Sunday, February 25, 2007

Riku's Birthday slide show

Lagi coba upload di slide.com

Saturday, February 24, 2007

Early Birthday Party

Waktu aku antar riku ke Himawari kemarin, riku bilang bahwa dia mau bikin pesta ulang tahun di rumah, dan undang teman-teman, opa, oma, Achan dan Tachan. Aku bilang kalo teman2nya di himawari mama ngga tau telponnya jadi ngga bisa. Kalo Haruna san bisa. Akhirnya aku putuskan panggil Haruna san dan Ayu, mamanya aja ke rumah hari ini. Masak seadanya, tapi aku bikin kue ulang tahun. Biar mereka berdua main aja bersama. Karena aku ngga sempat belanja, cuman bisa masak seadanya, sayur lodeh, ayam goreng trus beli ayam kentucky yang pedas, dan acar...


untuk taruh goreng-gorengan aku pakai piring buatan ibu mertua yang bergambar sakura. Karena menghadapi spring.

Friday, February 23, 2007

Pengen ikutan....hiks

SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE
GOEDANG VOC


MUSEUM BAHARI
MENARA SYAHBANDAR
PELABUHAN SUNDA KELAPA
ES KELAPA MUDA
ROTI BOEAJA
AER POETIH


Minggu, 4 Maret
Rp.30.000/orang
(tiga puluh ribu)


Aku ikutan mailing list Sahabat Museum. Mereka punya banyak kegiatan jalan jalan ke tempat bersejarah. Aku ingin sekali ikutan tapi ngga pernah kesampaian. Selain itu mereka sering tukar informasi tentang bangunan bersejarah di jakarta.

Pagi ini aku dibangunin riku, tapi juga memang harus bangun. Sebabnya nidone (tidur lagi) yang menyebabkan mimpi buruk. Aku mimpi aku ngajar sebuah kelas di sebuah restoran, pesertanya semua bawa anak, ribuuuuut banget udah gitu pada bicara sendiri-sendiri. Saking kesalnya keluar kata-kata "Semua mau belajar ngga sih!!!", dan itu terucapkan keras sampai aku terbangun. huh pagi-pagi udah kesel.
belum lagi si riku ngga mau ke penitipan, padahal hari ini di penitipannya ada acara ulang tahun utk anak yg ultah bulan februari. Gimana sih, yang dirayain ngga mau datang. payah juga. Semoga aku berhasil bujuk dia. masih ada 2 jam....

Thursday, February 22, 2007

Ayam Tambulinas


Niatnya sih mau bikin ayam tammbulinas, tapi ngga disate in. Di tumis aja dengan bumbu yang smaa, dan yang pasti pedaaas sekali.. Tapi murid aku yang satu ini Mariko san bener-bener suka pedes, jadi pasti dia suka. Dan memang kelihatannya begitu.
Dia datang ke rumah hari ini karena mau pinjam buku novel bahasa Indonesia. Emang bahasa Indonesianya udah canggih banget sih. Aku juga jadi kangen lagi baca novel bahasa Indonesia. Dulu aku suka pesan di Gramedia online, lalu minta di kirim ke rumah di jkt, dan waktu aku ke jkt aku ambil bawa pulang. Kalo belanja bisa sampe 1 jutaan rupiah, buat buku aja... duhhh cuman sekarang mana bisa belanja sefoyafoya dulu lagi.
Padahal waktu cari-cari bukunya Mochtar Lubis di Internet shopping ada website yang namanya kutubuku.com (kalo ngga salah) dan punya bukunya yang Harimau-Harimau. Jadi pingin beli, dan sekalian liat novel lain karangan S. Mara Gd dan Maria A. Sardjono. wiiih ada yang baru cuman kok harganya belipat2 dari terakhir aku beli ya. Masak sekarang udah Rp. 40-50 ribuan satu. fuuuhhhh kalo segitu sih mikir mikir dulu deh mau belinya.

Wednesday, February 21, 2007

Obasan, mandi sama-sama dong.....

Hari ini Sugita san main ke rumahku. pagi-pagi masak aam goreng pake bumbu istant, juga masak laksa (seperti soto ayam). Maa maaa lumyan enak. Aku cukup puas makan laksanya seharian, soalnya bisa pakai sambal... yummy.

seperti biasa hari rabu riku libur. Dan dia senang sekali setiap aku bilang ada teman mama yang mau datang. Dia pasti tanya, teman mama laki-laki atau perempuan heheheh.
Perempuan, udah tante-tante sayang....

Tapi emang Sugita san pintar bermain dengan anak-anak jadi riku senang. Bahkan tiba-tiba dia bilang bahwa dia mau masuk ofuro, mau mandi dengan boneka ultranya. Dan ajak Sugita san ikut masuk Ofuro...hahahah. sasuga sugita san bilang, obasan tidak bawa baju ganti, jadi ngga bisa. Nanti kalo datang lagi, obasan bawa baju ganti dan juga mainan yah....hihihi. Tapi karena bicaranya serius banget, aku jadi mikir, beneran mungkin yah, ntar kalo datang lagi bisa jadi mau masuk ofuro sama-sama. Wah musti bersihin kamar mandi sampai pika-pika deh hihihi.

Cerita-cerita. Terakhir aku chat dengan Sugita san sekitar summer, dengan janji mau main ke rumahnya. Tapi terus nenek meninggal, jadi tidak bisa. Jadi cerita setelah itu, bata-bata, repot dsb.
Sambil ngobrol aku sempat bikin kue... hihihi, ngobrol sambil mixing kue Ontbijtkoek. yummy, makan panas- panas. Sugita san bawa coklat buatannya sendiri seperti truffle, terbuat dari biskuit Marie. ini juga enak apalagi makan dingin-dingin. seakan meleleh dalam mulut.

Sekitar jam 4 Sugita san pulang, dan aku bobo sore, karena punggungnya udah mulai sakit lagi. Ternyata selama aku bobo, si riku gunting lagi rambutnya. Aduh tambah pitak lagi deh... Aku marahin dan aku bilang kalau sekali lagi berbuatgitu, mama buang guntingnya. Dia minta maaf... Duuuh anakku mulai nakal deh.

Tuesday, February 20, 2007

Champa

jadi ingat sebuah restoran thailand di Shibuya yang bernama champa. murah meriah dan enak. Terakhir aku ke sana bersama gen, lalu setelah beberapa waktu (2-3 tahun ) aku pergi ke sana mau makan sendiri, tokonya sudah tidak ada. sedih rasanya. Waktu itu aku pengin makan kwetiauw. terpaksa deh harus gigit jari.

But... hari ini aku ketemu Tiennun, sebuah restoran kecil di Ikebukuro nishi guchi. Waktu naik bis, aku lihat tokonya kecil. Masih musti jalan kembali lumayan, tapi aku tiba-tiba jadi kepengen banget makan makanan thai. So, jalan kembali ke arah restoran itu. Soalnya hari ini aku muntah tepat sebelum berangkat sehingga perutnya kosong dan berasa lapar. Hmmm pesen apa ya? mie kuahnya juga kelihatan enak. tom yan kung juga. Tapi akhirnya aku pesan kwetiau deh. hmmm yummy. Puas deh. meskipun agak was-was takut mun mun setelah makan.

Setelah makan, aku cari mainan pesanannya Riku sebagai hadiah ulang tahun, Ultra series di TOBU. Dan ternyata di Tobu, corner untuk mainan lumayan besar dan beragam. Semua yang aku cari ada. Untung deh, soalnya aku pernah cari cari di Seibu ngga ada. Sambil jalan pelan-pelan, liat di uniqlo ada jaket murah karena sale, jadi beli deh. lalu ke toko CD, beli albumnya Tatsuro Yamashita dan Otaki Eiichi 2 lembar (ternyata album yang enak cuman satu aja nih si eiichi, rugi juga rasanya heheheh)

Pulang jemput riku, lalu naik taxi karena aku sudah capek sekali. Malas masak, dan aku langsung rebahan begitu sampai rumah. Keras perutnya, kecapekan. Dasar udah tuwek, ngga sekuat dulu lagi deh. Untung gen mau ngerti, makan seadanya aja. Panasan hamburger yang sudah jadi dan tumis toge. Lumayan enak hamburgernya. Riku juga makan cukup banyak.

Sunday, February 18, 2007

Saturday, February 17, 2007

豆腐の行方

1960年代、東京都豆腐商工組合には3000軒が加盟していた。昨年は992軒にまで減っている。

Friday, February 16, 2007

Teleeeeerrrr

Hari ini dua murid senshu datang ke rumah. Takeda san dan Suga san. Tadinya aku mau ajak mereka makan di luar aja, tapi karena takeda san pilek berat karena kafun (pollen) dia mau tinggal di dalam ruangan aja. Padahal aku ngga sempat masak apa-apa. Jadi cepet-cepet deh aku masak seadanya. plus sisa dari kemarin.

Riku sih seneng kedatangan tamu muda, dia digambarin macam-macam oleh Suga san. Takeda san ngoto mau datang hari ini karena besok dia akan pergi 'berpetualang' sebulan ke Turki dan Timur Tengah. Trus dia juga mau rencanaan gashuku alias pergi nginap bersama di pemandian air panas tanggal 20-21 Maret. Wah aku ngga berani ikut deh. Soalnya hari ini aja aku teler minta ampun. Riku ngga mau ke penitipan, berarti aku harus ajak ke tempat ngajar padahal aku tahu dia sudah ngantuk, sehingga kalau naik kereta pasti dia tidur, dan aku ngga bisa gendong dia terus atuh. Akhirnya pelarianku ke rumah Ayu. Aku titipkan dia di sana untuk main dengan Haruna. Hontoni Tasukatta. Untung banget punya temen yang deket.

Kita jemput riku udah jam 10 malam. Padahal itu aku udah buru-buru pulang, dan ambil mobil. Gen yang nyetir. Sessampai di rumah Riku langsung bobo. Gile seharian dia ngga bobo saking asyiknya main. Aku udah teler, langsung gelepak di tempat tidur. Aku udah tahu bahwa aku akan capek begini, makanya tadinya aku tolak mereka untuk datang ke rumah. Tapi kasian juga sih, dan cuman berdua ini.

Rongsok deh badanku

Dasar Cina Lho !

Dasar Cina Lho ! Bagi banyak orang Tionghoa ucapan tersebut dinilai sebagai
suatu penghinaan, walaupun tidak bisa dipungkiri, bahwa RRC itu adalah
singkatannya dari Repubulik Rakyat China, tetapi cobalah tanyakan bagaimana
perasaannya saudara kita yang berkulit hitam apabila mereka disebut “Niger”,
walaupun di Afrika juga sebenarnya ada negara yang bernama Niger. Mereka
lebih senang dipanggil dengan sebutan “black men” atau orang hitam, walaupun
sebenarnya arti harafiahnya dari kata Niger itu adalah “hitam” dalam bahasa
Latin, atau Negro dalam bahasa Spanyol. Jadi hitam atau Black dalam bahasa
Inggris; bagi yang berkulit hitam tidak bisa dinilai sama dengan hitam dalam
bahasa Latin = Niger, yang satu merupakan ungkapan hormat sedangkan yang
lain penghinaan.

Begitu juga dengan tulisan China dan Cina. Mungkin hal yang serupa dirasakan
oleh kebanyakan orang Tionghoa, walaupun bedanya hanya dari huruf “H” nya,
bahkan kalau di ucapkan kedengarannya juga sami mawon alias sama azah “ C I
N A”!

Apalagi ketika istilah kata Cina ini dipakai untuk memaki dan diembel-embeli
perkataan seperti “Cina Loleng”, “Cina Mindring” dan sebutan-sebutan
degeneratif lainnya, oleh sebab itulah istilah kata Tionghoa lebih disukai
ketimbang kata Cina. Dan anehnya pula ada sebutan “Cina Medan”, tetapi tidak
pernah ada sebutan “Arab Medan”.

Dan yang lebih lucunya lagi; banyak sekali orang merasa jengah untuk
menggunakan kata “Cina” secara resmi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia.
Cobalah perhatikan dengan seksama yang dimaksud dengan “Warga Keturunan” itu
selalu orang Tionghoa, walaupun demikian tidak pernah ditulis entah di media
cetak maupun media elektronik “Warga Keturunan Cina”, begitu juga yang
dimaksud dengan perkataan “non pribumi” selalu mengacu kepada orang
Tionghoa, tidak pernah mengacu kepada keturunan etnis lainnya entah Arab,
India ataupun orang-orang Eropa.

Apakah Anda tahu bahwa Gus Dur (Abdurrahman Wahid) itu keturunan Tionghoa,
secara terbuka ia pernah menyatakan bahwa ia masih keturunan dari Tan Kim
Han (Sumber Wikipedia). Disamping itu apakah Anda tahu nama asli Tionghoanya
dari Rudy Hartono ?

Mengapa apabila ada seorang olahragawan yang berhasil membawa nama bangsa
menjadi harum tidak pernah tuh dicantumkan bahwa ia itu “non pribumi”
apalagi nama Tionghoa nya, tetapi kebalikannya begitu ada Cina Maling,
langsung dicantumkan komplit bahwa ia itu “non pri” lengkap dengan
embel-embel nama Tionghoanya.

Begitu juga satu hal yang mustahil, apabila segelintir orang-orang Tionghoa
dimana pun juga mereka berada ingin merubah perkataan China jadi Tiongkok,
renungkanlah apakah mungkin kita bisa memaksakan seluruh bangsa di dunia
ini; mulai besok merubah nama RRC menjadi Republik Rakyat Tiongkok.

Mungkin hanya segelintir orang Jepang saja yang membenci orang China akan
merasa senang apabila istilah Tiongkok dipakai, sebab konon kata ini pertama
kali digunakan oleh bangsa Jepang, terutama oleh kaum militerismenya yang
berambisi ingin mencaplok Tiongkok; sebab lafal ini sama dengan lafal kata
Jepang yang berkonotasi "modyar” sehingga lafal kata “Tiongkok” sebenarnya
merupakan suatu hinaan yang berarti “Mampuslah lho!" untuk mengumpat dan
menghina rakyat Tiongkok.

Istilah kata Cina sebagai hinaan ditekankan ketika Seminar Angkatan Darat di
Bandung pada 1968 memutuskan dan menganjurkan kepada pemerintah agar kata
Cina dipakai sebagai istilah baku untuk mengacu kepada negeri Cina dan orang
Tionghoa. Alasannya, menurut usul yang ditelurkan oleh seminar tersebut,
adalah untuk menjamin bahwa pribumi tidak merasa rendah diri.

Memang ada kesan bahwa penggunaan istlilah Cina seperti yang diusulkan dalam
seminar tersebut dan kemudian dianut oleh pemerintah Orde Baru sebenarnya
dimaksudkan sebagai alat untuk menghukum golongan etnis Tionghoa. Keputusan
ini merupakan kelanjutan dari larangan terhadap orang-orang Tionghoa untuk
mempertunjukkan perayaan agama dan tradisinya di depan umum (Inpres No. 14
tahun 1967). Tetapi ketika reformasi bergulir, sejak th 2000 larangan ini
dicabut oleh Gus Dur.

Pada saat tersebut perkataan Tionghoa itu benar-benar haram, sehingga antara
lain harian Indonesia Raya maupun harian Merdeka dibredel, karena berani
menggunakan istilah Tionghoa, bukannya Cina seperti yang telah dibakukan di
Bandung. Rupanya mereka lupa bahwa karangan lagu "Indonesia Raya" dari WR
Supratman pertama kali di publikasikan di Harian Sin Po dan rekamannya
dilakukan di toko musik Tio Pe Kong di Pasar Baru, Jakarta.

Kata Cina itu sendiri berasal dari nama Ahala Qin (baca Ch'in), dinasti
pertama yang mempersatukan seluruh daratan Tiongkok, di bawah pemerintahan
kaisarnya Qin Shihuang ( 225 s.M sampai 210 s.M), disamping itu kaiser Qin
tersebut yang memerintahkan penyeragaman Huruf Kanji sehingga komunikasi
tertulis dapat berjalan lancar. Tetapi dilain pihak ia adalah seorang Kaiser
yang kejam dan biadab yang telah memerintahkan pembakaran semua buku-buku
ajaran Kong Hu Cu dan memerintahkan hukuman dikubur hidup-hidup terhadap 500
sarjana Konfusianis. Akibat dari tindakan brutal Kaisar Qin itu, sebagian
dari karya-karya Kong Hu Cu yang disakralkan sebagai kitab suci untuk aliran
itu, sampai sekarang belum diketemukan lagi.

Hal inilah yang menyebakan banyak orang Tionghoa lebih senang menamakan
dirinya dengan kata “Tangren”, yang kurang lebih berarti keturunan Ahala
Tang (618 – 907), salah satu dinasti yang meninggalkan zaman keemasan,
terutama dalam kesenian dan kesusastraan, dalam sejarah Cina. Di kalangan
etnis China di Indonesia, terutama yang berasal dari Propinsi Fujian
(Hokkian), sebutan itu menjadi “Tenglang”.

Lafal "Tiongkok" dan "Tionghoa" ini berasal dari dialek Hokkian yang berasal
dari kata Zhonghua yang digunakan sebagai sinonim dari Zhongguo (Tiongkok
atau Kerajaan Tengah) dan Presiden pertama Cina, Dr. Sun Yat-sen kemudian
menggunakan itu untuk nama negara baru di Tiongkok ; Zhonghua Minguo
(Republik Cina). Mao Zedong meneruskan penggunaannya ketika membentuk
Republik Rakyat China (RRC) : Zhonghua Renmin Gongheguo.

Kata “Mandarin” diserap dari bahasa Portugis = “mandarim” yang berasal dari
bahasa Sansekerta “mantrin” yang berarti pejabat tinggi bahkan kata menteri
dalam bahasa Indonesia pun sebenarnya diserap dari kata yang sama.

Kata Mandarin ini kemudian dipopulerkan oleh bangsa Barat yang sebenarnya
berarti: "pejabat tinggi dalam pemerintahan Manzu di bawah kekuasaan dinasti
Qing" (1644 - 1911) dan yang dimaksud dengan bahasa Mandarin adalah bahasa
yang dipakai oleh para pejabat tinggi atau golongan intelek pada saat
tersebut. Maklum di Tiongkok banyak sekali bahasa daerah.

Sehingga dengan mana sebenarnya tidak pernah ada di dunia ini bangsa
Mandarin ataupun negara Mandarin, jadi ungkapan kata bahasa Mandarin itu
sebenarnya tidak tepat !

Di Tiongkok mereka menyebut bahasa Mandarin itu adalah bahasa “Putonghoa” =
bahasa umum. Di Taiwan disebut bahasa “Guoyu”, sedangkan orang-orang
Tionghoa diluar Tiongkok sering menyebut dengan nama Huayu atau Hanyu atau
bahasa yang dipergunakan secara luas oleh suku bangsa Han yang mencapai 94%
lebih dari jumlah penduduk Tiongkok.

Wang U Chup
By Race I am Chinese and By Grace I am Christian
Email: mang.ucup@gmail. com
Homepage: www.mangucup. net