Wednesday, December 22, 2010

Bukannya aku

Bukannya aku tidak mau berterima kasih pada Mama
Bukannya aku tidak mau mengenang jasanya
tapi kurasa biarlah kusimpan sendiri dalam hati
dan semoga bisikanku sampai ke telinganya
Mama... I Love You
(dan aku percaya telepati!)

Hari ini semua memasang status untuk hari Ibu
well, memang tidak salah. Karena itu mungkin suatu ekspresi hati.
tapi hari ini aku memilih untuk diam
dan menjadi pendengar yang baik untuk mereka.
Mungkin aku akan mengubah tindakanku mulai hari ini.
Dan memupuk sebuah mimpi yang mulai mewujud dalam kehidupanku.
Blog bukan lagi segalanya untukku, tapi menulis memang harus.
Apalagi mengajar.....

Semoga aku bisa mengingat mimpiku ini setiap aku down.
Dan menjadi semangat lagi menghadapi hidup.
Hidup yang tinggal sedikit......
ah... waktu.... siapa yang mempunyai standarnya?

Thursday, December 09, 2010

payah deh

pas lagi mau nulis, servernya down
pas ada waktu, ngga mood nulis
nyebelin....

padahal emang ngga ada waktu utk nulis
kalem deh mel

Monday, November 08, 2010

good bye

Yes, I will say good bye to you
to other me

dan lagu yang cocok untukku saat ini memang lagunya si Hannah Montana. Lagi cari liriknya nih...

EM
I always knew this day would come
We’d be standing one by one
With our future in our hands
So many dreams so many plans

Always knew after all these years
There’d be laughter there’d be tears
But never thought that I’d walk away
with so much join but so much pain
And it’s so hard to say goodbye

But yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you

Nanananana

Another chapter in the book cant go back but you can look
And there we are on every page
Memories I’ll always save
Up ahead on the open doors
Who knows what were heading towards?
I wish you love I wish you luck
For you the world just opens up
But it’s so hard to say goodbye

Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you


Everyday that we had all the good all the bad
I’ll keep them here inside
All the times we shared every place everywhere
You touched my life
Yeah one day we’ll look back we’ll smile and we’ll laugh
But right now we just cry
Cause it’s so hard to say goodbye

Yesterdays gone we gotta keep moving on
I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya
The times that we had I’ll keep like a photograph
And hold you in my heart forever
I’ll always remember you

Nanananana

I’ll always remember you
I’ll always remember you

haduhhhhh
jucelinoluz Jucelino da Luz
UM TERREMOTO DE 7.0 NA ESCALA RICHTER (REGIÃO DE KOBE E /OU OSAKA ) PODERÁ ATINGIR O JAPÃO EM 25 DE JANEIRO DE 2011

Thursday, November 04, 2010

Saturday, October 16, 2010

Obat

Happening deh. Aku sudah siap mengajar. Tiba-tiba sebelum pukul 8, Riku lapor ke aku bahwa perut kanan bawahnya sakit. Batuknya memang kelihatan tambah hebat, tapi masih tolerable. Aku tanya, mau ke dokter? Mau, katanya.

Kalau Riku sampai mau ke dokter, berarti memang benar sakit. bukan pura-pura, meskipun memang dia tidak takut dokter. Aku cuma teringat saat aku umur 13 tahun dan harus menderita karena usus buntu. Jangan deh, aku tidak mau anakku menderita menahan sakit. Kalau bisa jnagan dioperasi, pakai obat saja. Jadi aku sepakat mengantar dia ke dokter. Bolos deh ngajarnya..... (demi anak)

Tapi karena dia mengharapkan dapat penghargaan tanpa absen seharipun, maunya dia ambil absensi dulu, baru ke dokter. Jadi aku ikut bersama dia ke sekolah dan lapor ke gurunya bahwa dia mau ke dokter. Gurunya juga bilang lebih baik ke dokter, dan karena hari ini penerimaan raport, jadi tidak terlalu sulit pelajarannya.

Kami langsung ke RS. Waktu itu masih pukul 9:10 pagi. Biasanya dokter anak itu banyak yang antri, jadi aku siap-siap saja tunggu lama di situ. Eh  tau-tau sepiiii banget, sehingga kami bisa langsung dilayani. Sepertinya dokter saat itu hanya sebagai dokter pengganti, jadi tidak ada yang membuat komitment pagi itu.

Tapi lumayan baik dokternya dan dia memberikan obat untuk Riku berbentuk tablet, karena berat badannya sudah cukup dianggap anak besar. Ada 4 tablet dan 1 bubuk. Riku minum tablet itu tanpa tersedak, muntah. Hebat emang si Riku kalau urusan dokter, RS dan obat.


Yang senang tentu Kai, karena dia bisa bermain di rumah bersama mama tercinta...hahaha.

Excursion

Kamis, 14 Okt. Aku musti mengajar di Waseda. Ya memang aku terlambat membangunkan Kai. Riku dna papanya sudah pergi (sekitar jam 8) jadi waktu persiapannya pendek. Padahal hari itu Kai harus sudah berada di Penitipan Himawari pukul 9 pagi. Karena mereka akan mengadakan excursion, perjalanan kecil untuk memanen ubi kayu. Untuk ke ladangnya mereka harus naik kereta dan berjalan kurang lebih 15 menit dari Stasiun. Untuk anak-anak sekecil itu sudah merupakan perjalanan yang melelahkan.

MasalahnyaKai tidak mau berangkat, biarpun aku sudah bribe dengan coklat segala. Tetap mau tinggal di rumah denganku. Wah aku bingung, dan menangis, merajuk tidak mau bicara dengan dia. Tiba-tiba dia bilang mau pergi. Tapi aku lihat jam sudah pukul 9, jadi kita sudah terlambat. Aku telepon gurunya dan bilang bahwa Kai tidak ikut excursion itu. Tapi gurunya bilang, kalau bisa sampai dalam 10 menit, biar kami tunggu. Ternyata waktu aku mau menyuruh Kai pakai sepatu, dia mulai merajuk lagi dan tidak mau pergi. Duh susah deh.

Akhirnya kami sampai pukul 9:20. Di kejauhan aku lihat kepala Himawari ada di bawah dan seakan mencari kami. Ternyata mereka terus menunggu kami datang... duh kasian deh. Padahal aku sudah hopeless dan meninggalkan ransel dan botol minuman Kai di rumah, karena tahu pasti tidak bisa ikut. Setelah dibujuk dan dijemput oleh Take-chan, teman akrabnya Kai, akhirnya dia mau juga berjalan ke barisan yang sedang menuju ke stasiun.

Untung sekali aku tidak perlu ke stasiun yang sama untuk pergi ke Waseda. Cepat-cepat aku parkir sepeda, dan naik bus. Untung Waseda dekat, sehingga bisa sampai dalam 1 jam, tanpa harus terlambat.

Selesai mengajar aku mampir ke toko 100 yen di St Takadanobaba membeli mainan pesanan Riku. Persis pukul 2:45 aku mendapat telepon dari Riku masuk ke inbox aku , katanya,"Mama aku sudah di rumah. sekarang jam 2:45. Jangan khawatir ya" Duuuh begitu mendengar "Jangan khawatirnya" itu aku jadi terharu. Ah, anakku ini sudah besar dan tahu bahwa mamanya khawatir akan dirinya.

Cepat-cepat aku pulang, sambil belanja-belanja. Akhirnya sampai di rumah jam 4:30 juga. Kai membawakan ubi kayu hasil galiannya. Kata gurunya, banyak anak balita yang takut bermain tanah, tapi Kai tidak, jadi Kai banyak membantu menggali tanah dan menemukan ubi kayu itu. Duh itu satsuma imo (ubi kayu) besaar euy.

Hari ini akhirnya berakhir dengan damai. Aku juga tidak masak karena Gen tidak makan di rumah. Anak-anak aku belikan mac donalds.

Saturday, October 09, 2010

the sound will never vanished

一度鳴らした音は永遠に消えない。

Black Jack.... naik pesawat bersama seorang violist terkenal. Pesawat jatuh dan penumpang semua panik. Kemudian violist itu memainkan lagu dengan biolanya, dan menenangkan penumpang dengan lagunya.

Penumpang diminta keluar pesawat tanpa membawa barang. Mereka jatuh di daerah pegunungan waktu fubuki, salju bertiup dasyat. Si Violist tetap bersikeras membawa biolanya. Namun akibat keteledoran seorang penumpang yang membawa minuman keras dalam wadah aluminium yang terlepas dan mengenai Piko-chan asisten si Black Jack. Piko-chan jatuh dan tergelinding menuju lembah. Violist menolong Piko-chan tapi akibatnya bilanya terlepas dari ikatan di badannya. Hilang!

Piko chan tertolong tapi violist itu kehilangan biola yang sama juga dengan separuh nyawanya. Dia bersikeras mencari biolanya dalam hujan salju, yang akibatnya tangannya bengkak membeku. Black Jack yang dokter bedah mau menolong tapi tidak bisa karena dia tidak mempunyai tas dokternya (tidak boleh dibawa). Black Jack sempat kembali ke pesawat untuk mengambil tasnya tapi akibatnya malah pesawat itu masuk ke dalam jurang.

Jari-jari violist terpaksa dipotong dan sudah pasti dia tidak bisa memainkan biolanya lagi. Saat ini dia mengatakan: "Dokter tidak bisa menyembuhkan saya krn tidak membawa tas kedokteran, saya juga tidak berarti apa-apa tanpa biola saya. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melepaskan apapun milik penting kita dalam keadaan apapun"

Semua menjadi sedih, tapi seorang Indian yang ikut dalam pesawat mendatangi violist dan mengatakan ini: "Sekali kamu menghasilkan suara, suara itu takkan pernah hilang".

#today's lesson

Wednesday, September 22, 2010

PMS

sudah kukatakan berkali-kali, aku tidak percaya PMS. Mungkin saja memang itu saatnya kondisi hati dan pikiran memang sudah capek, yang bertepatan dengan akan datangnya sang bulan.

Yang pasti aku capek...ya lahir batin.... saat ini
Tapi aku berterimakasih karena masih saja mempunyai teman yang binkan yang alert mengetahui bahwa aku sedang bermasalah. Terima kasih seti, terima kasih yeye.... kalian berdua memang teman yang baik. Dan memang aku menuliskan masalahku keinginanku dalam bahasa Jepang. Ingin mati. But believe me aku juga takut mati, sehingga aku tidak akan menorehkan pisau ke nadiku atau minum obat tidur yang banyak untuk mencabut nyawaku. Aku sudah pernah berada pada titik "antara hidup dan mati" dan tidak mau mengulanginya berdasarkan kemauanku. Tidak...aku tidak mau bunuh diri tepatnya. Meskipun tadi aku sudah sempat menegak setengah botol wine, tapi hasilnya cuma kepala pusing. Aku juga tidak mau membuat anakku susah......

Capek yang menggunung, ditambah ketidakpedulian teman-teman dan tidak adanya komunikasi dengan suami, karena memang sibuk, dan aku merasa tidak perlu membebaninya dgn masalahku sendiri. Di saat-saat begini aku memang menyadari sekali betapa faktor bahasa, sefasihnya bahasa asing, akan lebih enak pakai bahasa sendiri. capek. kata kuncinya cuma itu.

Meskipun capeknya ini lebih ke batiniah daripada lahiriah. Sejak lama aku tidak membebani diriku untuk pekerjaan yang membuatku capek lahiriah. Bisa ditunda. Tapi untuk capek batin ini, jika ditunda akhirnya seperti sekarang ini. Menggunung.

Hari ini Kai tidak mau ke penitipan. Sudah beberapa hari ini tidak mau. Kalaupun beberapa hari lainnya mau, itu juga pasti dengan tangisan di depan pintu. Aku tahu persis dia mau melewatkan waktu dengan mama, duh betapa bahagianya dong mempunyai anak yang tidak bisa lepas dari kamu. Tapi akibatnya aku tidak bisa berbuat apa-apa. Dan aku khawatir jika dia tetap tidak mau pergi ke penitipan hari jumat yad, padahal aku harus kerja. Huh....

Tadi aku mau menjawab pertanyaan seti, he told me: PM me bicaralah sepuasmu aku siap dimakimaki. #cowok ? Masalahnya ini tidak perlu maki-maki malahan. aku tidak perlu memaki-maki orang, karena ini bukan kesalahan orang. Tapi kesalahan situasi. Situasi yang mengharuskan aku mengajar dan harus menitipkan anakku di penitipan dengan HARGA MAHAL, padahal anaknya juga tidak suka. Tapi jika tidak dibiasakan, anakku ini juga akan manja..... Seandainya aku tidak bekerja sepeti biasa, keluar dari mengajar, bukan bermasalah pada pemasukan, tapi aku sendiri yang akan menjadi bodoh! Terkungkung dalam rutinitas sehari-hari rumah-sekolah anak-anak dan pasar + internet yang sudah pasti tidak membuatku pintar..... I need air to breath.

Sekarang saja masanya Kai dalam penolakan, sama seperti Riku dulu. Cuma memang aku juga semakin tua dan merasa cepat capai untuk bertengkar. huh....

Sudah dua hari ini aku tidak mau memeluk Kai. Sambil aku berkata, "Mama ngga suka anak yang tidak dengar-dengaran". Sebagian hati menyetujui sikapku, sebagian hati menyalahi sikapku. Aku tau Kai butuh pelukanku..... Kalau saja aku bisa libur hari jumat... kalau saja aku bisa tidak usah mengajar..... Capek kok mengajar itu... enakan juga santai di rumah. tidak sadar tau tau udah mau desember, ganti tahun ...dan semakin tua. and feel empty...

i need a looooong deeeep sleep.

(trying to solve my own problems)

限界

櫂が保育園に行きたくない。今まで私は甘やかした?
金曜日に、後期開始。どうやって保育園に行かせるか?
もう私限界かも。死にたい!

Monday, September 20, 2010

autumn taste

siang tadi akhirnya kubangunkan Kai yang masih tertidur terus sampai jam 1 siang. Riku toh harus makan juga. Dan Kai setuju untuk makan di RESTORAN! Jadi kami bersiap pergi, jalan kaki 5 menit ke resto di ujung jalan.

Seperti biasa, Kai pesan mie khusus kids menu, sedangkan Riku mau makan pizza. Aku bingung mau makan apa, karena tidak ada menu yang benar-benar membangkitkan seleraku. Tadinya mau pesan spaghetti supaya bisa berbagi dengan Kai. Tapi untung saat itu aku sudah menduga bahwa Kai tidak akan makan. Buat apa aku harus menghabiskan makanan yang aku sebetulnya tidak kepingin?

Jadi aku memesan special lunch dengan nasi yang diberi bermacam jamur. Jamur memang makanan khas untuk autumn, musim gugur, dan yang membuatku senang sebetulnya kerang gorengnya. Aku tidak pernah menggoreng kerang, karena Gen tidak begitu suka. Kami memang pernah keracunan kerang mentah, dan Gen tetap menghindari kerang goreng. Padahal kerang goreng itu enak sekali.

Dan benar, aku makan sampai terpaksa harus meninggalkan sedikit di mangkuknya karena kekenyangan. Maaf Tuhan.... Ternyata makanan itu juga cukup sampai malamnya aku tidak makan lagi. Sudah biasa deh makan sekali sehari sekarang.

Meskipun makanan sudah bernuansa musim gugur, udara masih saja panas. tidak panas sekali, tapi tetap masih perlu pakai AC kalau ingin tidur nyenyak.

Akhirnya kami pulang dengan Kai hanya makan sesendok mie, dan segelas coca cola. Biarlah apa saja yang dia mau, asal ada sesuatu yang masuk. Sejak kemarin isi perutnya hanya teh susu dan aquarius. Kalau mau coklat juga akan aku beri. Yang penting mau makan.

Dan yang aku senang dia bisa tidur sore enak sekali tanpa terdengar bunyi sesak nafasnya. Lega aku. Malamnya dia minta mie lagi, yang dia makan separuhnya (separuhnya lagi Riku yang habiskan). Dan sebelum tidur segelas susu. Semoga besok sudah ceria lagi..... mumpung hari libur harus digunakan sebaik mungkin.

(Well, untuk orang Jepang yang waras sejak sabtu-minggu-senin adalah libur panjang. Tapi kantornya gen tidak waras, jadi gen harus kerja sabtu-minggu ini. Besok satu-satunya hari libur, jadi aku juga kasian kalau dia harus nyetir jauh-jauh)

*** pukul 3 pagi terbangun dan merasa sepi dan sedih.... apalah aku ini dimatanya :( ***