1 tahun? 2 tahun aku lupa. tapi dia anak orang kaya. Bapaknya ketua Kadin Jakarta waktu itu. dan mempunyai hotel di bali dan Lombok. Ratih waktu itu ingin sekali mempunyai suami orang jepang (yang membuat aku terheran heran juga... waktu itu aku sama sekali ngga kepikiran punya pacar/suami org jepang). Dia cukup aggresiv mendekati cowo cowo jepang. dan setelah kembali ke Indonesia, aku dengar dia menikah dgn Matsuda san, seorang pengusaha warga jepang di jakarta. adik dari istri yang punya Sahid hotel. Sempat bertemu dengan pasangan suami-istri itu di rumah Kosugi san (waktu itu aku sudah mandiri dan tinggal di mansion dekat rumah Kosugi san)
Pernah ketemu suaminya di pesawat JAL waktu mengantar pemagang Indonesia. Suami istri ini punya kantor biro perjalanan di jakarta. Bahkan nama si suami menjadi Mustafa Matsuda, dan aktif di perkumpulan muslim jepang Indonesia.
Duhhhh dan sekeluarga ini menjadi korban terorist yang mengatasnamakan muslim ....
dunia udah terbalik kali yah.
Tuhan tolong keluarga ratih, aku bisa ngebayangin anak-anaknya tanpa ibu. duh ratih baru 35 tahun, 2 tahun lebih muda dari aku. Kali ini kali kedua aku tersentak oleh kematian teman yang sebaya. Yang pertama waktu mendengar kematian teman sekelas waktu SD yang meninggal karena kanker.
Kejadian BOM lagi di Bali. Dapat sms dari bima soal bom, ada yg meninggal orang jepang bernama emiko kawasaki...dan diralat eiko kawasaki. uhhhhh
sempet bicara sama letty dan marten soal bom itu. bahwa aku harus cari berita s/d selasa utk disiarkan di radio. bla bla bla. tapi berhubung aku capek dan ngantuk (waktu itu jam 2 pagi) so aku bobo.
pagi terbangun, kembali baca koran kompas. dan disitu terbaca Ratih Tejo Yanti (Tedjo janti) 35 th menjadi korban tewas padahal mau menunggui keponakan melahirkan.
Duuuh aku selalu hafal nama orang, dan aku TAHU diaaaaaaaaaa.
Sedih rasanya apalagi anaknya masih kecil2. di koran diberitahu suami dan anak2 bahkan ortunya luka-luka dan dirawat di RS. Tuhan terima Ratih.
Ratih tinggal bersama di rumah Kosugi san menempati kamar sebelahku. Untuk 1 tahun? 2 tahun aku lupa. tapi dia anak orang kaya. Bapaknya ketua Kadin Jakarta waktu itu. dan mempunyai hotel di bali dan Lombok. Ratih waktu itu ingin sekali mempunyai suami orang jepang (yang membuat aku terheran heran juga... waktu itu aku sama sekali ngga kepikiran punya pacar/suami org jepang). Dia cukup aggresiv mendekati cowo cowo jepang. dan setelah kembali ke Indonesia, aku dengar dia menikah dgn Matsuda san, seorang pengusaha warga jepang di jakarta. adik dari istri yang punya Sahid hotel. Sempat bertemu dengan pasangan suami-istri itu di rumah Kosugi san (waktu itu aku sudah mandiri dan tinggal di mansion dekat rumah Kosugi san)
Pernah ketemu suaminya di pesawat JAL waktu mengantar pemagang Indonesia. Suami istri ini punya kantor biro perjalanan di jakarta. Bahkan nama si suami menjadi Mustafa Matsuda, dan aktif di perkumpulan muslim jepang Indonesia.
Duhhhh dan sekeluarga ini menjadi korban terorist yang mengatasnamakan muslim ....
dunia udah terbalik kali yah.
Tuhan tolong keluarga ratih, aku bisa ngebayangin anak-anaknya tanpa ibu. duh ratih baru 35 tahun, 2 tahun lebih muda dari aku. Kali ini kali kedua aku tersentak oleh kematian teman yang sebaya. Yang pertama waktu mendengar kematian teman sekelas waktu SD yang meninggal karena kanker.
Saturday, October 01, 2005
sannoumaru
Subscribe to:
Posts (Atom)

