Itu nama restoran Indonesia yang ada di shinjuku. Aku dulu sering ke sana karena memang di sana satu-satunya restoran yang masih representative kalau mau memperkenalkan masakan Indonesia. Meskipun aku pernah kecewa karena waktu aku di shoot untuk tv cable mwaktu makan di sana, pelayannya bilang bahwa rendang disitu ngga pake santan. Weleh sejak kapan rendang ngga pake santan, itu sama juga boong dong. But anyway, sejak restoran Bengawan Solo yang di roppongi tutup, satu-satunya tempat yang bisa mewakili ya jembatan merah ini. Sudah beberapa kali aku ikut pesta dari Fukuoka sensei atau pertunjukan tarinya mas didik nt di sini. Dulu kalau ajak mahasiswa ke tempat murah aku suka ajak ke resto jakarta yang ada di dalam restoran Tomio di Shin Okubo. Biasanya aku pesan dulu makanannya sama kokinya lewat HP, baru ke sana. Tapi terakhir aku mau ke sana dan telpon HP nya si koki udah ngga nyambung. Ya berarti abis lah koneksi resto yang murah dan enak. Kalau di tomio ini yang enak Buntut rawon dan sate ayamnya.
Iya ceritanya aku janjian sama murid kelas shokyu untuk makan di resto indonesia sesudah pelajaran jam ke tiga. Tadinya rencananya mau ke Cabe, tapi karena jauh dan masih musti jalan 20 menit dari stasiun, jadi dibatalkan. Cari yang deket aja karena sudah lapaaaaaaar. Berangkat dari waseda aja udah jam 2:30. Kita naik bus yang langsung ke shinjuku. Bertiga saja Hayashi san dan Imamura san.
Kita pesan menu lunch nya , nasi campur. Isinya? Udang cabe, bakmi goreng, daging gule, gado-gado dan sate.Lumayan juga sih enak karena udah lama ngga makan di sini.
Pulang dari sini sekitar jam 5 sore, dan sudah mulai gerimis. Pas aku sampai di oiz, aku belanja dulu dnegan harapan hujannya reda. Eeeee malah bukan reda tapi tambah deras dengan petir yang menyambar-nyambar. Duuuh ngga bawa payung lagi. Memang semua pada kaget karena menurut prakiraan cuaca tidak akan hujan. Ternyata hujan mendadak begini.
Wednesday, November 15, 2006
Tuesday, November 14, 2006
Cleaning Day

Hehehehe ketahuan yang beresin rumahnya seminggu sekali. Hari ini aku mengucapkan sayonara pada tas ransel hitamku. Aku putuskan untuk buang karena ritsnya sudah tidak bener. Kalau kepenuhan terbuka gitu aja. Bahaya ntar kalau terbuka aku ngga tau, selain seluruh isi bisa tumpah, ngga tau kalo ada yang iseng ambil dompetku kan (meskipun dompet ngga ada isinya juga hihihi). Tas ransel ini aku beli di mana aku lupa, tapi harganya cuman 1000 yen (70.000 rupiah) Simple, karena tidak pake terbagi-bagi jadi bisa masuk banyak, dan bahannya ringan sekali. Ransel ini berguna sekali waktu musti bawa pakaian riku dan buku2 aku terutama kalau bawa riku pergi ke penitipan atau jalan naik kereta. Semua bruk bisa masuk ke situ. Gendong ransel di belakang sementara riku aku gendong di depan. Dan satu kenangan lagi adalah waktu aku beli aku tidak perhatikan buatan mana. Aku pikir pasti buatan china. but begitu sampai di rumah pas lihat eeee buatan indonesia. alamak jauh-jauh belinya. Waktu itu aku ngga seberapa sih kesalnya dibanding waktu beli sepatu trekking di melbourne. Harganya 50 dollar, beli di pasar victoria, keren warna coklat seperti GT Hawkin meskipun bukan. Eeee sampai di apartemennya novi, lihat bagian dalamnya made in Indonesia. weleh weleh... gedek banget deh waktu itu.
Pagi ini sempat marah besar ke riku, karena dia sengaja buang susu di meja. Aku bilang banyak orang mau minum susu ngga bisa, mending susu, mau makan aja ngga bisa. Mamam paling ngga suka kalau buang makanan. Dan aku masuk kamar kerjain komputer. Lalau ngga lama dia masuk dan bilang "Mama maaf aku tumpahkan susunya". Lalu aku pangku dia dan jelaskan kalau aku ngga suka buang makanan. Kemudian aku kasih liat foto-foto anak-anak africa yang kelaparan tidak ada makanan dan tidur di tanah tidak ada tempat tidur. Aku jelaskan gitu dia diam, entah ngerti atau ngga. yang pasti aku sempat nangis liat foto-foto itu dan riku elus-elus kepala aku. semoga deh dia bisa ngerti.

Tapi hari ini riku banyak berkarya. Dia gambar muka aku pakai cat air. Dan chanto ada mata, alis, hidung, mulut ....dan kaki (heheheh ngga ada badannya). Kemudian dia buat senjata pakai block nya kata dia sih senjata, tapi aku lihat seperti pesawat. keren juga. Lalu malam dia ambil kardus kosong yang aku buang, kemudian masuk ke dalam kardus lalu mengayuh seperti naik perahu. Sayang aku tidak sempat ambil videonya. Lucu juga imaginasinya dia.
Waktu aku lagi beres-beres sesudah masak, tiba-tiba dia tanya
"ママどうして大人は料理うまいの?Mama kenapa orang dewasa pintar masak?Aku juga mau pintar masak"
"大人はいろいろ勉強したからだよ。だから陸も勉強しないといけないよ。Orang dewasa bisa masak juga karena belajar. Makanya riku harus belajar. Nanti mama dan riku belajar masak ya. Mama juga mau belajar masak. Tapi riku, tidak semua orang dewasa bisa masak loh. Kan papa juga tidak masak."Hmmm hampir aku bilang bahwa yang masak hanya perempuan saja. Tapi nanti jadi bicara gender. lalu aku tambahkan,
"Om andy biar laki-laki juga pintar masak. Kalau riku mau belajar masak boleh. atau riku mau belajar yang lain boleh. Pokoknya riku boleh coba belajar apa saja."
Kemudian dia main sepak bola, aku bilang"Riku mau belajar main sepak bola juga bisa.." Dia jawab "Aku udah bisa kalau main sepak bola" hahahhaa.
Dia sudah pakai nalar berpikirnya dalam bertanya. Aku ingat suatu kali dia mau beol di wc, lalu aku temanin. Dia minta di gendong sebelumnya, lalu aku bilang riku sudah besar dan berat. Mama tidak bisa gendong riku lagi. Lalu dia bilang, "besar seperti papa?" "Iya nanti riku besar seperti papa.lalu papa dan mama jadi tua seperti achan dan tachan. achan dan tachan jadi tua seperti nenek buyut...." dengan muka sedih dia bilang "いやだ。ずっとママといたい。Ngga mau, aku mau sama mama terus....." Mungkin dia teringat akan oma yang meninggal, dan suatu waktu aku kalau tua juga meninggal. Ntah tapi keliatan dia sedih mukanya dan maunya sama aku terus. Untuk seorang anak berusia 3 tahun 8 bulan... suatu pemikiran yang dalam.
Hari ini aku juga terharu atau sempat berpikir betapa orang penuh dengan masalah. Sudah lama aku tidak buka email di hotmail aku, dan ternyata waktu aku buka ada email dari muridku di waseda. Dia menulis minta maaf tidak bisa masuk kuliah minggu lalu. Dia punya penyakit yang membuat dadanya sakit sekali. Bukan jantung atau paru-paru, tapi lebih ke sistem syaraf. Dan untuk mengurangi sakit dia harus minum obat yang membuat dia mengantuk meskipun sedang berjalan. Karena itu dia tidak bisa ke kuliah. Buat aku itu tidak masalah, dia tidak ke kuliah atau tidak, asalkan dia menunjukkan usahanya. Dan hari ini dia tunjukkan usahnya dengan berusaha menjelaskan keadaan dia di email dengan tiga bahasa, jepang, inggris dan bahasa indonesia. Wow, lalu aku balas. saya senang kamu tulis dalam bahasa indonesia. dan kalau kamu mau tulislah 1-2 kalimat dalam bahasa indonesia, jika kamu tidak bisa ke kuliah. susunan bahasanya juga lumayan. dan masih bisa dimengerti meskipun ada pemakaian kata2 yang kurang tepat.
aku paste kan terjemahannya ya:
Saya prihatin karena absen selalu.
Saya diposkan kepada Imelda sensei karena membuat diri saya dimengerti.
Saya sudah menyusahkan dengan sakitnya saya Kekacauan Rasa Sakit sejak
saya masuk universitas.
Sakitnya ini merasakan rasa sakit hebat ke setelah dada, malah tidak
ada kelainan di paru-paru atau jantung. Adalah sakitnya susunan syaraf.
Terlalu nyeri oleh sebab itu saya tidak bisa menempatkannya anymore
tetapi saya bisa menghentikan rasa sakit dengan obat.
Tetapi, karena akibat sampingan yang mengandung obat-obatan, sekalipun
saya berjalan, saya menjadi mengantuk sangat banyak.
Sebab ini sakit tak dikenal. Walaupun bukan hanya kelas Indonesia
tetapi kelas lain terkena, saya mau berusaha sebaik mungkin entah
bagaimana. Saya mungkin absen kadang-kadang dari sekarang, tetapi saya
ingin Imelda sensei untuk tahu tidak membolos.
Dan herannya ada murid lain di kelas yang sama yang juga bercerita bahwa dia punya penyakit jantung yaitu beatnya cepat sehingga oksigen yang dikirimkan kurang. Duhhh aneh-aneh aja penyakit anak muda jaman sekarang. apa karena kebanyakan belajar ya?
Aku menulis blog ini tengah malam, sekarang pukul 2:20. tidak merasa mengantuk dan barusan riku datang ke kamarku, mau tidur sama aku. Akhir-akhir ini dia selalu datang ke aku dini hari. Dan sebelum tidur tadi dia bilang juga bahwa dia takut, dan mau tidur sama mama. So aku lebih baik temanin dia sekarang, or aku ngga bisa bobo sampai pagi, dan mengantuk waktu mengajar nanti.
Demografi Indonesia
Membaca berita ini, aku merasa senang, karena aku sendiri pernah merasakan betapa sulitnya mencari data-data kependudukan yang diperlukan dalam penulisan skripsi/tulisan ilmiah. Semoga dengan adanya data seperti ini semakin banyak tulisan ilmiah yang bisa diterbitkan.
Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Australian National University (ANU), dan Lembaga Demografi (LD) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia meluncurkan situs kependudukan Indonesia. Peluncuran situs yang beralamat di www.datastatistik-indonesia.com ini mengawali rapat teknis nasional “Rekonsiliasi Hasil Sensus Ekonomi 2006” di Kota Solo, Senin (13/11).
Situs yang pendanaannya didukung oleh Australian Overseas Aid Program (AusAID) ini utamanya berisi data kependudukan Indonesia sejak sensus tahun 1971. Ke depan, situs ini akan menyediakan hasil sensus kependudukan mulai tahun 1920 ditambah data statistik ekonomi Indonesia.
”Selain data kependudukan, nantinya juga akan kita tambah dengan data ekonomi. Untuk saat ini, yang sudah kami tambahkan adalah data inflasi bulanan untuk 45 kota, indeks pembangunan manusia (human development index), dan pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Mereka yang butuh data statistik ini bisa mengaksesnya dari belahan dunia manapun melalui internet, tidak perlu ke BPS,” jelas Direktur Diseminasi Statistik BPS Abdur Rachman.
Situs ini dimaksudkan untuk membantu para penentu kebijakan dan perencana program di tingkat lokal agar dapat memahami konsep dan indikator demografi. Ditambah dengan data yang akurat, diharapkan mereka akan mampu mengembangkan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang tepat.
”Angka statistik harus dimengerti bersamaan dengan konteksnya. Kadang-kadang polemik terhadap suatu data statistik terjadi karena masing-masing pihak kehilangan konteks. Situs ini kelebihannya tidak hanya memberi data tapi juga arti data, indikator serta metode yang dipakai,” jelas Kepala LD FE UI Suahasil Nazara.
Dalam hal ini LD memberi kontribusi berupa pembuatan modul sebagai jembatan memahami informasi dan sarana pembelajaran. Sedangkan BPS sebagai penyedia data, analisa, perbaikan data dan arsip yang tersedia.
Proyek yang akan berlangsung selama dua tahun dan mendapat dana 170.000 dollar Australia dari AusAID ini, menurut pakar demografi dari ANU Profesor Terence H Hull, tidak perlu dikhawatirkan berhenti di tengah jalan seiring berakhirnya masa proyek. “Memang ini proyek, tapi sejak awal masing-masing pihak tidak hanya bersikap sebagai mitra kerja tapi juga sebagai keluarga. Jadi meski proyek sudah selesai, ini akan terus dikembangkan,” jelas Terence menjawab keraguan tentang kelanjutan proyek ini.
Dengan situs ini diharapkan, kemampuan pengelolaan ekonomi serta akses pelayanan sosial dasar bisa meningkat mengingat kini adalah masa transisi menuju desentralisasi pemerintahan. “Kunci sukses desentralisasi adalah tersedianya data sosial dan ekonomi yang akurat agar bisa diakses oleh pemerintah tingkat lokal dengan cepat. Ini tidak hanya berguna bagi pembangunan ekonomi tapi juga politik, kerukungan sosial, dan pengentasan kemiskinan,” tambah Terry.(eki)
Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Australian National University (ANU), dan Lembaga Demografi (LD) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia meluncurkan situs kependudukan Indonesia. Peluncuran situs yang beralamat di www.datastatistik-indonesia.com ini mengawali rapat teknis nasional “Rekonsiliasi Hasil Sensus Ekonomi 2006” di Kota Solo, Senin (13/11).
Situs yang pendanaannya didukung oleh Australian Overseas Aid Program (AusAID) ini utamanya berisi data kependudukan Indonesia sejak sensus tahun 1971. Ke depan, situs ini akan menyediakan hasil sensus kependudukan mulai tahun 1920 ditambah data statistik ekonomi Indonesia.
”Selain data kependudukan, nantinya juga akan kita tambah dengan data ekonomi. Untuk saat ini, yang sudah kami tambahkan adalah data inflasi bulanan untuk 45 kota, indeks pembangunan manusia (human development index), dan pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Mereka yang butuh data statistik ini bisa mengaksesnya dari belahan dunia manapun melalui internet, tidak perlu ke BPS,” jelas Direktur Diseminasi Statistik BPS Abdur Rachman.
Situs ini dimaksudkan untuk membantu para penentu kebijakan dan perencana program di tingkat lokal agar dapat memahami konsep dan indikator demografi. Ditambah dengan data yang akurat, diharapkan mereka akan mampu mengembangkan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang tepat.
”Angka statistik harus dimengerti bersamaan dengan konteksnya. Kadang-kadang polemik terhadap suatu data statistik terjadi karena masing-masing pihak kehilangan konteks. Situs ini kelebihannya tidak hanya memberi data tapi juga arti data, indikator serta metode yang dipakai,” jelas Kepala LD FE UI Suahasil Nazara.
Dalam hal ini LD memberi kontribusi berupa pembuatan modul sebagai jembatan memahami informasi dan sarana pembelajaran. Sedangkan BPS sebagai penyedia data, analisa, perbaikan data dan arsip yang tersedia.
Proyek yang akan berlangsung selama dua tahun dan mendapat dana 170.000 dollar Australia dari AusAID ini, menurut pakar demografi dari ANU Profesor Terence H Hull, tidak perlu dikhawatirkan berhenti di tengah jalan seiring berakhirnya masa proyek. “Memang ini proyek, tapi sejak awal masing-masing pihak tidak hanya bersikap sebagai mitra kerja tapi juga sebagai keluarga. Jadi meski proyek sudah selesai, ini akan terus dikembangkan,” jelas Terence menjawab keraguan tentang kelanjutan proyek ini.
Dengan situs ini diharapkan, kemampuan pengelolaan ekonomi serta akses pelayanan sosial dasar bisa meningkat mengingat kini adalah masa transisi menuju desentralisasi pemerintahan. “Kunci sukses desentralisasi adalah tersedianya data sosial dan ekonomi yang akurat agar bisa diakses oleh pemerintah tingkat lokal dengan cepat. Ini tidak hanya berguna bagi pembangunan ekonomi tapi juga politik, kerukungan sosial, dan pengentasan kemiskinan,” tambah Terry.(eki)
Monday, November 13, 2006
Dingin euy...
Hari ini terasa dingin sekali... secara tiba-tiba terasa kita sudah masuk ke musim dingin yang sebenarnya.
Dini hari sekitar pukul 3 Riku datang ke kamarku dan tidur sama-sama sampai pagi. Meskipun begitu aku bangun jam 6 pagi untuk membangunkan gen dan membereskan kamar tamu, mengumpulkan sampah untuk dibuang ke bawah. Tapi sekitar jam 7 setelah gen pergi, riku mengajak bobo lagi. Tumben sekali dia malas hari ini. Masih mau goro-goro di tempat tidur, sampai sekitar jam 8 pagi. Dan dia juga agak tidak suka waktu disuruh pergi ke penginapan. Tapi dengan janji bahwa besok libur dan kita bisa pergi ke mana saja, mau juga dia pergi. Tapi aku baru ingat bahwa sepedaku masih ada di stasiun. So aku antar riku naik mobil ke penitipan.
Kembali sekitar pukul 9:50 pagi, dan membereskan rumah, sambil masak untuk makan malam. Ayam goreng dan sup pakai sosis, supaya gen bisa makan begitu pulang bersama riku nantinya. Masih banyak yang mau aku kerjakan tapi waktu untuk berangkat mengajar sudah tiba, sehingga mau tidak mau aku batalkan beberapa rencana.
Aku keluar rumah pukul 1 lewat sedikit, karena hari ini pelajaran di kantor tppan dipercepat setengah jam.
Ngantuk... memang kurang tidur yang beberapa hari rasanya belum terbayarkan. Sehingga aku bobo dalam kereta, dan juga merasa ngantuk sambil mengajar. Untung saja muridku hari ini ngga bego-bego banget hihihi. Lumayan lah.
Sambil menggigil aku menuju stasiun ke meguro untuk mengajar di koi. Sesampai di stasiun meguro persis pukul 5:30. Masih ada satu jam, tapi perut lapar. Perut lapar menyebabkan dingin, so aku bingung mau makan di stasiun atau di dekat sekolah indo.
Aku kirim sms ke shino, dan kebetulan dia baru saja turun kereta, sehingga akhirnya kita sama-sama makan di Cabe. Dalam angan-anganku aku ingin makan kwetiau dengan sambal kecap rawit. Memamng kwetiau di situ lain dnegan yang di Indonesia, tapi enak. So begitu sampai, aku tidak pakai lihat menu lagi, aku langsung pesan kwetiauwnya. Agak mahal sih. 900 sekian. dibanding dnegan mie kuah/bakso yang cuman 730 yen. Tapi hari ini aku lagi kepinginnya itu sih. So meskipun tahu makan di luar itu suatu pemborosan, hari ini aku menikmati masakan orang lain. Heran emang aku tidak pernah merasa puas dengan masakan sendiri.
Kelas atas hari ini lebih banyak bicara. ngalor ngidul, dan sampai pada kesimpulan... bosan dengan bahan pelajaran. Aku harus lebih inovatif dalam memilih bahan dan mungkin harus buat sendiri. Sambil berjalan pulang, membicarakan juga kapan mau bonenkai. Hmmm sudah mulai bonenkai season. pertemuan untuk melupakan tahun yang akan lewat, ...suatu kebiasan orang jepang untuk menutup tahun. Sebetulnya sih itu sekedar alasan untuk bisa berkumpul dan minum-minum saja.

Sesampai di rumah Riku memperlihatkan hasil mewarnai gambar. Kelihatan dia sudah mulai bisa mewarnai bagian-bagian tertentu dan berusaha tidak keluar garis. Hmm anakku sudah mulai besar. Bahkan sambil duduk di lantai di sebelahku dia mengucapkan kalimat yang terdapat dalam buku bergambarnya yang berjudul "OOkina Kabu" (kabu = lobak yang besar). Kakek menanam lobak, dan menjadi besarrrrrr sekali. Kakek mau mencabutnya tapi tidak bisa. Lalu Kakek memanggil nenek. Nenek menarik kakek yang menarik kabu, tapi tidak bisa tercabut. kemudian nenek memanggil cucu. Cucu menarik nenek yang menarik kakek yang sedang menarik kabu tapi tidak bisa. dst dan herannya Riku hapal semua urutan siapa-siapa saja yang menarik kabu sampai akhirnya kabu itu terlepas.

Akhirnya sambil membaca buku itu, kita bertiga berbaring di tempat tidur. Setelah buku itu, masih membaca buku tentang Guri dan gura membuat kue Castella dan Guri dan Gura berenang di laut. Aku memang senang sekali kita membuat kebiasaan membaca buku bergambar sebelum tidur. Dan aku juga berbicara di kelas atas tadi, menyesalkan mengapa tidak ada pengarang indonesia yang punya ide untuk mengarang buku bergambar yang mudah untuk anak-anak. Ada beberapa buku yang bagus, sehingga rasanya aku ingin terjemahkan dan bacakan ke anak-anak indonesia. Semoga nanti aku bisa buat di blog ku yang lain deh.
Aku tidak merasa ngantuk sampai pukul 1 malam, masih kutak katik dengan file dan email dan download lagu. Tapi kalau aku tidak tidur malam ini, akan berat untukku besok menemani riku. Sehingga aku paksakan untuk masuk futon dan tidur. Terasa dingin di kaki, tapi malas untuk pakai kaus kaki. Hmmm besok aku sudah harus menyiapkan heater/pemanas yang aku taruh di beranda. Sudah mulai musim dingin yang memerlukan penghangat di malam hari.
Aku juga sempat membaca blognya Qq yang menuliskan tentang ribetnya cinta seorang janda. I hope you can decide whatever is the best for you and your children. Doaku untuk semua janda yang aku kenal. Aku tahu mereka kesepian...apalagi yang tinggal di luar negeri. semoga Tuhan mau menghangatkan hati mereka.
Dini hari sekitar pukul 3 Riku datang ke kamarku dan tidur sama-sama sampai pagi. Meskipun begitu aku bangun jam 6 pagi untuk membangunkan gen dan membereskan kamar tamu, mengumpulkan sampah untuk dibuang ke bawah. Tapi sekitar jam 7 setelah gen pergi, riku mengajak bobo lagi. Tumben sekali dia malas hari ini. Masih mau goro-goro di tempat tidur, sampai sekitar jam 8 pagi. Dan dia juga agak tidak suka waktu disuruh pergi ke penginapan. Tapi dengan janji bahwa besok libur dan kita bisa pergi ke mana saja, mau juga dia pergi. Tapi aku baru ingat bahwa sepedaku masih ada di stasiun. So aku antar riku naik mobil ke penitipan.
Kembali sekitar pukul 9:50 pagi, dan membereskan rumah, sambil masak untuk makan malam. Ayam goreng dan sup pakai sosis, supaya gen bisa makan begitu pulang bersama riku nantinya. Masih banyak yang mau aku kerjakan tapi waktu untuk berangkat mengajar sudah tiba, sehingga mau tidak mau aku batalkan beberapa rencana.
Aku keluar rumah pukul 1 lewat sedikit, karena hari ini pelajaran di kantor tppan dipercepat setengah jam.
Ngantuk... memang kurang tidur yang beberapa hari rasanya belum terbayarkan. Sehingga aku bobo dalam kereta, dan juga merasa ngantuk sambil mengajar. Untung saja muridku hari ini ngga bego-bego banget hihihi. Lumayan lah.
Sambil menggigil aku menuju stasiun ke meguro untuk mengajar di koi. Sesampai di stasiun meguro persis pukul 5:30. Masih ada satu jam, tapi perut lapar. Perut lapar menyebabkan dingin, so aku bingung mau makan di stasiun atau di dekat sekolah indo.
Aku kirim sms ke shino, dan kebetulan dia baru saja turun kereta, sehingga akhirnya kita sama-sama makan di Cabe. Dalam angan-anganku aku ingin makan kwetiau dengan sambal kecap rawit. Memamng kwetiau di situ lain dnegan yang di Indonesia, tapi enak. So begitu sampai, aku tidak pakai lihat menu lagi, aku langsung pesan kwetiauwnya. Agak mahal sih. 900 sekian. dibanding dnegan mie kuah/bakso yang cuman 730 yen. Tapi hari ini aku lagi kepinginnya itu sih. So meskipun tahu makan di luar itu suatu pemborosan, hari ini aku menikmati masakan orang lain. Heran emang aku tidak pernah merasa puas dengan masakan sendiri.
Kelas atas hari ini lebih banyak bicara. ngalor ngidul, dan sampai pada kesimpulan... bosan dengan bahan pelajaran. Aku harus lebih inovatif dalam memilih bahan dan mungkin harus buat sendiri. Sambil berjalan pulang, membicarakan juga kapan mau bonenkai. Hmmm sudah mulai bonenkai season. pertemuan untuk melupakan tahun yang akan lewat, ...suatu kebiasan orang jepang untuk menutup tahun. Sebetulnya sih itu sekedar alasan untuk bisa berkumpul dan minum-minum saja.

Sesampai di rumah Riku memperlihatkan hasil mewarnai gambar. Kelihatan dia sudah mulai bisa mewarnai bagian-bagian tertentu dan berusaha tidak keluar garis. Hmm anakku sudah mulai besar. Bahkan sambil duduk di lantai di sebelahku dia mengucapkan kalimat yang terdapat dalam buku bergambarnya yang berjudul "OOkina Kabu" (kabu = lobak yang besar). Kakek menanam lobak, dan menjadi besarrrrrr sekali. Kakek mau mencabutnya tapi tidak bisa. Lalu Kakek memanggil nenek. Nenek menarik kakek yang menarik kabu, tapi tidak bisa tercabut. kemudian nenek memanggil cucu. Cucu menarik nenek yang menarik kakek yang sedang menarik kabu tapi tidak bisa. dst dan herannya Riku hapal semua urutan siapa-siapa saja yang menarik kabu sampai akhirnya kabu itu terlepas.

Akhirnya sambil membaca buku itu, kita bertiga berbaring di tempat tidur. Setelah buku itu, masih membaca buku tentang Guri dan gura membuat kue Castella dan Guri dan Gura berenang di laut. Aku memang senang sekali kita membuat kebiasaan membaca buku bergambar sebelum tidur. Dan aku juga berbicara di kelas atas tadi, menyesalkan mengapa tidak ada pengarang indonesia yang punya ide untuk mengarang buku bergambar yang mudah untuk anak-anak. Ada beberapa buku yang bagus, sehingga rasanya aku ingin terjemahkan dan bacakan ke anak-anak indonesia. Semoga nanti aku bisa buat di blog ku yang lain deh.
Aku tidak merasa ngantuk sampai pukul 1 malam, masih kutak katik dengan file dan email dan download lagu. Tapi kalau aku tidak tidur malam ini, akan berat untukku besok menemani riku. Sehingga aku paksakan untuk masuk futon dan tidur. Terasa dingin di kaki, tapi malas untuk pakai kaus kaki. Hmmm besok aku sudah harus menyiapkan heater/pemanas yang aku taruh di beranda. Sudah mulai musim dingin yang memerlukan penghangat di malam hari.
Aku juga sempat membaca blognya Qq yang menuliskan tentang ribetnya cinta seorang janda. I hope you can decide whatever is the best for you and your children. Doaku untuk semua janda yang aku kenal. Aku tahu mereka kesepian...apalagi yang tinggal di luar negeri. semoga Tuhan mau menghangatkan hati mereka.
Sunday, November 12, 2006
Hisashiburi... looooong time
Iya, aku sebetulnya sudah lama tidak tulis di blog lagi. Otomatis dari tanggal 28. Tanggal 4-5 aku cuman sempat tulis sedikit dan pasang foto. Selain emang sibuk, capek...juga malas, karena capek lebih baik main game di internet daripada musti mikir lagi. Kalau main game kan tidak usah pikir lagi. otomatis saja yang gerak jari-jarinya...hihihi.
OK emang aku sibuk banget sih terutama untuk tanggal 3-4-5 festival univ dan tgl 11 kemarin homecoming day di yokohama univ. Sekarang jam 2 siang, hari minggu...kepalasa sakit. Meskipun sudah minum neuralgin tadi pagi masih tetap sakit kepala. Mungkin mau flu juga ya. Mau tidur tapi seperti biasa pasti dibangunin riku lagi untuk masang video, atau dia mau kasih liat hasil karya blognya, dsb dsb. Belum lagi kalo dicerewetin riku dibilang gini "Mama kan masih terang, ngga boleh tidur..." Duh cerewetnya ngalahin emak emak dan nenek-nenek.
So, sambil santai aku mau tulis mundur ke hari-hari yang lalu, apa yang masih teringat kenangan dan foto-foto. So kalau ada yang mau baca sebaiknya liat juga tanggal2 yang lalu mungkin saja terlewatkan.

Tadi pulang dari yokohama diantar achan dan tachan. Riku panggil mereka dengan achan dan tachan, karena mereka tidak mau dipanggil dengan oma(obaasan) dan opa (ojiisan). So sejak riku lahir ditentukan pakai nama achan dan tachan. Lucu yah... Aku juga minta foto mobil vw golfnya tachan hasil jepretan dia yang aku rasa bagus sekali. pengambilan sudut gambar, juga latar belakang pohon yang hijau. kalo menurut aku bisa tuh jadi foto iklan mobil di majalah-majalah. Banyak hasil foto tachan yang bagus-bagus terutama foto gunung, bunga atau alam yang diambil dalam perjalanan pendakian ke gunung atau berwisata ke dalam dan luar negeri. Selain ditunjang keahlian juga kameranya keren sih. Nikon digital.... hmmm asyik deh pokoknya. Cuman mahal dan juga berat kalau untuk di bawa kemana-mana. Kepengen sih aku juga punya digicam yang canon iss eos. Cuman ntar dulu deh, ngga ada dananya.
OK emang aku sibuk banget sih terutama untuk tanggal 3-4-5 festival univ dan tgl 11 kemarin homecoming day di yokohama univ. Sekarang jam 2 siang, hari minggu...kepalasa sakit. Meskipun sudah minum neuralgin tadi pagi masih tetap sakit kepala. Mungkin mau flu juga ya. Mau tidur tapi seperti biasa pasti dibangunin riku lagi untuk masang video, atau dia mau kasih liat hasil karya blognya, dsb dsb. Belum lagi kalo dicerewetin riku dibilang gini "Mama kan masih terang, ngga boleh tidur..." Duh cerewetnya ngalahin emak emak dan nenek-nenek.
So, sambil santai aku mau tulis mundur ke hari-hari yang lalu, apa yang masih teringat kenangan dan foto-foto. So kalau ada yang mau baca sebaiknya liat juga tanggal2 yang lalu mungkin saja terlewatkan.

Tadi pulang dari yokohama diantar achan dan tachan. Riku panggil mereka dengan achan dan tachan, karena mereka tidak mau dipanggil dengan oma(obaasan) dan opa (ojiisan). So sejak riku lahir ditentukan pakai nama achan dan tachan. Lucu yah... Aku juga minta foto mobil vw golfnya tachan hasil jepretan dia yang aku rasa bagus sekali. pengambilan sudut gambar, juga latar belakang pohon yang hijau. kalo menurut aku bisa tuh jadi foto iklan mobil di majalah-majalah. Banyak hasil foto tachan yang bagus-bagus terutama foto gunung, bunga atau alam yang diambil dalam perjalanan pendakian ke gunung atau berwisata ke dalam dan luar negeri. Selain ditunjang keahlian juga kameranya keren sih. Nikon digital.... hmmm asyik deh pokoknya. Cuman mahal dan juga berat kalau untuk di bawa kemana-mana. Kepengen sih aku juga punya digicam yang canon iss eos. Cuman ntar dulu deh, ngga ada dananya.
Saturday, November 11, 2006
YNU Homecoming day
Dengan terburu-buru jam 10 lewat sedikit aku dan riku berangkat naik kereta ke yokohama. Tadinya rencananya aku akan naik mobil setir sendiri ke takada lalu titip riku di sana kemudian aku ke yokohama university naik mobil lagi. But... berhubung aku tidak tidur ketik/edit terjemahannya pak irfa yang menjadi guest speakernya, jadi aku tidak berani nyetir. Sebagai akibat aku ngga naik mobil, bagus juga, karena rupanya gen terlambat berangkat tadi pagi sehingga dia yang ke kantor bawa mobil. Kasian juga sih soalnya hujan dan terburu-buru. Gen juga agak nyesel karena tidak bisa bantuin aku periksa terjemahannya.
Emang sulit sih terjemahannya apalagi nama-nama bagian di departemen dan istilah keuangan ... but aku juga beruntung banget dibantu sama Shino san kalo ngga wah deh...
So aku juga terima kasih sama riku, karena dia juga nunut aja ikut aku naik-turun tangga ganti kereta 2 kali. bahkan berdiri terus dari kami shakujii sampai takadanobaba. Erai...
Aku turun di hiyoshi, kasih riku ke achan dan tachan dan kembali ke peron untuk naik kereta ke yokohama. Sampai di yokohama baru jam 12 lewat sedikit, tapi karena aku belum makan pagi, aku cari roti sandwich dan jus kotak. Untung aja, jadi aku bisa makan dan minum di dalam taxi. Sebelum naik taxi, aku sempat telpon pak frans yang dari niigata...kalo kalo aja mereka masih di yokohama stasion biar bisa naik taxi sama-sama gitu. Eh ternyata mereka sudah dalam bus.
OK ... sampai di univ, aku langsung ke tempat pelaksanaan homecoming day di Media Hall perpustakaan sebelumnya sempat ketemu sama pak frans dan anak ppi lainnya sehingga barengan ke sana. Sampai di media Hall, aku coba power point untuk presentasi dan tunggu kedatangan pak irfa yang langsung dari Narita. Otsukare bener deh.

Acara dimulai jam 1:15 sesuai urutan rencana sebelumnya, yaitu guest speakernya pak Irfa. Hebat juga pak irfa masih bisa baca hiragana biarpun sudah 3 tahun tidak bicara bahasa Jepang. Cuman aku juga nyesal musti nya terjemahannya aku buat lebih gampang lagi, dan kalo perlu aku cut. Yahhh aku juga ngga tau dih kemampuan bahasa jepangnya seberapa. Kalau tau pasti aku potong 2 bagian yang sulit.

Pak Frans dan aku juga bicara sedikit tentang nostalgia sekolah di YNU. aku selalu bingung kalau mau bicara di acara ini. karena aku ngga ada advis bagi mahasiswa bagaimana cara bekerja di jepang. Kan kerjaan aku boleh dibilang tokubetsu, special tidak ada ujian masuk, tidak berinteraksi dengan orang jepang banyak, lebih bersifat entertainment. Pokoknya selalu bingung deh kalo mau bicara. so aku cuman cerita bagaimana aku masuk yokohama dan kapan selesai dan bahwa selama aku bersekolah berteman hanya dengan orang jepang saja. Sehingga bahasa Jepangnya bisa improved. Untung aja aku ngga sesadis orang Korea, yang dalam speechnya dia bilang jangan bertemen banyak2, temen cukup 1-2 orang saja.... katanya kalo mau berhasil... waduh rek bisa kesepian aku kalo begitu. Yah emang sifat orang Korea dan Cina gitu sih... angkuh kesannya di mata orang Indonesia. Trus ada salah satu anak ppi yang bilang, duuuh mbak orang cina itu jorok, kalau di asrama tuh kotorrrr banget. hihihi emang gitu, bahkan aku pernah denger kalo di china , wc itu ngga berupa bilik2, tapi kayak mck nya di sungai2 indo dan saling berhadapan, ngobrol sambil eek dan kalo di wc umum, antri udah pada buka belt dan risluiting siap-siap buka celana deh.... hihihi
Ok stop omongin orang.... yah setiap suku atau negara kan punya kebiasaan sendiri-sendiri. Tapi seneng juga sih bisa ketemu sama orang2 indo yang berkuliah di ynu sini. Bahkan ketemu satu orang yang sama gilanya kayak aku jadi langsung merasa cocok. Namanya Elsa, dan mukanya hampir mirip Alda, sodaraku yang di US. Sasuga orang Batak emang, tukang lelucon. Sayang dia udah selesai programnya bulan maret ini. yahhhhh.......

Oh ya setelah acara selesai jam 4:30, sebelum mulai acara ramah tamah, aku ikut rombongan kecil yang mau melihat ruang komputer ynu. Kebetulan yang memanaje di situ sensei dari china, dan dia mau antar kita OB (Old Boy) dan OG (Old Girl) >>> alumnus untuk memeperlihatkan OTAK nya komputer2 yang ada di ynu. udah gitu aku boleh bikin foto lagi hihihi. Emang aku yang paling cerewet yah...nanyaaaaa terus...cocok jadi wartawan deh...
Waktu pulang ...aku sebenarnya mau pulang naik taxi aja langsung, karena toh tidak begitu jauh untuk ke takada dari situ. Tapi karena semua naik bis ke yokohama eki, jadi aku ikut jalan bareng menuruni tangga menuju ke halte bis depan kampus. Sambil jalan ngobrol2 berbahasa indonesia terus, sekejap aku merasa berada di depok, bersama mahasiswa indonesia ..dan terasa sedikit sedih setelah aku sadar bahwa aku ini di jepang. Meskipun tidak membuat sampai homesick, karena aku tahu juga tidak mungkin aku berjalan bersama lagi di depok, karena selama di depok pun aku selalu naik mobil kan. Cuman karena suasana indonesia, dan bahasa indonesia itu sajalah yang sedikit membuat aku serasa de javu.
Dari yokohama eki, aku naik toyoko line bersama bobby, mahasiswa keio berkampus di mita. ngobrol-ngobrol dan aku sadari bahwa mahasiswa indonesia yang di sini itu semua pintar-pintar dan sudah banyak yang mempunyai post penting di tanah air. Seharusnya negaraku bisa berubah dengan banyaknya orang pintar2 ini. Tapi kenapa enggak ya? apa karena jumlahnya kurang? atau perlu dukungan ekonomi yang kuat sekali? Mungkin ngga sih ada mahasiswa pintar, jabatan tinggi, kaya dan mau berkorban untuk membangun negara kita? Apa dia juga akan dilindas oleh orang yang lebih kaya dan mempunyai kekuasaan? Entahlah... semoga ada RobinHood di jakarta ...

Sampai di hiyoshi, aku lihat antrian taxi panjang, so aku masuk ke tokyu dulu, mau beli sesuatu untuk riku dan achan, sebagai oleh-oleh. So aku beli ice cream GODIVA yang dark belgian chocolate...hmmm yummy. Sesudah sampai di rumah, kita sempat makan ice cream sedikit, dan aku tidak makan malam lagi, langsung abisin bir satu kaleng. Sambil ngerasain kaki sakit, punggung pegal, bahu berat dan mata berat udah ngantuk. Setelah antar riku sikat gigi, ternyata riku dinyanyiin lullaby sama Tachan, dan sekejap mata tertidur. Semua masuk futon jam 10 malam... rekor terpagi aku tidur.
Emang sulit sih terjemahannya apalagi nama-nama bagian di departemen dan istilah keuangan ... but aku juga beruntung banget dibantu sama Shino san kalo ngga wah deh...
So aku juga terima kasih sama riku, karena dia juga nunut aja ikut aku naik-turun tangga ganti kereta 2 kali. bahkan berdiri terus dari kami shakujii sampai takadanobaba. Erai...
Aku turun di hiyoshi, kasih riku ke achan dan tachan dan kembali ke peron untuk naik kereta ke yokohama. Sampai di yokohama baru jam 12 lewat sedikit, tapi karena aku belum makan pagi, aku cari roti sandwich dan jus kotak. Untung aja, jadi aku bisa makan dan minum di dalam taxi. Sebelum naik taxi, aku sempat telpon pak frans yang dari niigata...kalo kalo aja mereka masih di yokohama stasion biar bisa naik taxi sama-sama gitu. Eh ternyata mereka sudah dalam bus.
OK ... sampai di univ, aku langsung ke tempat pelaksanaan homecoming day di Media Hall perpustakaan sebelumnya sempat ketemu sama pak frans dan anak ppi lainnya sehingga barengan ke sana. Sampai di media Hall, aku coba power point untuk presentasi dan tunggu kedatangan pak irfa yang langsung dari Narita. Otsukare bener deh.

Acara dimulai jam 1:15 sesuai urutan rencana sebelumnya, yaitu guest speakernya pak Irfa. Hebat juga pak irfa masih bisa baca hiragana biarpun sudah 3 tahun tidak bicara bahasa Jepang. Cuman aku juga nyesal musti nya terjemahannya aku buat lebih gampang lagi, dan kalo perlu aku cut. Yahhh aku juga ngga tau dih kemampuan bahasa jepangnya seberapa. Kalau tau pasti aku potong 2 bagian yang sulit.

Pak Frans dan aku juga bicara sedikit tentang nostalgia sekolah di YNU. aku selalu bingung kalau mau bicara di acara ini. karena aku ngga ada advis bagi mahasiswa bagaimana cara bekerja di jepang. Kan kerjaan aku boleh dibilang tokubetsu, special tidak ada ujian masuk, tidak berinteraksi dengan orang jepang banyak, lebih bersifat entertainment. Pokoknya selalu bingung deh kalo mau bicara. so aku cuman cerita bagaimana aku masuk yokohama dan kapan selesai dan bahwa selama aku bersekolah berteman hanya dengan orang jepang saja. Sehingga bahasa Jepangnya bisa improved. Untung aja aku ngga sesadis orang Korea, yang dalam speechnya dia bilang jangan bertemen banyak2, temen cukup 1-2 orang saja.... katanya kalo mau berhasil... waduh rek bisa kesepian aku kalo begitu. Yah emang sifat orang Korea dan Cina gitu sih... angkuh kesannya di mata orang Indonesia. Trus ada salah satu anak ppi yang bilang, duuuh mbak orang cina itu jorok, kalau di asrama tuh kotorrrr banget. hihihi emang gitu, bahkan aku pernah denger kalo di china , wc itu ngga berupa bilik2, tapi kayak mck nya di sungai2 indo dan saling berhadapan, ngobrol sambil eek dan kalo di wc umum, antri udah pada buka belt dan risluiting siap-siap buka celana deh.... hihihi
Ok stop omongin orang.... yah setiap suku atau negara kan punya kebiasaan sendiri-sendiri. Tapi seneng juga sih bisa ketemu sama orang2 indo yang berkuliah di ynu sini. Bahkan ketemu satu orang yang sama gilanya kayak aku jadi langsung merasa cocok. Namanya Elsa, dan mukanya hampir mirip Alda, sodaraku yang di US. Sasuga orang Batak emang, tukang lelucon. Sayang dia udah selesai programnya bulan maret ini. yahhhhh.......

Oh ya setelah acara selesai jam 4:30, sebelum mulai acara ramah tamah, aku ikut rombongan kecil yang mau melihat ruang komputer ynu. Kebetulan yang memanaje di situ sensei dari china, dan dia mau antar kita OB (Old Boy) dan OG (Old Girl) >>> alumnus untuk memeperlihatkan OTAK nya komputer2 yang ada di ynu. udah gitu aku boleh bikin foto lagi hihihi. Emang aku yang paling cerewet yah...nanyaaaaa terus...cocok jadi wartawan deh...
Waktu pulang ...aku sebenarnya mau pulang naik taxi aja langsung, karena toh tidak begitu jauh untuk ke takada dari situ. Tapi karena semua naik bis ke yokohama eki, jadi aku ikut jalan bareng menuruni tangga menuju ke halte bis depan kampus. Sambil jalan ngobrol2 berbahasa indonesia terus, sekejap aku merasa berada di depok, bersama mahasiswa indonesia ..dan terasa sedikit sedih setelah aku sadar bahwa aku ini di jepang. Meskipun tidak membuat sampai homesick, karena aku tahu juga tidak mungkin aku berjalan bersama lagi di depok, karena selama di depok pun aku selalu naik mobil kan. Cuman karena suasana indonesia, dan bahasa indonesia itu sajalah yang sedikit membuat aku serasa de javu.
Dari yokohama eki, aku naik toyoko line bersama bobby, mahasiswa keio berkampus di mita. ngobrol-ngobrol dan aku sadari bahwa mahasiswa indonesia yang di sini itu semua pintar-pintar dan sudah banyak yang mempunyai post penting di tanah air. Seharusnya negaraku bisa berubah dengan banyaknya orang pintar2 ini. Tapi kenapa enggak ya? apa karena jumlahnya kurang? atau perlu dukungan ekonomi yang kuat sekali? Mungkin ngga sih ada mahasiswa pintar, jabatan tinggi, kaya dan mau berkorban untuk membangun negara kita? Apa dia juga akan dilindas oleh orang yang lebih kaya dan mempunyai kekuasaan? Entahlah... semoga ada RobinHood di jakarta ...

Sampai di hiyoshi, aku lihat antrian taxi panjang, so aku masuk ke tokyu dulu, mau beli sesuatu untuk riku dan achan, sebagai oleh-oleh. So aku beli ice cream GODIVA yang dark belgian chocolate...hmmm yummy. Sesudah sampai di rumah, kita sempat makan ice cream sedikit, dan aku tidak makan malam lagi, langsung abisin bir satu kaleng. Sambil ngerasain kaki sakit, punggung pegal, bahu berat dan mata berat udah ngantuk. Setelah antar riku sikat gigi, ternyata riku dinyanyiin lullaby sama Tachan, dan sekejap mata tertidur. Semua masuk futon jam 10 malam... rekor terpagi aku tidur.
Friday, November 10, 2006
Setahun kemarin
baru ingat setahun kemarin eh tepatnya tgl 11 deh, aku dan riku pergi bersama murid2 senshu ke Ghibli Museum. Dan sesudah itu pada main ke rumahku. dan waktu itu kita merayakan ultahnya Ayu san. Hehehe. sebetulnya aku sudah diingatkan soal ultah Ayu san yang tepatnya jatuh hari ini oleh Tkeda san lewat email kemarin. Tapi tadi waktu ngajar bener2 lupa. Jadi waktu istirahat Tkda san datang dan tanya sudah kasih selamat sama Ayu? wahhhh lupa...sorryyyy.

Jadinya sesudah jam ke tiga, Tkda san dan Suga san dtg ke ruang guru untuk ajak minum kopi, lalu aku telpon ke Ayu, kalo dia ngga ikut kuliah untuk datang ke To hill, resto di dalam kampus untuk ngopi bersama. Yah sebagai pengganti kue birthday kita minum kopi dan makan kue potongan. Dia menjadi 20 tahun jadi nanti januari akan ikut upacara orang dewasa pakai kimono ibunya. Dan tentu saja dengan menjadi 20 th bisa minum minuman keras. Di Jepang peraturannya orang boleh minum alkohol dan meroko diatas umur 20 tahun. Kalo di Indonesia??? boro boro peraturan. Anak SD aja udah ngerokok... gawat. Mustinya pemerintah buat peraturan itu tuh. Jangan cuman mikirin baju yang sopan, ngga boleh pake rok mini dsb. rok mini secara langsung tidak berpengaruh pada kesehatan (kecuali pake rok mini di musim dingin) tapi rokok dan minuman alkohol pengaruh banget. Bener2 deh pemerintah kita buta sama hal-hal yang namanya perlindungan terhadap MANUSIA. duh kok jadinya ngomel di sini ya... hihihi.

Jadinya sesudah jam ke tiga, Tkda san dan Suga san dtg ke ruang guru untuk ajak minum kopi, lalu aku telpon ke Ayu, kalo dia ngga ikut kuliah untuk datang ke To hill, resto di dalam kampus untuk ngopi bersama. Yah sebagai pengganti kue birthday kita minum kopi dan makan kue potongan. Dia menjadi 20 tahun jadi nanti januari akan ikut upacara orang dewasa pakai kimono ibunya. Dan tentu saja dengan menjadi 20 th bisa minum minuman keras. Di Jepang peraturannya orang boleh minum alkohol dan meroko diatas umur 20 tahun. Kalo di Indonesia??? boro boro peraturan. Anak SD aja udah ngerokok... gawat. Mustinya pemerintah buat peraturan itu tuh. Jangan cuman mikirin baju yang sopan, ngga boleh pake rok mini dsb. rok mini secara langsung tidak berpengaruh pada kesehatan (kecuali pake rok mini di musim dingin) tapi rokok dan minuman alkohol pengaruh banget. Bener2 deh pemerintah kita buta sama hal-hal yang namanya perlindungan terhadap MANUSIA. duh kok jadinya ngomel di sini ya... hihihi.
Sunday, November 05, 2006
koprol --- dengurigaeshi
Aku suruh riku lari dan koprol di atas matras...eh bisa loh dia... Aku inget banget dulu aku paling takut dan tidak bisa disuruh koprol begini. heheheh
Saturday, November 04, 2006
Senshu Univ dan Yokokoku Alumni
Pagi bangun jam 7, itu juga dibangunin. Duh anakku itu kok bangun selalu pagi sih. Punggung aku sakit lagi. Emang udah 2 hari tidak minum susu, langsung terasa deh tulangnya sakit. emang udah uzur nih.
Sesudah sarapan pagi, aku masih sempat mandi dan cuci rambut dulu, baru ke Univ senshu, Festival universitas hari ke dua. Perasaan aku sudah lebih mending daripada kemarin, dan berusaha melupakan kekesalanku kemarin. Ternyata emang bener kesalnya ditambah PMS jadi deh hati ngga karuan.

Sampai di univ senshu udah jam 12:30. Bertemu dengan ibu dan nenek dari Kanako san. Nenek nya waktu kecil pernah tinggal di cirebon. Jadi merasa dekat dengan Indonesia. Lalu ada satu pertanyaan dia, yaitu apa artinya sate kambing hihihi. Aku jawab wah itu enak .... yagi no kushi(yaki)...heheheh masa diterjemahin yakiyagi. Jadi dia sekarang sudah tahu jawaban pertanyaan yang selama ini menghantui dia. Untung aja pertanyaannya seperti itu yah. Kalau yang lain yang nyeremin gimana ....

Terus aku bantu sajikan soto ayam dan es campurnya. Sambil duduk di belakang bagian dapur, dan sesekali berbicara dengan tamu yang datang. Kemudian datang orang tua dari Arisa san. Bapaknya dosen terkenal juga di Kokushikan. Dan aktif bekerjasama dengan UGM. Hmmm setelah aku tanya apakah ada kerjasama dengan UI, sastra jepangnya kan ada juga, dia bilang... UI tidak mau berusaha untuk membangun kerjasama antar mahasiswa. dan itu aku akui juga sih. Ada kesan bahkan sampai keluar bahwa dosen UI tidak mau kalau muridnya lebih pintar dari dosennya, sehingga tidak berusaha memajukan mahasiswa dengan kerjasama ilmiah atau pertukaran. Wahhhh ngga tau bagaimana sekarang, but still memang aku juga merasa begitu. Tapi, mahasiswa sendiri juga seharusnya bisa membangun kerjasama dan tidak bergantung dengan apa yang disediakan dosen. Sayang sekali sebetulnya. Senang berbicara dengan orang ilmiah, yang tidak terlalu memikirkan perasaan ini itu. Do what you can do. Aku juga merasa aku harus review kembali dan bahkan memperdalam pengetahuan aku. Semoga deh.

Aku dijemput Gen jam 5. Tadinya rencananya jam 3 udah mau pergi, tapi rupanya saling menunggu kepastian. Lalu dari situ kita langsung ke Yokokoku, untuk bertemu Shiratori sensei. Karena macet kita sampai di yokokku aja udah jam 6 kurang seperempat. Mana bisa kita sampai di takada jam 6 untuk makan malam. So aku cuman sebentar aja, bener-bener cuman kao wo dasu, menunjukkan muka saja. Lalu langsung pulang ke takada.
Hisashiburini minum sake. Kali ini hakkaisan. dan makan nabe torafugu.. yummy.
Mabok deh aku. sengaja juga sih, soalnya untuk ngelupain capeknya.
Sesudah sarapan pagi, aku masih sempat mandi dan cuci rambut dulu, baru ke Univ senshu, Festival universitas hari ke dua. Perasaan aku sudah lebih mending daripada kemarin, dan berusaha melupakan kekesalanku kemarin. Ternyata emang bener kesalnya ditambah PMS jadi deh hati ngga karuan.

Sampai di univ senshu udah jam 12:30. Bertemu dengan ibu dan nenek dari Kanako san. Nenek nya waktu kecil pernah tinggal di cirebon. Jadi merasa dekat dengan Indonesia. Lalu ada satu pertanyaan dia, yaitu apa artinya sate kambing hihihi. Aku jawab wah itu enak .... yagi no kushi(yaki)...heheheh masa diterjemahin yakiyagi. Jadi dia sekarang sudah tahu jawaban pertanyaan yang selama ini menghantui dia. Untung aja pertanyaannya seperti itu yah. Kalau yang lain yang nyeremin gimana ....

Terus aku bantu sajikan soto ayam dan es campurnya. Sambil duduk di belakang bagian dapur, dan sesekali berbicara dengan tamu yang datang. Kemudian datang orang tua dari Arisa san. Bapaknya dosen terkenal juga di Kokushikan. Dan aktif bekerjasama dengan UGM. Hmmm setelah aku tanya apakah ada kerjasama dengan UI, sastra jepangnya kan ada juga, dia bilang... UI tidak mau berusaha untuk membangun kerjasama antar mahasiswa. dan itu aku akui juga sih. Ada kesan bahkan sampai keluar bahwa dosen UI tidak mau kalau muridnya lebih pintar dari dosennya, sehingga tidak berusaha memajukan mahasiswa dengan kerjasama ilmiah atau pertukaran. Wahhhh ngga tau bagaimana sekarang, but still memang aku juga merasa begitu. Tapi, mahasiswa sendiri juga seharusnya bisa membangun kerjasama dan tidak bergantung dengan apa yang disediakan dosen. Sayang sekali sebetulnya. Senang berbicara dengan orang ilmiah, yang tidak terlalu memikirkan perasaan ini itu. Do what you can do. Aku juga merasa aku harus review kembali dan bahkan memperdalam pengetahuan aku. Semoga deh.

Aku dijemput Gen jam 5. Tadinya rencananya jam 3 udah mau pergi, tapi rupanya saling menunggu kepastian. Lalu dari situ kita langsung ke Yokokoku, untuk bertemu Shiratori sensei. Karena macet kita sampai di yokokku aja udah jam 6 kurang seperempat. Mana bisa kita sampai di takada jam 6 untuk makan malam. So aku cuman sebentar aja, bener-bener cuman kao wo dasu, menunjukkan muka saja. Lalu langsung pulang ke takada.
Hisashiburini minum sake. Kali ini hakkaisan. dan makan nabe torafugu.. yummy.
Mabok deh aku. sengaja juga sih, soalnya untuk ngelupain capeknya.
Wednesday, November 01, 2006
Pendaftaran Taman Kanak-kanak

Hari ini aku harus pergi ke TKK dekat rumah untuk mendaftar dan interview. Terasa deh susahnya jadi ibu. Dan ini akan berlangsung terus sampai Riku Universitas. Pagi jam 6 aku sudah bangun, dan membuat sandal slipper untuk riku. Aku memang lupa bahwa kita disuruh bawa slipper. Kalau untuk aku sih bisa beli (kebetulan aku baru saja buang semua slipper yang ada di rumah karena sudah butut) Tapi untuk riku ngga ada yang jual jam segini. Sambil bobo kemarin aku punya akal untuk buat aja sendiri dari slippernya hotel. Kan terbuat dari kain dan kertas yang agak tebal, sehingga mungkin masih bisa diakalin. Kalau dia hadashi, nanti akan kelihatan sekali. So jadi deh ...
Ok terus aku bangunin Riku. Kita musti ada di sana jam 8:30. Dan pasti harus antri. Kalau kita nomornya melewati batas diterima, maka kita bisa-bisa tidak diterima. Jangan sampai hal ini terjadi. Biasa, orang jepang kan paling suka antri sebelum waktunya. Liat aja tuh toko pachinko, buka jam 10 dari jam 9:30 udah banyak yang antri. Huh dasar...
Riku agak malas bangun, tapi aku bilang kita musti ke sekolah untuk riku. so please. Nanti sesudah itu makan sama-sama di restoran. Aku pikir kita keluar jam 8 aja, santai-santai menuju ke TK itu naik sepeda. Waktu mau pakaikan baju, sempat mikir juga. Pasti yang lain pakai jas. tapi riku ngga punya jas. So pakai aja lengan panjang dan celana panjang yang hitam. Aku juga ngga mau beli jas hanya untuk keperluan satu hari itu saja. Emangnya murah apa?
So, kita sampai di TK itu jam 8:15, dan kita dapat nomor urut 30. So bayangin didepan kita sudah ada minimum 29 orang x2 (ibu dan anak, ada juga yang bertiga dengan bapaknya... duh) Karena masih kepagian kita disuruh tunggu di kelas. Masuk kelas TK, lucu juga semuanya rendah dan kecil-kecil. Tapi yang menakutkan semuanya seragam. bantalan kursi, kantong makanan, kotak untuk alat tulis dan buku, semuanya diberi nama. Hmmm seragam semua. Ini lagi nih salah satu kebudayaan Jepang, ngga ada yang mau menonjol sendiri. But noway, aku adalah aku, aku akan usahakan yang aku bisa, tapi aku juga tidak mau sama seperti mereka jika aku anggap perlu.
Kita dipanggil menurut nomor untuk membayar dulu uang pendaftaran dan menerima badge nomor untuk interview. Karena Riku berumur 4 tahun masuk program 2 nen hoiku. hanya 2 tahun, sedangkan yang berumur 3 tahun masuk program 3 nen hoiku. 3 Tahun mereka di sekolah yang sama. Aku ingat bener dulu aku masuk TK umur 5 tahun jadi cuman 1 tahun di TK. Dan biasanya dulu begitu. Novi, adikku masuk dari umur 4 tahun, bosan dia di TK. Nah...gimana kalo 3 tahun? pasti bosan sekali ya. Ini aja Riku di hoikuen aja udah bosen. padahal kerjanya main terus.
Sambil tunggu giliran kita tunggu lagi di kelas. Kebetulan ada anak yang duduk di sebelah kita namanya Hayashi Riku dan dia juga program 2 th. Lalu aku senyum dan bilang wah namanya sama ya. nanti bisa satu kelas ya... Duh ibunya diam saja, sama sekali ngga ada senyum... Dan aku sadar dia anggap aku rivalnya. Bener deh semua ibu-ibu pasang muka seram. Berkelakuan baiiiik semua, anak-anaknya semua anteng-anteng pake jas, atau dress up deh pokoknya. Duh belum apa-apa udah kayak perang gini. Aku sih cuek aja, kalo sampai riku tidak keterima, ya udah. berarti emang nasib riku harus di hoikuen terus dan main sama mamanya di rumah. Pokoknya TK bukanlah kewajiban di jepang. Aku masih ingat ada guru TK yang tidak memasukkan anaknya ke TK dan bilang buat apa masukin ke TK...hihihi
Begitu nomor kita dipanggil. Riku dibawa masuk ke dalam kelas, lalu disuruh oleh gurunya untuk melompati lingkaran, lalu menepuk tamborin dan lompat, kemudian kembali ke tempat. Aku liat badan Riku yang terbesar diantara semua. Heheheh badan gede hati kecil... Kemudian setelah itu Riku keluar, dan masuk ke kelas interview dengan guru berdua aku. Pertama Riku ditanya soal warna. Waktu ditunjukkan riku bilang orange, heheh maunya si guru merah. Tapi emang bener riku sih soalnya warna vermilion, jadi merah keoranyean. Sesudah itu hijau dan kuning, riku bisa sebutkan tanpa salah. Lalu ditanya soal bentuk. segitiga...Riku bilang shiranai (tidak tahu... padahal dia sering bilang di rumah) lalu oleh gurunya diberitahu dan disuruh ulang. Kemudian bundar, ini dia bisa. lalu persegi , nah ini aku emang ngga pernah ajarin. Shikaku. Untung aja Riku misalnya tidak tahu dia bilang dengan suara yang keras ..shiranai. Jadi itu impress gurunya juga. Kemudian gurunya tanya aku, apa riku ada penyakit, sudah tidak pakai pampers dan apakah ada sodara di TK ini. Duh masa tanyanya kayak gitu yang udah ada di kertas semua. Sebel juga aku, jangan-jangan dia takut tanya yang susah dan aku ngga bisa jawab karena aku gaijin. Bener juga setelah selesai dia bilang, okasan pintar ya bahasa jepangnya. Bah.... (soal ini menjadi topik hangat sesudahnya dalam pembicaraan dengan hoshikawa san)

Kita disuruh kembali lagi setelah jam 13:30. Ceritanya sampai dengan jam 1 kalau ada yang gagal akan ditelepon ke rumah masing-masing. Riku bermain perosotan di taman TK itu sebentar lalu kita pulang. Tadinya mau aku ajak ke Royal Host, tapi waktu liat ada toko sushi dia minta beli sushi. Bagus juga sih, jadi bisa makan di rumah aja. Di rumah kita makan bersama dan nonton tv. Mau dibilang deg degan sih ngga juga, tapi tanggung kalo mau tidur lagi, padahal aku ngantuk sekali.
Jam 1 lewat ngga ada telepon, so berarti lulus, jadi aku siapkan dokumen untuk buat rekening bank untuk pembayaran uang sekolah. Sebelum ke TK aku bikin fotokopi dulu. Begitu sampai di sana..... adzubillah... semua ibu dan anak pakai baju rough, ada yang pake jeans, anak2nya juga. So semua sudah ganti baju dari yang jas (tadi pagi juga ibu-ibunya berjas) menjadi casual. Riku memang aku pakaikan baju yang rough karena aku tahu dia akan diukur untuk baju seragam. Jadi sedapat mungkin yang mengikuti badan. Sedangkan aku pakai baju yang sama dengan tadi, jas, seperti biasanya kalau aku ngajar. Dan cuman aku yang masih pake jas. Dan u know what.... anak-anak yang tadi kalem semua, berubah jadi monster, lari-lari sana sini dan teriak-teriak.... So itu adalah topeng semua.... KAMEN deshou (ini juga jadi topik yang seru dengan hoshikawa san) bah... jangan lah bertopeng kalian nihonjin. ari no mama de iin janai. Tampillah apa adanya. Inilah aku.... sampai kapanpun aku ya seperti ini. Kalau memang baik pasti disaat penting pun akan berkelakuan baik. Untung Riku tidak seperti anak kesetanan gitu hihihi.
Kita harus memesan baju seragam TK itu. Dan kalau mau pesan semua baju dan peralatan sekolah (sampai ke alat tulis yang seragam dengan lambang sekolah yang berupa sakura) semuanya seharga 40.000 yen. Ah buat aku mendokusai, repot musti buat sendiri atau beli sendiri lagi so aku pesan aaj semua. dan pilih ukuran untuk riku. Baju dia ukuran 120 cm. Sesudah pesan seragam itu, kita antri lagi untuk buka rekening bank yang ditunjuk oleh pihak sekolah. Hmmm ini dia lagi komplotan baru. sekolah menunjuk banknya sendiri sehingga kalau tidak punya rekening, kita harus buka rekening di bank itu. pinter juga marketingnya orang jepang. Mau ngga mau kan semua ortu buka di situ. Yah terpaksa deh, padahal aku malas buka baru lagi. Mana kartu ATM nya gabung dengan credit card juga. Dan untuk program dari bank itu, semua bisa pakai internet, jadi tidak ada lagi yang namanya buku tabungan. Nah kalau ini aku setuju karena buku tabungan akhirnya buang-buang kertas aja. Toh ngga dipakai bukunya.
Selesai buat rekening, kita pulang, dan di tangga turun aku menyapa gurunya untuk tanya apakah untuk perpanjangan kelas dari jam 2 sampai jam 5 musti ada pendaftaran sendiri. Tapi dia bilang nanti bulan Maret akan ada pertemuan lagi, jadi nanti di situ dibicarakan. Aku selain meminta perpanjangan kelas, juga mendaftar untuk makan bersama kyushoku, jadi makan siang disediakan pihak sekolah. Buat aku itu lebih baik dan buat riku itu lebih berimbang gizinya, meskipun rasanya mungkin kurang enak. Berkat kebaikan Ishii sensei, aku bisa pindah kelas ngajar di waseda dari hari Rabu ke hari senin. sehingga tidak masalah soal antar jemput. Yang masih harus diatur waktu ngajarnya adalah koi.
Waktu kita ke halaman sekolah, riku seperti biasa mau main perosotan. So aku antar dia, dan sambil menulis email ke a-chan memberitahukan hasil pendaftaran TK, aku mendengar seorang ibu berkata "babi guling". Lalu aku tanya , kenapa babi guling? Lalu dia jawab, ini anak saya... dia orang bali... wah... ketemu deh anak campuran disini, dan setelah ngobrol-ngobrol, tahu bahwa si Agus itu bapaknya orang Bali, ibu Jepang yang pernah 5 tahun tinggal di Bali, jadi dia bisa bicara bahasa Indonesia/ bali, sehingga si Agusnya juga lebih lancar bahasa sono daripada bahasa Jepang. Hmmmm aku sendiri sih tidka begitu senang akan penekanan anak campuran ハーフの子. emangnya dia cuman setengah heheheh. Dan melihat karakter ibunya sepertinya aku tidak begitu bisa akrab dengan dia.
Dari sini kita makan sore di Royal host, karena riku mau piknik katanya. Setelah makan pulang ke rumah. dan rasanya aku lega sekali karena satu tugas sebagai ibu sudah selesai. Emang Juken (proses pendaftaran ke sekolah termasuk bimbingan test) itu merupakan beban bagi para ibu. Dan aku harus menghadapi itu... semoga aku bisa deh.
Subscribe to:
Posts (Atom)